Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Jul '06

Serikat Buruh Laporkan Dugaan Korupsi di Jamsostek


Satu lagi, perusahaan BUMN dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Kemarin, sekitar 30 orang dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) melaporkan dugaan penyimpangan di PT Jamsostek.

Ketua Umum KSBSI, Rekson Silaban mengungkapkan Direktur Utama PT Jamsostek Iwan Prijono Pontjowinoto telah melanggar praktek lama PT Jamsostek yang selama ini selalu memberikan bunga Jaminan Hari Tua (JHT) lebih tinggi daripada bunga deposito umum. ‘’Kebijakan tersebut telah merugikan peserta Jamsostek sebesar Rp288 miliar per tahun,’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, Dirut PT Jamsostek yang juga mantan konsultan investasi tersebut mengalihkan dana JHT tersebut ke perhitungan laba rugi PT Jamsostek. ‘’Uang tersebut tidak dikorupsi tapi dialihkan sehingga Jamsostek seakan mendapat keuntungan besar pada tahun 2005 dan kinerjanya dianggap bagus,’’ tambahnya.

Dijelaskannya, dengan pengurangan tersebut jumlah JHT yang dibayarkan setelah masa pensiun akan berkurang. Pada tahun 2005, bunga JHT peserta Jamsostek sebesar 8 persen, lebih rendah dari bunga bank sebesar 9,2 persen. Padahal pada tahun 2004, bunga JHT sebesar 8,5 persen lebih besar dari bunga bank sebesar 6,5 persen. Sedangkan laba bersih pada tahun 2005 sebesar Rp640 miliar, lebih besar 54 persen dari laba tahun sebelumnya yakni Rp 415 milyar. ‘’Ini akan merugikan para pekerja, padahal pekerjalah kontributor utama Jamsostek,’’ tambahnya.

Selain itu, tambahnya, KSBSI juga menuntut kasus pengadaan IT yang saat ini memasuki proses penyidikan oleh Kejaksaan Agung, segera dipercepat prosesnya. ‘’Sudah hampir satu tahun kasusnya dilaporkan tapi tidak jelas siapa terdakwanya,’’ ungkapnya.

Ditambahkannya, laporan KSBSI kepada KPK dilatarbelakangi hal tersebut. ‘’Kami minta KPK membantu mempercepat kasus tersebut dan menyelidiki kasus-kasus dugaan penyelewengan lain yang ada di Jamsostek,’’ ungkap Rekson.

Ditambahkannya, Iwan P Pontjowinoto menagihkan bukti transaksi seperangkat alat komputer senilai Rp18,9 juta bertanggal 16 Maret 2005, padahal ia baru diangkat sebagai Dirut Jamsostek pada April 2005. Selain itu, Iwan juga memerintahkan membeli 2 mobil baru yakni Nissan Terrano dan Toyota Kijang Innova.

‘’Padahal tidak ada angagran untuk itu,’’ tambahnya. Rekson mengungkapkan penyimpangan di PT Jamsostek, terutama permasalahan JHT berimplikasi pada pelayanan Jamsostek kepada para anggotanya.

Sumber : (ein/jpnn) Riau Pos


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » PT Jamsostek Naikkan 1,5% Bunga Jaminan Hari Tua
Artikel selanjutnya :
   » » Rev DR MH Siburian Terpilih Jadi Ketua GPI yang Baru