Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Jul '06

Duit Jaminan Hari Tua Diduga Diselewengkan


Kursi panas Dirut Jamsostek Iwan P Pontjowinoto tiada henti-hentinya digoyang. Setelah disuruh mundur oleh SPJ, kini dia dituding terbelit bunga duit Jaminan Hari Tua (JHT).

MUNCULNYA dugaan penyele­wengan duit JHT di Jamsostek, diungkapkan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban setelah mendatangi Gedung Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK), Kamis kemarin. Rekson membawa se­ge­pok data yang mengin­dikasikan telah terjadi penyimpangan atas bunga JHT dan asuransi para pe­serta Jamsostek. Menurutnya, dirut Jamaostek patut diduga melakukan penyimpangan dengan menu­run­kan bunga JHT yang selama tiga ta­hun di atas bunga deposito bank.

Rekson memprediksi, akibat hal tersebut peserta Jamsostek harus rela menanggung kerugian sampai Rp 288 miliar. Jamsostek juga diduga telah mengalihkan manfaat JHT ke pos laba. Sehingga, laporan keuangan Jamsostek pada 2005 menjadi terlihat sukses karena ber­hasil mengeruk keuntungan berli­pat. “Kebijakan menurunkan bunga JHT dari 9,2 persen menjadi 8 per­sen, sangat merugikan peserta Jamsostek. Ini mencurigakan,” kata Rekson Silaban di Gedung KPK.

Dia mengatakan, sejak‘2002 sam­pai 2004, bunga JHT selalu berada di atas bunga deposito bank. Misalnya, pada 2003 besarnya sangatlah fluaktif yaitu 12 persen, 11,5 persen, 12,5 persen, 12 persen. Pada 2004 mencapai 8,5 persen, 6,5 persen. Anehnya, pada 2005 bunga deposito justru lebih rendah yaitu 8 persen, 9,2 persen.

Selain melaporkan temuannya ke KPK, KSBSI juga mendesak Ke­jak­saan Agung untuk mengusut bebe­rapa proyek di Jamsostek yang ber­bau penyelewengan. Misalnya, ada­nya dugaan korupsi dalam pem­belian server teknologi infor­masi (TI), komputer dan kendaraan dinas.

Atas laporan KSBSI itu, Iwan Pontjo ketika dihubungi Rakyat Mer­deka, kemarin tidak mengang­kat pon­sel­nya. Bagitupun dengan SMS yang dikirimkan, juga tidak direspons.

Sebelumnya, Ketua Umum Seri­kat Pekerja Jamsostek Abdul Latief Algaff juga mendesak Iwan Pontjo mundur dari jabatannya sebagai Dirut PT Jamsostek. Latief, men­cium aroma tak sedap di bawah ke­pe­mimpinan Iwan. Di antaranya Iwan dianggap telah biang kerok terjadi disharmonisasi antar direksi dan karyawan. Selain itu, Latief menduga telah terjadi korupsi da­lam pengadaan teknologi informasi (TI).

Selain mendapat laporan dugaan penyelewangan duit JHT oleh Dirut Jamsostek, KPK juga tengah menelisik adanya dugaan korupsi dalam penjualan tiket domestik di perusahaan penerbangan negara, Garuda. Kemarin, KPK sudah memeriksa bekas Vice President Revenue Management Agus prijanto. Dalam pemeriksaan lebih dari 10 jam itu, Agus yang sekarang masuk jajaran direksi Garuda, wajahnya terlihat capek.

Ketika ditanya wartawan, Pri­janto mengaku tidak tahu-menahu dalam kerjasama BUMN pener­bangan dengan bank settlement plan (BSP)—bank yang bertugas mengumpulkan hasil penjualan tiket domestik dari para agen sejak 2001. “Kalau soal BSP, nantilah. Saya nggak mau menjelaskannya sepotong-sepotong, nanti malah salah,” ucapnya.

Diketahui pihak manajemen Garuda telah menyerahkan laporan tentang banyaknya dugaan pe­nye­lewengan di BUMN yang tengah “dilanda” utang itu. Mulai kasus dugaan adanya indikasi penyele­wengan duit penjualan tiket do­mestik yang melibatkan bank (bank settlement plan) sampai urusan pengelolaan dana Yayasan Kese­jahteraan Pegawai Garuda (YKPG) yang diduga merugi ka­rena dialo­kasikan untuk mem­borong reksa­dana. Demikian pula kasus outstanding SBU Kargo Garuda Indonesia senilai 1,4 juta dolar AS dan Rp 74 juta, serta pem­belian pesa­wat Airbus A-370 yang terindikasi adanya mark up.

Sumber : (RM/IP) Rakyat Merdeka


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » PT Jamsostek Naikkan Bunga JHT Jadi 10 Persen
Artikel selanjutnya :
   » » PT Jamsostek Naikkan 1,5% Bunga Jaminan Hari Tua