Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
3
Agt '06

PN Sibolga Adili Pembunuh Partahian Simanungkalit



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Pengadilan Negeri (PN) Sibolga mengadili RS dan MS, terdakwa pembunuh Partahian Simanungkalit. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendri Lumbantobing SH didampingi dua hakim anggota, Selasa (1/8) itu, mangagendakan mendengarkan keterangan lima orang saksi.

Kelima saksi adalah Fontius Telaumbanua (41), Nasrun Dongoran (37), Edon Regen Silaban (24), Elfita br Sitanggang (19) dan Rosni br Purba (39).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Selamet Riady Damanik SH dalam sidang itu menjelaskan, pembunuhan itu terjadi 20 Desember 2005 lalu di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Nauli Sawit di Pulo Pane, Kecamatan Sosorgadong, Tapteng.

Saksi Fontius Telaumbanua, dalam penjelasannya mengemukakan, sehari sebelum pembunuhan itu, ia dan terdakwa bekerja di areal kebun sawit. Ketika itulah, istri korban datang dan mempertanyakan kenapa lahannya dikerjakan. Fontius kemudian menjawab, mereka hanya menjalankan perintah asisten perkebunan.
Usai makan siang, bersama dengan asisten perkebunan, mereka menghampiri gubuk korban Partahian Simanungkalit yang tidak jauh dari lokasi mereka bekerja. Akan tetapi, mereka tidak menemukan korban di sana dan kemudian menyuruh anak korban untuk memanggil ayahnya.

Ketika korban datang, mereka berbincang-bincang sambil minum air kelapa muda. Pada saat itu, asisten kebun menanyakan kenapa dilarang bekerja di lahan tersebut, dan menawarkan pekerjaan kepada korban di perkebunan.

Berdasarkan kesepakatan, korban diterima bekerja sebagai penjaga malam di kebun kelapa sawit tersebut.
“Akan tetapi keesokan harinya, 20 Desember 2005, tiba-tiba Muslim Sibagariang datang menghampiri kami dan mengatakan bahwa korban Partahian Simanungkalit sudah pingsan dalam keadaan telanjang. Selanjutnya saya menyuruh teman-teman memanggil asisten kebun untuk bersama-sama melihat kondisi korban. Saat asisten dan teman-teman datang, kami langsung melihat korban dalam keadaan telungkup dan telanjang. Pada saat itu, kami tidak tau bahwa korban sudah meninggal,” katanya.
Sementara saksi Nasrun Dongoran mengatakan, korban sempat komplain dengan PT Nauli Sawit. Korban juga pernah dua kali bertengkar dengan terdakwa Rasmin Simatupang mengenai lahan (tanah) yang diklaim korban bahwa tanah tersebut adalah miliknya.

Sedangkan saksi Edon Regen Silaban mengaku mengetahui dari temannya bahwa korban Partahian Simanungkalit telah meninggal. Pada saat itu, dia ketemu dengan terdakwa MS sembari mengatakan, “kalian tunggu dulu di sini biar saya kasi tahu sama istrinya”. Akan tetapi lama ditunggu-tunggu, MS tak datang-datang. Usai mendengarkan keterangan saksi, sidang kembali dilanjutkan hingga Selasa depan (8/8) untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Sumber : (juniwan) Medan Bisnis Online, Sibolga


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Getaran Gempa Terasa di Nias dan Meulaboh

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Gugatan Joyo Dinilai Kabur