Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
31
Jul '06

Dari Visi “Menuju Bona Pasogit yang Indah dan Sejahtera” Hingga Mewujudkan Visi “Huta Mas”


Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ditetapkan berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Barat dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Propinsi Sumut. Peresmian Kabupaten Humbahas sekaligus pelantikan Pejabat Bupati Humbahas pertama Drs Manatap Simanungkalit dilaksanakan oleh Mendagri hari Senin 28 Juli 2003 di halaman Gubsu Medan. Jadi sesuai dengan undang-undang tersebut, hari Jumat 28 Juli 2006 Kabupaten Humbang Hasundutan genap berusia 3 tahun.Secara geografis Kabupaten Humbahas berada di tengah-tengah Sumut dan diapit lima kabupaten yaitu Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Taput dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Secara administrasi, Kabupaten Humbahas terdiri dari 10 kecamatan yaitu Kecamatan Doloksanggul sebagai ibu kota kabupaten, Lintongnihuta, Paranginan, Baktiraja, Pollung, Pakkat, Parlilitan, Tarabintang, Sijamapolang dan Onanganjang serta 1 kelurahan dan 117 desa.

Menurut sejarah, semasa pemerintahan penjajahan Belanda, salah satu afdeling di wilayah Keresidenan Tapanuli adalah afdeling Bataklen dengan ibukota Tarutung yang terdiri dari lima onder afdeling. Setelah kemerdekaan tepatnya tahun 1947, Kabupaten Tanah Batak dibagi menjadi empat Kabupaten yaitu Kabupaten Silindung ibukotanya Tarutung, Humbang ibukotanya Doloksanggul, Toba Samosir ibukotanya Balige dan Kabupaten Dairi ibukotanya Sidikalang. Kemudian tahun 1950 keempat kabupaten tersebut dilebur menjadi Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) seiring dengan terbentuknyaTapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Nias. Kabupaten Taput sebagaimana kabupaten induk Kabupaten Humbahas, dimana kabupaten induk tersebut terbentuk berdasarkan UU Darurat Nomor 07 Tahun 1956 yang mengatur tentang pembentukan daerah otonom kabupaten-kabupaten dalam lingkungan daerah Propinsi Sumut.

Kemudian tahun 1964 terbentuklah Kabupaten Dairi berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 1964 yang merupakan hasil pemekaran dari Taput. Dan selanjutnya berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1998 terbentuklah Kabupaten Toba Samosir dengan harapan mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya. Berdasarkan faktor historis dan keiinginan percepatan pembangunan dengan prinsip mendekatkan pelayanan kepada masyarakat maka idaman tersebut hari demi hari semakin mengkristal sehingga terbentuklah opini pembentukan Kabupaten Humbahas yang ber-embrio dari pembentukan panitia Kabupaten Humbang Hasundutan.

Dengan mempedomani UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah, maka semakin terbuka peluang untuk pembentukan Kabupaten Humbahas. Aspirasi masyarakat pembentukan Kabupaten Humbahas yang semakin mengkristal tersebut disambut baik dan difasilitasi oleh Pemkab Tapanuli Utara serta dukungan DPRD Taput yang kemudian memperoleh dukungan Gubernur Sumut.

Setelah Drs Manatap Simanungkalit dilantik menjadi pejabat Bupati Humbahas telah menetapkan tiga pilar pembangunan sebagai prioritas utama yaitu sektor pendidikan, sektor kesehatan dan sektor pertanian dengan visi “Menuju Bona Pasogit yang Indah dan Sejahtera”. Visi tersebut diadopsi dari kabupaten Tapanuli Utara ketika bupatinya dijabat Drs RE Nainggolan MM, Sektor pendidikan dengan komit untuk meningkatkan kwalitas SDM (sumber daya manusia) melalui sektor pendidikan mendasar, menengah dan kejuruan sejalan dengan falsafah masyarakat Batak “Anakkon Hi Do Hamoraon Di Ahu” yang tetap menjadi tekad dan hasrat untuk menyekolahkan anak hingga ke jenjang tertinggi.

