Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
18
Jul '06

Mosi Tidak Percaya SP Jamsostek Tidak Wakili Seluruh Pekerja


Mosi tidak percaya yang disampaikan Ketua Serikat Pekerja Jamostek (SPJ) Abdul Latief kepada Dirut Jamsotek Iwan P Pontjowinoto dinilai tidak mewakili seluruh pekerja di PT Jamsostek. Hanya 50 dari 3.000 pekerja yang menandatangani mosi itu.

“Mosi tersebut tidak mewakili seluruh pekerja. Menurut investigasi yang kami lakukan, hanya 50 pekerja yang ikut menandatangani dan hanya 2 Kanwil dari 8 Kanwil yang ikut menandatangani yaitu Kanwil II dan Kanwil IV,” kata Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu FX Arief Poyuono dalam jumpa pers di sebuah kafe, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Selasa (18/7/2006).

Arief menduga telah terjadi politisasi dalam tubuh SPJ sehingga SPJ menyimpang dari fungsi aslinya sebagai kontrol sosial yang berpihak kepada pekerja atau buruh.

“Serikat buruh kan fungsinya sosial kontrol. Tapi sekarang yang dipersoalkan malah posisi pimpinan. Ini berarti sudah ada politisasi, apalagi setelah kita runut, direksinya memang ada yang anggota parpol dan DPR,” ujar Arief.

Disampaikan dia, jika politisasi terus berlanjut dikhawatirkan kinerja dari PT Jamsostek akan menurun dan secara otomatis akan merugikan FSP BUMN Bersatu yang juga merupakan anggota Jamsostek.

“Kita punya dua kepentingan di sini. Pertama sebagai anggota SP dan kedua sebagai anggota Jamsostek. Kalau kinerja mereka turun, keuntungan juga akan menurun. Secara otomatis keuntungan mereka juga turun,” jelasnya.

Selanjutnya FSP BUMN Bersatu akan melayangkan surat somasi kepada Ketua SPJ jika dalam waktu seminggu tidak ada itikad baik.

Sementara itu Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban mengatakan, pihaknya belum berencana melayangkan surat somasi atau gugatan. Namun dirinya akan bertemu dengan Dirut Jamsostek Iwan Pontjo guna menyelesaikan kemelut ini.

“Yang penting jangan sampai kericuhan dalam PT Jamsostek berdampak pada pelayanan ke masyarakat,” ujar dia.

Sumber : (san/Rita Ayuningtyas) detikcom, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.