Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
6
Jul '06

Bishop GMI Minta Menteri Agama dan Kapoldasu Larang KTS di Berastagi


Menteri Agama RI cq Dirjen Bimas Kristen Protestan dan Kapoldasu, dimohon supaya melarang rencana sekelompok pendeta dan warga Methodist, yang akan mengadakan atau melahirkan Konfrensi Tahunan Sementara dengan memakai nama Gereja Methodist Indonesia pada tgl 6 s/d 8 Juli 2006 di Hotel Mutiara Berastagi. Hal ini dimohonkan demi menjaga terciptanya keamanan/kerukunan dalam lingkungan Gereja Methodist Indonesia.

“Menurut Bishop Dr H Doloksaribu MTh selaku Pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I kepada wartawan di kantornya Jl RA Kartini Medan, Selasa (4/7), permohonan/permintaan itu telah disampaikannya secara resmi sebagaimana dalam surat tertanggal 30 Juni 2006 dengan tebusan ke Ka Kanwil Depag SU, Ketua Umum PGI di Jakarta dan Ketua Umum PGI Wil Sumut.” Kami sangat mengharapkan instansi terkait khususnya Poldasu bertindak tegas demi terjaganya kerukunan dalam internal GMI dan masyarakat”, kata H Doloksaribu didampingi Ds Pdt AC Damanik STh, Pdt Jendar Silaban STh, Pdt KW Sinurat MPd, Drs Osbeth Sinaga MSi dan TZA Sihite (staf GMI).

Sebagai alasan menyampaikan permintaan itu antara lain karena GMI adalah bagian gereja methodist sedunia yang berdiri sejak 1905 dimulai di Medan, Palembang, Jakarta, Singkawang Kalimantan Tengah. Kemudian GMI memiliki AD/ART dan khususnya membentuk Konfrensi Tahunan Sementara harus sesuai Disiplin GMI/Peraturan GMI dan harus diusulkan oleh minimal 3 Konfrensi Distrik dari Konfrensi Tahunan yang sudah ada. Apabila disetujui oleh Konfrensi Tahunan maka dibawa ke Konfrensi yang lebih tinggi yaitu Konfrensi Agung GMI untuk menyetujui atau tidak menyetujui melahirkan Konfrensi Tahunan Sementara (KTS).

Dalam suratnya ke Menteri Agama dan Kapoldasu itu Bishop H Doloksaribu juga menyampaikan, bahwa Tim Damai yang dibentuk atas inisiatif Kapoldasu tidak pernah membuat persetujuan seperti yang diisukan seolah olah GMI telah menyetujui Konta (Konfrensi Tahunan) Sementara. Lagi pula Tim Damai tidak berhak untuk itu. Yang benar, Tim Damai akan membuat blue print KTS itu untuk dibawa ke Konta dan diteruskan atau tidak, ke Konfrensi Agung 2009.

Selain itu katanya, dalam GMI, pendirian KTS adalah pengesahan satu wilayah baru dalam lingkungan GMI karena itu harus dilakukan oleh pimpinan GMI melalui langkah sesuai AD/Art GMI. Berdasarkan alasan-alasan itu, KTS yang akan dilakukan segelintir orang pada 6/8 Juli 2006 di Berastagi harus ditolak dan digagalkan, kata Bishop. Sedangkan yang legal tambah Bishop GMI H Doloksaribu, adalah Konta Wilayah I yang akan diadakan 12 s/d 16 Juli 2006 di Wisma Methodist Bangun Dolok Parapat. Konta itu adalah Konfrensi Kerja yang dipimpin langsung Pimpinan Wil I/Ketua Dewan Bishop Dr H Doloksaribu MTh dengan peserta sekitar 400 orang terdiri dari pendeta dan utusan setiap Resort dari 8 Distrik.

Sumber : (A-4/y) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pengadilan Terbitkan Surat Resmi Penetapan
Artikel selanjutnya :
   » » Sidang Majelis Gereja Bethel Indonesia di Parapat Sukses