Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
14
Sep '06

Positif Flu Burung, 4.000 Lebih Unggas di Humbahas Dimusnahkan


Positif terjangkit virus flu burung, 4.000 lebih unggas di Desa Hutabagasan Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbahas dimusnahkan sejak Selasa (12/9) hingga Rabu (13/9). Kadis Pertanian Humbahas Ir Djatipan Manullang MM ketika dikonfirmasi, Rabu (13/9) membenarkan pemusnahan tersebut.

Djatipan Manullang menjelaskan, pemusnahan unggas berupa ayam, itik, bebek, angsa termasuk burung peliharaan seperti tekukur dan merpati tersebut sesuai dengan surat Balai Penyelidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional I Medan ke Pemkab Humbahas. Isi surat menjelaskan, unggas di Desa Hutabagasan Doloksanggul positif terjangkit flu burung sesuai hasil pemeriksaan laboratorium. Jadi untuk menghindari merebaknya flu burung itu, perlu dilakukan pemusnahan secara dini juga menyebutkan agar dilakukan terbatas dan melakukan vaksinasi pada ternak unggas yang sehat serta melakukan biosekuriti dengan radius satu kilometer.

“Pada hari pertama, Selasa (12/9) sebanyak 2.000 lebih unggas di Hutabagasan sudah dimusnahkan. Kemudian hari kedua, Rabu (13/9) sebanyak 2.000 unggas juga sudah dimusnahkan dengan cara dipotong, dibakar kemudian dikubur secara massal. Pemusnahan itu bekerjasama Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, aparat Kepolisian dan dibantu masyarakat. Pemusnahan itu akan dilakukan secara terus menerus untuk menghindari merebaknya ke tempat lain,” ujar Djatipan. Pemusnahan unggas tersebut dihadiri Kadis Kesehatan Dr Pangihutan Simatupang MKes, Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian Ir Buroniani Br Naibaho dan lainnya.

Staf Dinas Kesehatan Manaho Pakpahan SKM mengungkapkan unggas khususnya ayam yang dimusnahkan dibayar Rp 10.000/ekor tanpa melihat besar kecilnya ukuran. Pelaksanaan pemusnahan berjalan lancar atas kesadaran masyarakat memberikan unggasnya. Untuk menghindari merebaknya flu burung, dinas terkait sudah melakukan vaksinasi secara dini termasuk juga menyediakan vaksin anjing.
Ratusan Ayam Mati Mendadak

Diduga terindikasi flu burung, ratusan ekor ayam di Desa Sibatu-batu dan Desa Pargaulan Kecamatan Lintongnihuta mati mendadak. Kepala Puskesmas Sigompol Lintongnihuta dr Hasudungan Silaban ketika dikonfirmasi, Rabu (13/9) di ruang kerjanya mengatakan, di Kecamatan Lintongnihuta belum ada flu burung. Namun ia mengakui di Desa Sibatu-batu dan Desa Pargaulan ada ayam mati mendadak tapi bukan akibat flu burung. “Di Desa Sibatu-batu dan Pargaulan Lintongnihuta diperkirakan ratusan ayam mati mendadak tanpa ada sebab. Begitu ada kabar itu, Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas Sigompul langsung meninjau ke lapangan untuk mengetahui sebab-sebab kematian ayam itu. Tapi perlu saya jelaskan bahwa akibat matinya ayam itu bukan karena flu burung,” tegas Silaban.

Hasudungan Silaban juga mengatakan, untuk menghindari flu burung, Puskesmas Sigompul bekerjasama dengan Bidang Peternakan telah mengadakan penyuluhan serta membagi-bagikan poster. Kemudian pemilik ayam disarankan supaya ayam yang masih sehat dikandangkan dan diberi vaksin. Selain itu, untuk mengantisipasi wabah virus flu burung sudah dibuka posko kewaspadaan fu burung di Lintongnihuta. Untuk pencegahan, penyuluhan juga sudah dilakukan di setiap sekolah dan melalui warta gereja di Kecamatan Lintongnihuta.

Camat Lintongnihuta Drs Lamhot Hutasoit ketika dikonfimasi melalui telepon seluler mengatakan, di Lintongnihuta belum ada terjangkit flu burung. Namun walaupun demikian, untuk menghindari serangan virus flu burung perlu diadakan penyuluhan secara dini.

Sumber : (RHS/y) Harian SIB, Dolok Sanggul


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Rinot Lumbantoruan Tewas Tabrak Lari di Lintongnihuta
Artikel selanjutnya :
   » » Revisi Undang-Undang Buruh Dibatalkan