Sektor kesehatan, pembangunan kesehatan ditujukan dalam rangka mewujudkan kwalitas dan derajat kesehatan masyarakat. Hanya manusia yang sehatlah yang dapat berkarya dan produktif serta meningkatkan angka usia harapan hidup masyarakat. Sektor pertanian, dengan memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan kehidupan masyarakat ke arah pemenuhan tingkat kesejahteraan yang semakin memadai.

Sedangkan misi yaitu menjadikan sektor pertanian dan industri kecil sebagai andalan perekonomian rakyat yang didukung oleh sektor pertambangan, energi dan pariwisata. Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan. Kemudian menciptakan kinerja Pemerintah Daerah yang efektif dan akomodatif serta iklim politik dan sosial budaya yang kondusif untuk mewujudkan aspirasi masyarakat.

Namun sayang, terobosan visi dan misi tersebut belum sempat berjalan sesuai dengan yang diharapkan karena Drs Manatap Simanungkalit MM menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurut Kabag Tata Pemerintahan Drs Onggung Silaban, Jumat (21/7) di ruang kerjanya bahwa alm Drs Manatap Simanungkalit MM meninggal, Senin 9 Agustus 2004 lalu pada selesai melaksanakan gotong-royong bersama masyarakat di Kecamatan Onanganjang. Kemudian besoknya, Selasa 10 Agustus 2004 Gubernur Sumut sewaktu itu T Rizal Nurdin menghunjuk dan menugaskan Drs BW Simamora Ak sebagai Pelaksana Tugas Harian (Plh) Bupati Humbahas sampai tanggal 28 Oktober 2004. Demi melanjutkan tugas pemerintahan tanggal 29 Oktober 2004 Gubsu menugaskan Sarlandy Hutabarat SH menjadi Plt Bupati Humbahas sampai 26 Agustus 2005. Pada bulan Juni 2005 dilaksanakan pilkada di Kabupaten Humbang Hasundutan dan sesuai dengan rekapitulasi dari KPUD Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi dengan pasangannya Drs Marganti Manullang memperoleh suara terbanyak. Kemudian 26 Agustus 2005 di gedung Tumorang Doloksanggul Drs Maddin Sihombing MSi dan Drs Marganti Manullang dilantik Gubsu menjadi Bupati dan wakil Bupati Humbahas.

VISI DAN MISI PEMKAB HUMBAHAS PERIODE 2005-2010

Setelah dilantiknya Drs Maddin Sihombing MSi dan Drs Marganti Manullang sebagai Bupati dan Wakil Bupati Humbahas defenitif lima tahun kedepan periode 2005-2010 tepatnya 26 Agustus 2005 lalu telah ditetapkan visi yaitu “Huta Mas” (Humbang Hasundutan menjadi Daerah yang Mandiri dan Sejahtera”. Dengan misi yaitu : a.Meningkatkan profesionalisme dan produktifitas kerja SDM. b. Menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance). c. Meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian. d. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan. e. Meningkatkan stabilitas politik dalam pembangunan. f.Meningkatkan iman dan taqwa.

Masyarakat mandiri dalam masyarakat yang mampu mewujudkan eksistensi kehidupan dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. Kemandirian disini dalam arti luas menyangkut segala aspek kehidupan dan akan tercermin dalam aturan kelembagaan, pranata-pranata dan nilai-nilai yang mendasarinya serta berkembang secara dinamis dalam berbagai aspek baik ekonomim, politik, sosial, budaya, keamanan dan ketertiban. Mandiri berarti pembangunan pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku pembangunan dilakukan melalui kemitraan, partisipasi dan pelayanan dengan mengoptimalkan sumber daya lokal guna terpenuhinya kualitas hidup masyarakat Kabupaten Humbahas yang mandiri.

Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa salah satu tujuan negara adalah memajukan kesejahteraan umum yang dalam pelaksanaannya mencakup keseluruhan kegiatan masyarakat dan pemerintah yang ditujukan untuk memberikan jaminan kehidupan yang layak bagi setiap warga negara baik lahiriah maupun batiniah. Oleh karena itu, program bidang kesejahteraan masyarakat pada visi ini akan mencakup keseluruhan aspek yang berhubungan dengan tuntutan kebutuhan lahiriah/jasmani maupun kebutuhan batiniah/rohani bagi seluruh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan.

