Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
27
Jul '06

PT MAS Ajukan Adendum ke Pemko Medan, Tak Ada Mall di City Hall


Pembangunan proyek City Hall dipastikan mengalami perubahan. Dari rencana semula membangun mall dan hotel berbintang lima, pihak pengembang, PT Multi Arta Semesta (MAS) hanya akan membangun hotel berbintang lima di lokasi yang terletak bersebelahan dengan Kantor Walikota Medan dan Bank Indonesia itu.

Keterangan yang diperoleh wartawan Rabu (26/7), pengembang telah mengajukan permohonan addendum MoU dengan Pemko Medan. Permohonan ini mau tidak mau harus dilakukan. Soalnya, selain terjadi perubahan peruntukan dari hotel dan mall menjadi hotel saja, juga karena batas waktu penyelesaian proyek yang ditetapkan selama tiga puluh bulan terhitung Februari 2004 dipastikan tidak terpenuhi.

General Affair PT Multi Arta Semesta, Drs Enrico Silaban membenarkan pihaknya tengah mengurus addendum MoU dengan Pemko. “Kami beberapa kali melakukan pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Medan untuk mewujudkan addendum,” ucapnya.

Dia mengaku, pembangunan mall dibatalkan. Ini berkaitan dengan keberatan dari pihak Bank Indonesia. Soalnya, lokasi pembangunan bersebelahan langsung dengan bank itu. “Ini menimbulkan kekhawatiran dari pihak Bank Indonesia,” ungkap Enrico.

Menyinggung soal materi addendum yang dimohonkan PT MAS kepada Pemko Medan, Enrico enggan berterus-terang. Dia hanya menyarankan lebih baik hal ini ditanyakan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Medan.

Kepala Bappeda Medan, Ir Harmes Joni MSi saat ditemui tidak berada di tempat. Ajudannya mengatakan Harmes ikut dengan Sekda Drs H Afifuddin Lubis ke Jakarta. Sedangkan Kabid Fisik Bappeda Ir Makmur Sinaga yang memang menguasai persoalan menutup mulut. “Saya tidak berani melangkahi Pak Harmes,” katanya.

Tersandung BI
Awalnya City Hall diharapkan bisa menjadi salah satu proyek kebanggaan warga Medan. Sebaik MoU antara PT Mas dan Pemko terjalin pada 2004, kabar pembangunan pusat bisnis itu pun tersiar luas.

Peletakan batu pertama dilakukan 7 Oktober 2004. Albert Kang yang waktu itu masih menduduki kursi Dirut PT MAS menargetkan, bangunan bertingkat 16 ini selesai pada 2006.Investasi yang ditanamkan untuk merampungkan pusat bisnis, hotel dan balai pertemuan ini sekitar Rp 180 miliar.

Sarana ini juga dilengkapi Deli River Cafe yang dibangun di atas bantaran sungai Deli menghubungkan City Hall Town Square dengan kantor Walikota Medan.

Tapi harapan warga Medan untuk menikmati proyek impian menjadi kabur. Soalnya pihak Bank Indonesia keberatan akan pembangunan City Hall. Alasannya, City Hall “mengancam” keamanan Bank Indonesia.

Keberatan ini dinyatakan Miranda Gultom yang waktu itu menjabat Deputy Gubernur Bank Indonesia melalui surat kepada PT MAS dan Pemko Medan.

Sumber : (Teja purnama) Global, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.