Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
21
Jun '06

Pembunuh Divonis Seumur Hidup


Deny Prasetyo (25) terdakwa kasus pembunuhan buruh bangunan di Batuaji divonis seumur hidup dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (20/6). Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Vonis seumur hidup dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Y Wisnu Wicaksono, karena pembunuhan tersebut dilakukan secara sadis sehingga dijadikan alasan yang memberatkan.

“Di persidangan terungkap pelaku masih sempat berpikir secara tenang dengan mengikatkan parang sepanang 50 cm di tangan kanan dan pisau dengan panjang 25 cm di tangan kiri menunjukkan pembunuhan sudah direncanakan,” jelas Wisnu Wicaksono usai persidangan.

Y Wisnu Wicaksono mengatakan dari hasil pemeriksaan pada sidang sebelumnya diketahui motif pembunuhan tersebut dikarenakan Deny Prasetyo merasa tersinggung. Tiga hari sebelum kejadian, atau 2 November 2006 pelaku pembunuhan menonton VCD porno. Ia sempat ditegur oleh korban Sumandar Manganju Nababan (46), penghuni kompleks perumahan Sumber Mulia Sagulung No 17 RT/RW 03/17.

Pada sore hari 5 November 2005 Deny Prasetyo mendapatkan telepon gelap dari seseorang yang memperdengarkan film porno. “Dengerin nih,” ujar penelepon gelap kepada Deny dan dari telepon tersebut terdengar suara film VCD porno. Pelaku menengok ke luar lewat gorden ternyata tidak ada siapa-siapa. Lalu pelaku melihat ke rumah korban. Di rumah korban kebetulan ada enam orang sedang membakar sate. Salah seorang dari mereka melihat pelaku dan menganggukkan kepala. Melihat kelakuan orang tersebut Deny merasa tersinggung.

Usai membakar sate korban dan Parlin Silaban keluar rumah. Ketika mereka berjalan tiba-tiba Deni dari belakang menyerang dengan parang dan pisau membabi buta. Keduanya sempat melarikan diri. Korban lari ke arah depan dan Parlin Silaban arah ke kanan. Pelakupun terus mengejar. Tiba-tiba korban terjatuh dan langsung diserang pelaku dengan membabi buta menggunakan parang dan pisau di kedua tangannya.

Melihat korban dicacah seperti memotong daging, Parlin Silaban kembali dan langsung memukul pelaku dari belakang hingga pelaku pingsan. Korban yang luka parah pada kepala, dada dan ketiak akhirnya menghembuskan nafas terakhir sebelum mendapatkan perawatan.

Korban yang memiliki tiga putra-putri yang masih kecil Welina, Dody dan Srikasih sempat berpesan bila dia meninggal agar dikebumikan di kampung halamannya tetapi keinginan korban tidak terwujud dikarenakan keluarga korban kekurangan biaya.

Sumber : (sm/vs) Sijori Mandiri


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dituduh Gelapkan Uang, Mantan Kadispenda Medan Disidang
Artikel selanjutnya :
   » » Hakim: Hadirkan Silaban di Persidangan