Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
13
Jul '06

Tukar Terdakwa Bayar Rp 2 Juta


Kasus KM Mashita benar-benar banyak masalah. Selain Penyidik PNS Kehutanan, Silaban, mengganti barang bukti, tercium juga indikasi tukar menukar terdakwa.

Terciumnya indikasi tersebut ketika Heriyanto, terdakwa, mengaku mendapat imbalan Rp 2 juta per bulan. Syaratnya ia yang mesti menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan kayu tersebut.

Temuan indikasi tersebut berkat kejelian dari majlis hakim yang diketuai Yoserizal. Hakim menemukan perbedaan pemilik Surat Keterangan Kecakapan (SKK) dengan terdakwa.

Meski sama-sama bernama Heriyanto, namun hakim menemukan terdapat perbedaan foto yang tercantum dalam SKK dengan Heriyanto yang dijadikan sebagai terdakwa. “Sebenarnya SKK ini punya siapa,” papar Yoserizal kepada Heriyanto.

Heriyanto mengaku jika SKK tersebut bukan miliknya. Namun milik Heriyanto lain yang sebenarnya berada dalam kapal saat terjadi penangkapan.

Setelah sempat berkilah, akhirnya Heriyanto mengangaku jika ia diminta sebagai terdakwa. Ia akan mendapatkan imbalan Rp 2 juta per bulan jika mau menanggung kasus penyelundupan tersebut. “Alasan ekonomi Pak. Adik saya masih sekolah. Saya akan dibayar Rp 2 juta per bulan,” terang Heriyanto.

Bahkan ia mengaku telah menerima imbalan untuk kali pertama. Uang tersebut diberikan langsung kepada keluarganya. Sementara imbalan berikutnya baru akan diterima, Kamis (20/7) nanti.

Hanya saja hakim tidak menanyakan siapa yang membayar Heriyanto agar mengaku sebagai nakhoda. Sementara Heriyanto sendiri juga mengaku tidak terdapat paksaan saat mengaku sebagai nakhoda.

Bahkan saat memberikan kesaksian kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heriyanto secara terang-terangan mengaku sebagai nakhoda. Ia juga menandatangi berkas penyidikan tersebut.

Kesaksian Jhon Heri selaku penangkap menyatakan saat penangkapan ia meminta agar nakhoda KM Mashita turun dan membawa dokumen kapal. Saat itu Heriyanto yang menjadi terdakwa inilah yang datang dan membawa dokumen.

Sumber : (ath) Tribun Batam, Karimun


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dirut Jamsostek Dituding Rugikan Buruh Rp 288 Miliar
Artikel selanjutnya :
   » » Hakim Merasa Kena Tipu