Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
19
Jun '06

PT AIA Bantah Tak Bayar Upah Sesuai Peraturan


PT Agrikom Indonusa Abadi (AIA) membantah seluruh isi pengaduan dari PK F-KAMI PARHO K- SBSI PT AIA, Rabu (7/6) lalu ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Medan. Salah satunya mengatakan bahwa pembayaran upah di PT AIA tidak sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Medan tahun 2006.

Herman Silaban, Kepala Humas PT AIA mengatakan, selama ini perusahaan sudah membayar upah sesuai peraturan. PT AIA memang tidak membayar upah sesuai UMSK Medan tahun 2006, karena menurut mereka kegiatan di PT AIA tidak termasuk usaha di bidang sektoral. Karena itu, jumlah upah yang dibayar di PT AIA sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2006 dianggap sudah tepat.

“PT AIA telah membayar upah sesuai ketentuan yang berlaku, sebesar Rp 750.000 per bulan. Jumlah ini sudah sesuai dengan UMK Medan tahun 2006, karena memang PT AIA bukan usaha yang bergerak di bidang sektoral. Hal ini sudah dikuatkan oleh Surat Edaran Disnaker Medan No 560/327/DTKM/2006 yang kami terima. Makanya tuntutan mereka itu tidak tepat,” katanya kepada Medan Bisnis, Sabtu (15/6).
Selain itu, pengaduan K-SBSI tentang tidak sesuainya Peraturan Perusahaan (PP) di PT AIA dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 dianggapnya juga tidak benar.

“Pembuatan PP itu sudah sesuai dengan UU No 3 tahun 2003. PP ini sudah disahkan oleh Disnaker Medan dengan nomor pendaftaran, 266/PP/DTKM/2005,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC F-KAMIPARHO K-SBSI Medan, Parulian Sinaga yang dihubungi secara terpisah tetap berpendapat, PT AIA belum membayar upah sesuai peraturan.
Salah satunya adalah upah 5 orang staf gudang di PT AIA yang hanya dibayar sekitar Rp 600.000-an.
Upah ini dianggap masih jauh dari UMK, bahkan dari Upah Minimum Propinsi (UMP) Sumatera Utara tahun 2006.

Dia juga mengatakan, PT AIA seharusnya sudah membayar upah sesuai UMK Medan tahun 2006.
“Kalau PT AIA bilang mereka sudah bayar upah sesuai ketentuan, itu tidak tepat. Di PT AIA, kami justru melihat ada pengolahan biji kopi. Jadi, seharusnya mereka membayar upah sesuai UMSK Medan tahun 2006, yakni sebesar Rp 802.500,” katanya.
Parulian mengatakan, pihaknya juga kecewa dengan Disnaker Medan yang dianggap tidak memahami permasalahan yang sebenarnya terjadi. Seharusnya Disnaker melakukan pemeriksaan ke PT AIA untuk melihat langsung jenis usaha di sana dan mencari tahu langsung jumlah upah di PT AIA.

Mengadu ke Kadisnaker Medan
Dia juga kecewa dengan penanganan pengaduan Disnaker Medan terhadap kasus tersebut.
“Seharusnya kasus ini kan ditangani langsung oleh pengawas. Tapi anehnya, yang menangani kasus ini kemarin justru mediator. Hasil dari pertemuan itu juga sama sekali tidak memberikan solusi bagi kami,” katanya.

Karena kecewa, usai pertemuan K-SBSI mengadukan langsung kasus tersebut ke Kadisnaker Medan, Daudta Sinurat yang langsung berjanji akan segera menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kami masih akan terus menindaklanjuti kasus ini. Jika memang tidak ada perkembangan, kami akan meminta kepada Walikota Medan agar segera mengingatkan Disnaker Medan akan tugasnya,” tegasnya.

Sumber : (maria c malau) Medan Bisnis Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » DPRD Samosir Rekomendasikan Propinsi Tapanuli
Artikel selanjutnya :
   » » Semiloka Transformasi Pelayanan HKBP & Pelatihan Database