Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
21
Jun '06

Dituduh Gelapkan Uang, Mantan Kadispenda Medan Disidang


Mantan Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Medan, Manumpak Hiras Panjaitan, harus berurusan dengan hukum di masa tuanya. Pria berusia 71 tahun ini duduk sebagai terdakwa dalam kasus penggelapan uang sekitar 75 juta milik L Br Sihombing guna pengurusan masuk jadi PNS dalam sidang di PN Medan yang dipimpin ketua majelis hakim Suarsa Hidayat SH, Selasa (20/6).

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tiurmaida SH menyebutkan, pada November 2004, L Br Sihombing mendatangi terdakwa untuk menyampaikan keinginannya supaya ketiga anaknya, yakni Rismando Silaban, Paska Silaban dan Aleksius Silaban dapat diterima menjadi PNS di Pempropsu. Untuk memuluskan keinginannya itu, korban menyerahkan uang Rp 75 juta kepada terdakwa.
Sebelumnya, terdakwa menawarkan jasa kepada korban bisa mengurus ketiga anak anak korban bekerja di PDAM Tirtanadi dan beberapa perusahaan perkebunan milik negara. Namun kenyataannya, tidak satu pun anak korban yang diterima bekerja sesuai yang dijanjikan terdakwa.

Setelah gagal, terdakwa kemudian menawarkan lagi bahwa dia bisa mengurus ketiga anak korban sebagai PNS di lingkungan Pempropsu. Terdakwa ketika itu mengaku punya rekan bernama Didik yang bekerja di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun hingga Juli 2005, ketiga anak korban tidak juga masuk menjadi PNS. Padahal, korban sudah memberikan uang Rp 75 juta kepada terdakwa dan tidak dikembalikan. Karena itu, korban mengadu ke Poltabes Medan.

Dalam sidang itu, JPU mendakwa Manumpak Hiras Panjaitan dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penggelapan. Usai persidangan, terdakwa kepada wartawan mengaku hanya mendapat Rp 10 juta dari jumlah uang yang disetorkan oleh korban. Yang lainnya digunakan untuk keperluan mengurus ketiga anak korban menjadi PNS. “Saya hanya perantara dalam dalam hal ini. Saya dijebak oleh Didik yang mengaku bisa mengurus ketiganya jadi PNS,” katanya.

Sumber : (rijan irnando purba) Medan Bisnis Online, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Dituduh Gelapkan Uang, Mantan Kadispenda Medan Disidang”

  1. Tanggapan Makjen Silaban:

    Menurut saya,hal ini merupakan suatu pembodohan dari system rekrutment yang ada,saya tidak menyalahkan kedua belah pihak,namun kita harus rensponsif terhadap iming iming seperti ini.Era sekarang ini mudah sekali seseorang tersebut unuk dijatuhkan atau diangkat…jadi hati hatilah,waspadalah,botima

  2. Tanggapan Togar Silaban:

    Amang oi amang, kalau 75 juta itu dibikin usaha, mungkin sudah ada hasilnya (atau mungkin juga bangkrut). Tapi ya itulah yang memberi salah, yang menjanjikan juga salah.
    Lagi pula seandainya saja bisa masuk PNS, mau berapa lama modalnya 75 juta itu mau kembali kalau tidak menjadi korupsi. Padahal jaman sekarang, gampang sekali menuduh orang korupsi dan masuk penjara.
    Jaman susah masih saja ada orang mau menipu.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Batal Revisi UU Naker, Rombak UU Jamsostek
Artikel selanjutnya :
   » » Pembunuh Divonis Seumur Hidup