Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Jul '06

Portofolio Investasi PT Jamsostek Rp 40,18 Triliun



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Nilai portofolio investasi PT Jamsostek (Persero) hingga triwulan pertama 2006 sebesar Rp40,18 triliun. Sementara itu perolehan laba bersih Rp427,47 miliar.Demikian dikatakan Direktur Investasi PT Jamsostek Iskandar Z Rangkuti kepada wartawan di Jakarta, Jumat 14 Juli. Hadir pada acara itu antara lain Direktur Umum dan SDM Andi Achmad, Direktur Operasi dan Pelayanan Tjarda Muchtar, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Acep Jayaprawira.

Rangkuti menjelaskan, portofolio investasi tersebut berada di deposito Rp19,1 triliun (47 persen), obligasi Rp16,5 triliun (42 persen), saham Rp3,3 triliun (8,5 persen), reksadana Rp517 miliar atau 1,33 persen. Sedangkan sisanya di properti dan penyertaan Rp650 miliar atau 1,6 persen.

Khusus investasi di pasar modal, investasi tersebut hanya ditempatkan pada saham-saham unggulan atau yang masuk dalam saham LQ-45 (45 saham likuid). Sedangkan investasi di obligasi, juga pada obligasi yang memiliki rating minimal A minus atau pada obligasi yang diterbitkan pemerintah.

Hingga triwulan pertama 2006, kata Rangkuti, keuntungan dari hasil investasi tersebut telah mencapai Rp1,823 triliun. Hasil investasi tersebut menjadi bagian peserta jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp1,4 triliun, dan sisanya Rp4,23 miliar pada non JHT.

Sedangkan laba bersih hingga triwulan pertama 2006 mencapai Rp427,47 miliar. Sementara total aset Rp41,517 triliun atau meningkat dibanding akhir tahun lalu yang Rp37 triliun.

* Naikkan Bunga JHT

Rangkuti menyatakan mulai Juli-Desember 2006 PT Jamsostek menaikkan bunga JHT dari 8,5 persen menjadi 10 persen. Sedangkan untuk saldo JHT tetap diberikan bunga 10 persen sepanjang 2006.

Pernyataan itu sekaligus membantah adanya tuduhan yang menyatakan bunga JHT lebih kecil dari deposito perbankan. PT Jamsostek, kata dia, tidak mungkin menurunkan bunga JHT hanya untuk memasukkan selisih bunga tersebut dalam keuntungan perusahaan.

“Tuduhan tersebut itu tak benar. Tuduhan itu tidak ada dalam temuan BPK,” kata Rangkuti.

Ia menambahkan justru sebaliknya, PT Jamsostek mengalihkan 50 persen dari keuntungan investasi non JHT ke dana cadangan JHT. Dana tersebut diperuntukkan jika perusahaan tak bisa memenuhi kewajibannya memberikan bunga JHT sesuai kesepakatan.

Sebagai contoh, pada 2005 perusahaan terpaksa menyisihkan Rp42 miliar dana cadangan JHT untuk membayarkan bunga JHT sesuai kesepakatan 8,5 persen. “Bunga JHT 8,5 persen itu lebih besar dibandingkan bunga deposito perbankan selama 2005 yang sebesar 7,25 persen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban melaporkan Dirut PT Jamsostek ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penurunan bunga JHT peserta Jamsostek.

Menurut Rekson, penurunan bunga JHT peserta Jamsostek pada 2005 menjadi lebih rendah dari bunga deposito bank telah merugikan peserta jamsostek Rp288 miliar. “Jamsostek sengaja mengurangi manfaat JHT agar terlihat PT Jamsostek mendapat keuntungan besar pada 2005, padahal keuntungan itu didapat dari pengalihan dana manfaat JHT dalam pos laba.”

Rekson mengatakan, pada 2002 Jamsostek memberikan bunga JHT sebesar 12 persen atau lebih besar dibanding bunga bank yang 11,5 persen. Pada 2003 bunga JHT sebesar 12 persen atau sama dengan bunga bank. Dan pada 2004 bunga JHT 8,5 persen, lebih tinggi dibanding bunga deposito yang sebesar 6,5 persen.

Namun, pada 2005, atas kebijakan Iwan P Pontjowinoto, Jamsostek memberikan bunga JHT 8 persen, sedangkan bunga bank 9,2 persen. Kebijakan itu merugikan peserta Rp288 miliar dari yang seharusnya Rp2,637 triliun menjadi Rp2,339 triliun.

Sumber : (int) Fajar Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Target Jamsostek Harus Kesejahteraan Peserta, Bukan Keuntungan Investasi

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Synode Besar Gereja Pentakosta Indonesia Dibuka di P Siantar