Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
13
Jul '06

Silaban Mengaku BB dan Terdakwa Palsu


* Sidang Kasus KM Masita

Sidang kasus KM Masita mencapai babak penting setelah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan Kabupaten Karimun H Silaban yang ditampilkan sebagai saksi mengakui barang bukti (BB) yang ditunjukkannya palsu. Sementara, persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun (TBK), Rabu (12/7) itu, mendapati pemalsuan bukan hanya pada BB tetapi juga terdakwa.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yoserizal SH dan dua hakim anggota masing-masing Chairil Anwar SH dan Santosa SH, saksi H Silaban terus berkelit mengenai perbedaan BB di tempat penyimpanan PPNS Kehutanan di Teluk Sitimbul dengan di BAP. Yoserizal SH sempat dengan nada tinggi mengatakan saksi bohong karena terus berkelit dan mengancamnya akan mengenakan pasal pemberian keterangan palsu.

Tak kuasa didesak demikian, Silaban akhirnya mengaku. Dia mengatakan BB yang asli sudah dibawa kabur pemiliknya. Silaban beralasan dia memberikan ijin pada pemilik KM Masita untuk membawa pergi kapal itu guna diperbaiki, tetapi ternyata BB tersebut tak pernah dikembalikan.
“Sejak kapan BB bisa dikembalikan oleh penyidik ke pemiliknya. Setahu saya semua BB dari Kehutanan dirampas untuk negara, tidak satupun yang dikembalikan pada pemiliknya,” sembur Yoserizal yang geram dengan penjelasan Silaban.

Silaban mengatakan BB dan terdakwa yang diajukan berbeda dengan yang diserahkan TNI AL selaku pihak penangkap pada 6 Januari lalu. BB dan terdakwa itu diganti pada bulan Maret. Sedangkan terdakwa yang diajukan bukan nakhoda tetapi juru mudi.
Sementara itu, terdakwa juga sempat berusaha bersikeras pada hakim jika dirinya adalah Heriyanto sang nakhoda yang sebenarnya. Namun setelah terdesak oleh pengakuan Silaban, terdakwa mengakui sebagai juru mudi KM Masita.

“Saya mau melakukan ini disebabkan karena desakan ekonomi untuk membiayai adik saya sekolah. Dengan mau berbuat begini saya dibayar Rp2 juta setiap tanggal 20,” ujarnya setelah tidak bisa berkelit lagi.
Dengan terungkapnya fakta baru ini, Jaksa Penuntut Umum berencana menghadirkan ABK lain yang mau memberikan kesaksian bahwa Heriyanto yang dimaksud bukanlah orang yang duduk di kursi pesakitan. Sidang kembali akan dilanjutkan pada 26 Juli dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

Sumber : (sm/hm) Sijori Mandiri, Karimun


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Silaban Ngaku Kelabui Majelis Hakim
Artikel selanjutnya :
   » » Dirut Jamsostek dan Mantan Dirut PJKA Diadukan ke KPK