Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
11
Jul '06

Pengaruh Budaya, Angka Kelahiran di Samosir Masih Tinggi


Dari pendataan keluarga akan diketahui berapa jumlah penduduk Samosir sebenarnya. Data sementara mencatat 26.000 KK penduduk di Kabupaten Samosir. Pendataan ini juga akan mencatat tingkat kesejahteraan penduduk sehingga data yang jelas terkait dengan berapa persen penduduk Samosir yang hidup dalam kemiskinan. Dari data yang ada di Dinas catatan Sipil ternyata angka kelahiran di Samosir masih tinggi.

Hal itu dikatakan Kadis Catatan Sipil, Kependudukan dan KB Kabupaten Samosir Feber Gultom kepada Bupati Samosir Mangindar Simbolon Senin (10/7), dalam rangka pencanangan pendataan keluarga Tahun 2006. Saat ditanya SIB apa penyebab faktor tingginya angka kelahiran di Samosir, Feber mengatakan hal itu pengaruh budaya Batak “Maranak Sampulu Pitu Marboru Sampuluh Onom” atau Banyak anak banyak rezeki.

Saat ditanya apakah perlu ada penekanan tertentu terhadap angka kelahiran di Samosir untuk mengimbangi luas wilayahnya sekira 145.000 Ha itu, mengatakan tidak ada standart untuk itu. Menurutnya, akan lebih baik jika jumlah keluarga itu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga tersebut.
Tingkat pertumbuhan penduduk, umumnya seiring dengan daya dukung lingkungan daerah itu. Pertumbuhan yang pesat seharusnya diimbangi oleh kegiatan ekonomi yang tinggi sehingga mampu menghidupi pertumbuhan. Untuk Samosir belum bisa dikatakan ada perbandingan yang ideal antara jumlah penduduk dengan luas wilayah. Tapi akan lebih baik jika ada keluarga yang membuat perbandingan kemampuan ekonominya terhadap jumlah keluarga yang akan dihidupi, kata bupati. Sementara Ny. Mangindar br. Sitinjak yang mendampingi saat itu mengatakan, kemungkinan tingginya tingkat kelahiran di Samosir karena selama ini masyarakat Samosir belum mendapat penyuluhan tentang pola hidup keluarga berencana (KB).

Pencanangan pendataan di Kabupaten Samosir dimulai dari keluarga Bupati Samosir, wakil Bupati serta keluarga unsur Muspida lainnya. Dinas terkait menjamin melakukan pendataan langsung “door to door” oleh tenaga pendata yang dibantu oleh kadernya yang tersebar di setiap desa.
Penyediaan data basis keluarga di Kabupaten Samosir merupakan unsur pendukung terselenggaranya sistem informasi kependudukan dan keluarga (SIDUGA). Sistem ini untuk mempertajam sasaran pembangunan daerah di Samosir sehingga informasi dapat terpadu (On Line), terang Kabid Bina Program di dinas terkait, Zulkarnaen Silaban.

Pendataan di Samosir akan berlangsung mulai Juli sampai September 2006. Kegiatan itu sebagai pelaksanaan dari instruksi Ka. BKKBN, surat Mendagri, instruksi Gubsu dan instruksi Bupati Samosir no.01 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006. Juga hadir dalam pendataan perdana itu Camat Pangururan Libanon Simanullang dan Ka. BKD Samosir Marsinta Sitanggang. (MDS/n)

Sumber: Harian SIB, Samosir


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Pengaruh Budaya, Angka Kelahiran di Samosir Masih Tinggi”

  1. Tanggapan weny:

    memeng betul pak kabupaten samosir mempunyai penduduk karena mereka masih memperhastikan budaya yang mengatakan maranak sampuluh marboru sampuluh ononm.Pemerintah juga harus dapat menjelaskan kepada masyarakat bahwa adat itu juga perlu tapu disamping itu masyarakat hrtus juga memeperhatikan keberadaanya, maksudnya tetap memperhatikan dari segi keluarga apakah mereka dapat membiayai keluarganya yang banyak tersebut. apakah mereka dapat mencukupi kebutuhan fisik dan psikis anak-anak mereka nantinya.pemertintah dapat menerangkan arti pentingnya program KB tersebut?agar masyarakat samosir dapat mengetahui Kb maka mereka akan sejahtera dan makmur.(ANAK SAMOSIR DO AU PAK)

  2. Tanggapan The NewRoman:

    Horas..!
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas informasi ini.
    Terus terang Saya sangat terkejut membaca informasi ini.
    Menurut saya Budaya dan Angka Kelahiran di Samosir memiliki Korelasi yang sangat dekat. Dan mengingat samosir sebagai tanah adat ini memungkinkan penduduk untuk menganut sistem nilai yang dianul oleh para pendahulunya dulu, sampai sekarang sistem nilai tersebut diyakini benar.
    Okelah… dijaman dulu banyak anak, banyak rezeki karena dulu penduduk disana masih relatif sedikit. Sedangkan sekarang? apalagi dengan diberlakukannya Otonomi daerah, masyarakat yang berasal dari Sumatera pun ber imigrasi kesana. Nah.. ini tentunya menjadi satu tantangan kepada dinas kependudukan di Samosir. Tentunya langkah nyata kedepan adalah melakukan penyuluhan-penyuluhan. Terima Kasih… HORAS 3X

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.