Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
14
Sep '06

Rinot Lumbantoruan Tewas Tabrak Lari di Lintongnihuta


Rinot Lumbantoruan (18) penduduk Sijuguk Desa Nagasaribu II Kecamatan Lintongnihuta Humbahas, Rabu (13/9) pagi ditemukan tewas di Jalan Siborongborong-Doloksanggul tidak jauh dari Gereja HKI Sijuguk.
Informasi dihimpun dari Polres Humbahas, mayat Rinot Lumbantoruan pertama sekali ditemukan seorang pelajar yang hendak menuju sekolah dengan posisi telungkup berlumuran darah dan wajahnya sulit dikenali. Sat Lantas Polres Humbahas lalu membawa mayat korban ke RSU Doloksanggul untuk divisum.

Saat ditemukan di lokasi, korban tidak memiliki identitas diri. Petugas hanya menemukan sebungkus rokok dikantongnya, sehingga sempat dibawa polisi ke rumah sakit. Mengetahui putranya tewas tabrak lari, orangtua Rinot, Djaurlen Lumbantoruan (41) bersama Kepala Desa Nagasaribu Ronal Silaban berangkat ke rumah sakit dan memberitahukannya ke Polres Humbahas.

Dalam surat pernyataan Djaurlen Lumbantoruan kepada Polres Humbahas menyebutkan, Rinot Lumbantoruan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sijuguk Nagasaribu Lintongnihuta. Bahkan sesuai dengan pengamatan keluarga bahwa korban meninggal dunia bukan akibat dari tindak pidana. Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP MT Tarigan SH ketika dikonfirmasi, Rabu (13/9) dikamar kerjanya menjelaskan, korban murni tewas akibat tabrak lari kepalanya luka parah dan tulang tangannya putus karena digilas ban mobil. Namun walaupun demikian kata Kasat Reskrim kasus itu masih dalam penyelidikan.

Sumber : (RHS/f) Harian SIB, Dolok Sanggul


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Rinot Lumbantoruan Tewas Tabrak Lari di Lintongnihuta”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Wah..wah, tragis sekali itu.
    Rasanya agak sulit diterima, kecelakaan lalu lintas di jalan yang tidak ramai. Lalu lintas di situ sepi, paling berapa kendaraan dalam satu jam, kalau di siborong-borong mungkin rame. Tapi di Nagasaribu, kan sepi itu. Kemungkinannya sipenabrak ngebut dan bahkan mungkin mabuk atau ngantuk sehingga tidak bisa menghindari. Kejadiannya kan pagi, ketika anak itu mau berangkat sekolah. Biasanya anak sekolah pergi bersamaan, tidak sendirian. Ini benar-benar tragis, bahkan tidak ada yang mengetahui anak itu tertabrak mobil. Yang lebih parah, adalah sipenabrak, kok tega-teganya meninggalkan korban begitu saja meninggal dijalan. Apalagi sampai tangan patah digilas ban mobil.

    Bah, na beha nama hajolmaon on ate.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » PP Ketenagakerjaan diminta terbit tahun ini
Artikel selanjutnya :
   » » Positif Flu Burung, 4.000 Lebih Unggas di Humbahas Dimusnahkan