Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
22
Sep '06

Pengusaha Indonesia Kurang Percaya Diri


Walaupun sudah difasilitasi oleh pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, namun kenyataannya pengusaha Indonesia kerap kurang percaya diri dalam membuka jaringan kerja sama.

Demikian dikatakan Ketua Komite Tetap Informatika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Agoes Silaban di sela- sela ”Temu Bisnis Pengusaha Indonesia dan Singapura”, Kamis (21/9) di Jakarta.

Kelemahan dalam membuka jaringan kerja sama, kata Agoes, antara lain karena sikap minimalis pengusaha dalam melakukan ekspansi usaha dan kurangnya kemampuan berkomunikasi.

”Persoalannya, sih, kelihatan sepele, yakni masalah kemampuan bahasa. Biasanya pengusaha pemula merasa kurang percaya diri dalam berkomunikasi,” ujar Agoes.

Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahjana menuturkan, Departemen Perindustrian hanya bisa berharap, dalam kesempatan pertemuan ini, pengusaha Indonesia dan Singapura bisa saling bertemu, bekerja sama, dan berinvestasi.

”Kami hanya bisa memfasilitasi pertemuan pengusaha swasta ini. Semua keputusan bergantung pada pengusaha-pengusaha itu sendiri,” kata Agus.

Sementara itu, Duta Besar Singapura Ashok Kumar Mirpuri dan Ketua Singapore Chamber of Commerce Indonesia (SCCI) Arthur Ng menyatakan keinginannya untuk melihat sektor-sektor potensial yang dapat dimasuki pengusaha Singapura guna melengkapi kemampuannya.

Misalnya, sektor agro-industri, transportasi, dan finansial. Dalam kesempatan itu, mereka juga memperkenalkan berbagai aspek kegiatan usaha yang dapat dibidik pengusaha Indonesia.

Di luar pertemuan, anggota SCCI, Lim Wei Song, mengatakan, kehadiran sejumlah pengusaha Singapura di Indonesia untuk merespons Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang telah mengundang untuk berinvestasi.

Menurut Lim, para pengusaha Singapura ingin memperoleh dan meningkatkan lagi peluang-peluang bisnis di Indonesia.

Semua sektor ingin dijajaki kembali, terutama peluang bisnis di daerah-daerah yang dijadikan kawasan ekonomi khusus.

”Sejauh ini kami masih ingin melihat regulasi terbaru sebagaimana pernah diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Boediono,” kata Lim Wei Song.

Sumber : (OSA) Harian Kompas


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Pengusaha Indonesia Kurang Percaya Diri”

  1. Tanggapan Datu Abd Rahim Indera Sakti:

    Salam perkenalan dari saya.

    Sila layari laman web lembaga adat mandailing malaysia seperti di atas.

    Terima kasih.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mereguk Pesona Danau Toba di Semenanjung Tuk Tuk
Artikel selanjutnya :
   » » Ketua DPRD Depok Akan Ajukan Kasasi