Drs Maddin Sihombing dalam kunjungannya ke setiap kecamatan selalu mengungkapkan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan yang masih berumur tiga tahun menyimpan banyak peluang sekaligus tantangan yang perlu ditangani secara arif dan bijaksana. Putra kelahiran Desa Parulohan Kecamatan Lintongnihuta itu optimis, bahwa Kabupaten Humbahas kelak akan berkembang dengan baik. Bila prasarana dan sarana infrastruktur, sumber daya manusia dan lembaganya tersedia dengan baik maka ke depan Kabupaten Humbahas akan bisa cepat berkembang menyusul daerah-daerah lain yang ada di Propinsi Sumut. Humbahas memang merupakan daerah yang potensial untuk berkembang, apalagi dengan dimulainya pembangunan di segala bidang. Namun semua itu, dalam memajukan pembangunan harus didukung seluruh lapisan masyarakat.

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Sektor pendidikan merupakan prioritas utama di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kesejahteraan suatu wilayah dapat diukur dari sektor pelayanan yang diberikan Pemerintah Daerah, dalam hal ini termasuk didalamnya sektor pendidikan. Di Kabupaten Humbahas, kelengkapan fasilitas pendidikan ditunjukkan dengan keberadaan sarana pendidikan yang ada mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), SD sampai ke SLTA. Permasalahan yang dihadapi bahwa kualitas tenaga kependidikan masih rendah. Ruang kelas untuk proses belajar mengajar sudah banyak yang rusak. Jumlah ketersediaan guru untuk semua tingkatan pendidikan masih belum terpenuhi termasuk kebutuhan meubiler. Fasilitas untuk mendukung kualitas pendidikan seperti perpustakaan dan alat-alat laboratorium masih minim. Daya tampung belum terpenuhi khususnya di tingkat SMP dan SLTA.

Permasalahan kesehatan yang merupakan kebutuhan pokok setiap orang adalah kebutuhan dasar yang harus dapat diusahakan pemenuhannya agar tingkat derajat kesehatan masyarakat semakin baik. Dari kondisi objektif mengenai kesehatan masyarakat termasuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah dirasakan masih perlu peningkatan. Karena disamping belum adanya jaminan pemerataan pelayanan kesehatan khusus bagi masyarakat di pedesaan juga bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang lebih berorientasi pada bisnis daripada pelayanan sosial. Permasalah yang dihadapi bahwa sarana dan prasarana kesehatan masih kurang memadai. Jumlah tenaga medis untuk melayani masih kurang dibanding jumlah masyarakat yang dilayani. Kurangnya kesadaran akibat rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan. Kualitas tenaga medis belum memenuhi standard pelayanan kesehatan.

Permasalahan-permasalahan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yaitu rendahnya produktifitas dan mutu komoditas pertanian dan perkebunan. Kurangnya modal petani untuk mengolah lahan pertaniannya sehingga masih banyak lahan kosong yang belum diolah. Luas kepemilikan lahan pertanian yang sempit. Harga produksi pertanian yang rendah di tingkat petani. Populasi ternak besar yang masih sedikit dan belum tersedianya balai benih ikan. Sektor infrastruktur, masih banyak kondisi jalan negara dan propinsi yang masih memprihatinkan seperti jurusan Onanganjang-Pakkat, ruas jalan Doloksanggul-Parlilitan hingga Kecamatan Tarabintang. Banyaknya ruas jalan kabupaten dan poros desa yang kondisinya rusak berat. Masih minimnya dana pemeliharaan jalan kabupaten, banyaknya jaringan irigasi yang rusak berat. Kurangnya sarana air minum bersih dan banyaknya lahan sawah yang belum terjangkau jaringan irigasi.

