Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
26
Jul '06

Pada Prinsipnya, Bupati dan Wakil Bupati Humbahas Dukung Pembentukan Propinsi Tapanuli


Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi dan wakilnya Drs Marganti Manullang didampingi Plt Sekda Martuaman S Silalahi SH mengungkapkan, pada prinsipnya sangat mendukung terbentuknya Propinsi Tapanuli demi kemakmuran rakyat luas. Bupati Humbahas berharap dengan terbentuknya Propinsi Tapanuli keuntungannya supaya lebih besar dari pada ruginya.

Hal itu diungkapkan Bupati Humbahas saat menerima kunjungan Sekum Panitia Pemrakarsa Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir Hasudungan Butar-butar MSi dan Sanco Manullang ST MT, Senin (24/7) di ruang kerja Bupati Humbahas. Sebelumnya, kedua Panitia Pemrakarsa pembentukan Propinsi Tapanuli itu berkunjung ke ruang kerja Wakil Bupati Humbahas.

Maddin Sihombing juga memaparkan bahwa keputusan yang diambil Pemkab Humbahas dalam merekomendasikan dukungan pembentukan Propinsi Tapanuli adalah secara kolektif. Dalam pembicaraan itu kalau alasan mengenai pembentukan Propinsi Tapanuli karena melihat dari segi pelayanan terhadap masyarakat memang ada benarnya. Tapi walaupun demikian harus benar-benar dicermati dan disikapi. Kalau hal itu tidak disikapi dengan hati-hati justru malah bisa menjadi masalah besar di kemudian hari.

Kalau potensi yang ada di kawasan Tapanuli bisa digali dan dipergunakan khususnya sektor pariwisata dan pertanian dengan sangat sungguh-sungguh, tentu pembentukan Propinsi Tapanuli bukan hanya impian tapi kenyataan. Maddin Sihombing mengakui bahwa masalah sumber daya manusia di Tapanuli tak perlu diragukan lagi dan sangat setuju Propinsi Tapanuli dibentuk tapi walaupun demikian segenap komponen masyarakat harus cermat, jangan hanya semangat tanpa memikirkan akibatnya.

Sementara, Marganti Manullang menjelaskan kalau memang Propinsi Tapanuli harus dibentuk, maka intinya harus ada kemampuan daerah untuk membiayai dirinya sendiri dan itu persyaratan paling utama. Pemkab Humbahas pada prinsipnya sangat setuju pembentukan Propinsi Tapanuli. “Bila kita cermati dari segi pariwisata, kawasan Danau Toba bila dibenahi Propinsi Tapanuli bisa lebih maju dari propinsi lain. Dari segi budaya juga sangat menunjang karena tidak hanya keindahan natural semata saja membuat para wisatawan dapat berkunjung dan betah tinggal di kawasan Tapanuli tetapi juga termasuk keramahtamahan masyarakat itu sendiri. Jangan nantinya muncul istilah orang Batak Sala Mandasor Sega Luhutan.” kata Marganti Manullang.

Ir Hasudungan Butar-butar menginformasikan bahwa cita-cita pembentukan Propinsi Tapanuli sudah sejak dulu pernah dibicarakan. Kalau dilihat dari sejarah Keresidenan di tanah air, tinggal Keresidenan Tapanuli lah yang belum propinsi. Secara logika, Propinsi Sumatera Utara sudah teramat luas dipimpin seorang Gubernur. Mungkin dalam benak masyarakat selalu muncul pertanyaan dari mana nantinya pemasukan dan pendapatan bila Propinsi Tapanuli mengingat setiap kabupatan di wilayah Tapanuli masih tergolong daerah minus. Anggapan seperti itu menurut Hasudungan Butar-butar tidak mendasar. Justru dengan dibentuk Propinsi Tapanuli sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap penggalian objek-objek yang selama ini terkesan terabaikan.

Hasudungan menambahkan, supaya keputusan rekomendasi Propinsi Tapanuli kolektif, direncanakan, Selasa (25/7) Bupati dan Wakil Bupati Humbahas akan menyurati seluruh camat, tokoh adat termasuk LADN, tokoh agama, perwakilan setiap kecamatan untuk membicarakan pembentukan Propinsi Tapanuli. Dan bila Tuhan menghendaki maka setelah selesai HUT ke-3 Kabupaten Humbang Hasundutan tepatnya 28 Juli 2006, rekomendasi dukungan pembentukan Propinsi Tapanuli telah siap dirampungkan. Sekedar mengingatkan, bahwa jauh sebelumnya DPRD Humbahas dengan ketuanya Bangun Silaban SE sudah merekomendasikan pembentukan Propinsi Tapanuli melalui rapat paripurna.

Di sisi lain, Bupati, Wakil Bupati dan Sekdakab Humbahas dengan tim Pemrakarsa Pembentukan Propinsi Tapanuli juga membicarakan hal-hal yang menyangkut kondisi tanaman di wilayah Humbang Hasundutan karena kondisi musim kemarau. Pembantu Dekan III Fakultas Pertanian USU itu mendapat kabar, bahwa ada desa di kabupaten Humbahas dilanda kekeringan sehingga masyarakat yang ingin membutuhkan air bersih harus membeli dari kecamatan lain.

Sumber : (RHS/i) Harian SIB, Dolok Sanggul


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.