Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
21
Sep '06

Hari ini 4 LSM Depok demo Kejari - Terpidana kasus APBD perlu dieksekusi


Sedikitnya empat LSM Depok yakni Komdak, Pesona, AMD, dan PWD hari ini akan menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Kejari Depok guna mendorong penuntasan kasus korupsi 17 mantan dan anggota DPRD Depok.

Rencana demo itu disampaikan masing-masing oleh Roy Prygina (Komdak), Yusuf Trilis Hendra (Pesona) dan Budiyantoro (AMD), kemarin. “Insya Allah besok [hari ini-red] kami empat LSM Depok akan demo ke Kejari,” ujar Roy Prygina, koordinator Koalisi Masyarakat Depok untuk Anti Korupsi (Komdak).
Dia menyatakan elemen Depok perlu mendorong Kejaksaan Negeri Depok selaku penuntut umum untuk segera menuntaskan kasus korupsi APBD 2002 senilai Rp7,35 miliar yang melibatkan 17 mantan dan anggota DPRD Depok.

“Kami meminta inisiatif Kejari Depok untuk mengeluarkan rekomendasi kepada PN Cibinong guna melakukan eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi di DPRD Depok,” tandas Roy.
PN Cibinong diketahui telah mengirimkan salinan putusan banding PT Jawa Barat atas kasus korupsi APBD Depok tahun 2002 kepada kuasa hukum terpidana 17 mantan dan anggota DPRD Depok dan Kejari Depok selaku penuntut umum (Monde, 20 September).
“Eksekusi kepada para terpidana perlu dilakukan terlepas mereka melakukan upaya hukum [kasasi] atau tidak. Sederhananya, jika mereka kasasi ke MA, eksekusi pun tetap diberlakukan. Jadi nggak ada masalah…” tutur Roy.

Simbol kuburan
Aksi demonstrasi itu bakal melibatkan massa hingga ratusan orang. Roy menambahkan, massa akan memulai aksi sekitar pukul 10.00 dari pertigaan Jl Margonda Raya-Jl Siliwangi (Apotik) dengan berjalan kaki menuju kantor Kejari, Jl Siliwangi Pancoran Mas.
“Dalam aksi nanti (hari ini, red) kami akan membuat happening art yang berupa simbol kuburan yang artinya melambangkan matinya penegakan hukum di Kota Depok,” ujarnya.

Roy pun mengimbau publik Depok untuk terus mengawal penegakan hukum di wilayah ini, tak terkecuali untuk kasus korupsi anggota Dewan. Menurut dia, masih banyak kasus penyimpangan yang perlu dikawal dan dikritisi.
Ketua Pemuda Solidaritas Nasional (Pesona) Depok, Yusuf Trilis Hendra, menambahkan aksi demo ini dilakukan karena melihat penanganan kasus-kasus penyimpangan dan korupsi di Depok seolah jalan di tempat.
“Kami nilai hanya kasus-kasus kelas teri aja yang dituntaskan, sementara yang besar-besar sampai sekarang tak juga selesai. Maka kami menuntut Kejari tanggap dan respon menangani masalah ini,” tandas Yusuf.

PT Jabar telah memvonis 17 mantan dan anggota DPRD Depok masing-masing hukum kurung satu tahun potong masa tahanan dan denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Atas vonis itu, PT Jabar menerima permohonan banding terdakwa sekaligus memperbaiki putusan PN Cibinong yang sebelumnya memvonis 17 terdakwa dengan hukum kurung selama dua tahun potong masa tahanan dan denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Surat putusan banding kepada pimpinan dan anggota DPRD Depok periode 1999-2004, masing-masing bernomor 111/pid/2006/PT Jabar dan 112/pid/2006/PT Jabar tertanggal 13 Juli 2006 (Monde, 16 Agustus 2006).

Dalam putusan banding tersebut, para terpidana juga diperintahkan membayar uang pengganti antara Rp176,4 juta sampai Rp386,9 juta, sebagaimana putusan PN Cibinong.
Terpidana Sutadi (mantan ketua DPRD) diminta membayar Rp386,9 juta, sementara Naming D Bothin (sekarang ketua DPRD) dan M Hasbullah Rahmad (sekarang Ketua Badan Kehormatan Dewan) masing-masing harus membayar Rp378,6 juta dan Rp378,9 juta.

Terpidana lainnya pun diminta mengembalikan uang negara yang mereka korupsi. Mereka adalah Bambang Sutopo (Rp292,9 juta), Bambang Prihanto (Rp177,9 juta), Mazhab HM (Rp331,9 juta), Mansyuria (Rp176,8 juta), Rafi Ahmad (Rp396,7 juta), Machruf Aman (Rp210,1 juta), Ratna Nuriana (Rp172,7 juta), Sasono (Rp165,9 juta), Damanhuri (Rp179,4 juta), Kusdiharto (Rp202,3 juta), Hiras Tony Hutapea (Rp278,7 juta), Agus Sutondo (Rp176,4 juta ), Christian Silaban (Rp165,1 juta), Haryono (Rp178 juta).

Sumber : (Tim Monde) Monitor Depok


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.