Permasalahan yang dihadapi sektor ketenagakerjaan bahwa pertumbuhan tenaga kerja baru tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Rendahnya keterampilan angkatan kerja serta lapangan kerja yang terbatas. Permasalahan di sektor kehutanan bahwa keberhasilan reboisasi dan konservasi sumber daya hutan masih rendah dan bertambahnya luas lahan kritis akibat perambahan hutan. Sektor industri, koperasi dan usaha kecil menengah (UKM), permasalahan yang dihadapi rendahnya investasi di sektor industri ke Kabupaten Humbang Hasundutan. Ketersediaan bahan-bahan baku untuk kebutuhan industri kecil belum terpenuhi. Rendahnya kualitas SDM yang bergerak di bidang usaha mikro. Keterbatasan terhadap akses modal, teknologi, pasar dan informasi serta pembinaan koperasi yang belum maksimal.

Sektor Pariwisata dan SDM, permasalahannya dimana potensi pariwisata belum dikelola secara maksimal seperti objek wisata Sipinsur di Desa Pearung Kecamatan Paranginan. Sementara itu potensi sumber daya alam belum dikelola secara maksimal termasuk objek wisata di Baktiraja. Permasalahan yang dihadapi di sektor pelayanan umum, rendahnya kualitas dan kuantitas aparatur. Sarana dan prasarana perkantoran yang terbatas. Tapal batas kabupaten yang belum jelas. Labilnya tanah sehingga sering terjadi bencana alam tanah longsor serta terbatasnya jaringan telekomunikasi.

Secara topografi, kondisi Kabupaten Humbang Hasundutan datar, berbukit dan bergelombang. Datar dengan luas 26.095 hektar, landai 45.960 hektar, miring 99.368 hektar dan terjal seluas 62.110 hektar serta berada pada ketinggian 330-2.037 m/Dpl. Sedangkan curah hujan 2.309 mm/thn tropis yaitu sejuk dan dingin. Secara domografi, jumlah penduduk Humbahas sebanyak 155.222 jiwa dengan perincian laki-laki 77.838 orang, perempuan 77.384 orang. Sedangkan kepadatan penduduk 66 jiwa/km dengan mata pencaharian mayoritas petani.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih senantiasa melindungi dan memberikan hikmah kebijaksanaan kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Humbahas serta tetap berada dalam suasana kedamaian, persaudaraan dan kesejukan agar terus dapat melanjutkan tugas pengabdian di masa depan…Dirgahayu Kabupaten Humbang Hasundutan III. Horas……!!!!

Oleh Rukmunal Hakim Siregar SH, Wartawan SIB
Sumber : (e) Harian SIB


Ada 3 tanggapan untuk artikel “Dari Visi “Menuju Bona Pasogit yang Indah dan Sejahtera” Hingga Mewujudkan Visi “Huta Mas””

  1. Tanggapan Abidal Simamora:

    Seiring dengan program pemerintah yang mengembangkan bahan bakar nabati(BBN) seperti bioethanol,biodiesel untuk meng-convert BBM maka akan dikembangkan minyak dari buah pohon jarak yang akan dijadikan minyak sebagai pengganti minyak diesel maka sudah sebaiknya dari sekarang pemda di Humbanghas dan pemda di tapanuli yang lain dari sekarang memikirkan penanaman pohon jarak melihat daerah ini sangat berpotensi untuk itu(banyak tanah “Tarulang”).Seingat saya waktu SD di Doloksanggul pernah digalakkan penanaman pohon jarak dan cukup bagus cepat tumbuh dan menghasilkan.

  2. Tanggapan Togar Silaban:

    Selamat ulang tahun HUMBANGHAS, (meski agak telat), semoga tantangan yang besar dapat dihadapi dengan baik. Dari jauh pangaranto berharap semoga bona pasogit Humbanghas dapat sejajar dengan daerah yang lain. Pekerjaan besar menunggu, hambatan juga banyak, tapi optimisme dan doa akan dapat mengatasi semua persoalan. Keep on right track, go ahead Humbanghas, bravo.

  3. Tanggapan Lumongga:

    Horas ma di hita sassudena..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » ‘Horjabius’: Lake Toba, Sumatra, Indonesia
Artikel selanjutnya :
   » » Kabut Asap Ganggu Lalu Lintas Jalintim Pelembang-Lampung