Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
30
Jun '06

Jangan Campuri Wewenang dan Kemandirian Sekolah


Dari Diskusi Dana Partisipasi Sekolah di Forum Kota

Forum Kota (Forkot) Kaltim Post, Selasa (29/6) kemarin, membahas dana partisipasi yang dikenakan sekolah terhadap murid baru. Besarnya dana tersebut disepakati baru-baru ini oleh DPRD, Pemkot, dan Dinas Pendidikan (Disdik) sebesar Rp500 ribu hingga Rp2 juta.

Diskusi Forkot kemarin menghadirkan pembicara Ketua Dewan Pendidikan Samarinda Taher Tjapah, Bendahara Komite SMA Negeri 1 Samarinda Matsharif Latief, Kasi Kurikulum Disdik Samarinda Ibnu Araby, serta Waredpel Kaltim Post Sumurung Silaban. Diskusi dipimpin Redaktur Kota Kaltim Post, Mukransyah.

Penetapan besaran dana partisipasi atau yang kini disebut dana sumbangan itu ditentang keras Dewan Pendidikan. Taher menilai DPRD Pemkot dan Disdik tidak berwenang menentukan batasan maksimal dana partisipasi.

“Yang menentukan komite dan orangtua. Ingatlah, sekolah harus melakukan pola Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menuju kemandirian tanpa campur tangan dari manapun,” kata Taher.

Sementara Ibnu Araby mengatakan, penentuan dana sumbangan sejak 2004 lalu merupakan usulan dari pihak sekolah dengan Disdik sebagai perantara ke Pemkot. Menurut dia, batasan minimal dana partisipasi Rp500 ribu dan maksimal Rp2 juta tidak bersifat mutlak dan siswa miskin akan mendapat keringanan.

“Hasil pertemuan itu, pilihannya ada dua. Peran serta orangtua bisa berupa dana partisipasi atau infaq. Dan sekolah harus transparan mengenai RAPBS. Perlu ditegaskan, dana partisipasi tidak boleh dipungut sebelum Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) disahkan,” tegas Ibnu.

Namun demikian, dari pertemuan tersebut ditarik beberapa kesimpulan bahwa sekolah harus kembali ke pola MBS sebagai implementasi otonomi sekolah. Selain itu, komite harus proaktif untuk mengecek kondisi siswa sebenarnya, apabila ada yang mengajukan keringanan hingga pembebasan dana sumbangan.

“Supaya tepat sasaran,” kata Matsahari.

Sumber : (*/dee) Kaltim Post, Samarinda


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.