Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
16
Jun '06

Persiapan Masuk Kuliah


Instisusi pendidikan terutama jenjang SMA saat ini sedang sibuk-sibuknya. Bagaimana tidak, walaupun murid kelas tiganya telah selesai menghadapi UN, sekarang masih disibukkan dengan hal-hal yang berurusan dengan pengumuman dan lainnya, apalagi persiapan menuju ke tingkat perkuliahan.

Pengumuman yang dilaksanakan pada 19 Juni mendatang menjadi hari yang paling dinanti-nantikan sekaligus mendebarkan bagi yang menghadapi UN kemarin. Biasanya dalam momen tersebut juga diberitahukan siapa saja murid yang lolos masuk universitas negeri melalui program PMP (Panduan Minat Prestasi), walaupun banyak juga sekolah yang mengumumkan hasil tersebut jauh-jauh hari sebelumnya.

PMP atau dahulu dikenal dengan PMDK, merupakan suatu program yang dicanangkan Dinas Pendidikan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi di sekolahnya masuk ke perguruan tinggi negeri tanpa tes atau ujian. Selain itu, sekolah di daerah yang tertinggal dibanding sekolah di kota dapat ikut serta mengirimkan muridnya yang berprestasi sekaligus membuktikan siswa daerah juga mampu berkompetisi di bidang pendidikan. Dengan adanya program ini memotivasi siswa berlomba-lomba memperoleh predikat siswa berprestasi di sekolahnya dengan meningkatkan pengetahuannya di bidang akademik maupun non akademik.

Pemilihan siswa mengikuti jalur ini terbilang objektif. Prestasi tiap anaknya dilihat dari saat duduk di kelas satu dengan mengandalkan nilai rapor dan perolehan ranking. Oleh karena itu, institusi perguruan tinggi dalam menyaring siswa yang berhak lolos sangat sulit apalagi yang mengikutinya berasal hampir dari seluruh kota di Indonesia.

Banyak SMA di Medan berhasil mengutus siswanya melalui jalur PMP dan beberapa sekolah di antaranya telah dikunjungi untuk memperoleh data siswa yang lolos universitas negeri di Medan maupun di kota lain. SMA Negeri 5 Medan

Menurut Wakil Kepala SMAN 5 Bidang Kurikulum (PKS I), M. Nainggolan, siswanya antusias mengikuti program ini dan terbukti dengan banyaknya siswa yang mengikuti namun karena keterbatasan formulir, maka tidak semua dapat diikutsertakan. “Sesuai prosedur, makanya kami mengambil yang mendapat juara sejak kelas satu dan nilainya nyaris tidak pernah turun”, ungkap beliau.

Nainggolan juga menambahkan, bahwa program PMP ini sangat positif karena murid yang berprestasi dapat tersaring dengan baik dan memilih jurusan sesuai keinginannya. Selain itu, anak daerah yang bisa dibilang kekurangan sarana belajar memperoleh kesempatan membuktikan kebolehannya. Karena bila mereka ikut SPMB, mereka belum tentu lulus mengingat tingkat intelektual mereka yang tertinggal jika dibanding tingkat pendidikan anak kota, maka dengan jalur ini, kesempatan kuliah di universitas negeri yang bergengsi dapat diraihnya.

Persyaratan peserta yaitu yang memperoleh ranking 10 besar ternyata sedikit merepotkan pihak sekolah, karena prestasi siswa yang memperoleh 10 besar itu ternyata nyaris sama, sehingga kesulitan menentukan siswa yang berhak atas kesempatan itu. Namun, beberapa siswa ternyata ada yang kurang antusias, mereka lebih memilih mengikuti SPMB yang menurut mereka lebih leluasa memilih jurusan dan kampus. Oleh karena itu, pihak sekolah agak terbantu dengan hanya mencari siswa berprestasi dan yang ingin ikut jalur itu. Dari beberapa undangan, akhirnya yang berhasil lolos ada delapan siswa.

Mereka adalah Ester Anastasia Januarty Panggabean (Hukum UI); Eka Juliana Simanjuntak, Elisabeth Tampubolon, Yessy Winda Panggabean (Pertanian IPB); Irene Simanjuntak (Hukum, Universitas Andalas) dan USU berhasil meloloskan M. Helmi Agung (Ekonomi), M. Isnan (Hukum) dan Dedi Rizaldi (Tehnik Mesin).

Selain itu, Imaniury Silaban adalah satu-satunya siswa yang berhasil memperoleh kesempatan lulus SPMB dengan dana pemerintah. Menurut Nainggolan, jalur ini dan program PMP tidaklah jauh berbeda. Namun, kebanggaan sekolah sangat besar sehingga mendapat pengakuan dari masyarakat karena berhasil mendidik insan yang berpendidikan dan berintelektual tinggi. SMA Kemala Bhayangkari 1, Medan

Kepala sekolah, Drs. Hilman Haidir, menuturkan dari 20 siswanya yang ikut jalur PMP, ternyata tujuh siswa berhasil lolos. Dua di antaranya berasal dari program IPA dan selebihnya IPS. Ketujuh anak yang beruntung tersebut adalah Fadlilatul Khairiyah (Ilmu Komputer USU), Starman DK Hutabalian (Ilmu Komputer USU), Ade Syahputra Pane (Akutansi USU), Purnama Sari (Manajemen USU), Cintyah (Sastra Jepang USU), Istiqomah Addarini (Keuangan USU) dan D. Nasjadayuna (Kesekretariatan USU).

Kebetulan siswa-siswi Kemala Bhayangkari sangat berminat kuliah di USU, makanya beberapa tahun ini para lulusan dominan memilih USU. Tapi bukan berarti untuk perguruan tinggi lainnya, sekolah ini tidak mengirimkan siswanya, hanya kesempatan kali ini lebih banyak ke universitas yang terletak di Jalan Dr. Mansyur Medan itu.

Hilman menambahkan tahun sebelumnya SMA Kemala Bhayangkari berhasil meloloskan sembilan muridnya kuliah di USU, namun penurunan jumlah ini tidak menyurutkan semangat pihak sekolah terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi anak didiknya. Harapannya, semoga siswa yang telah lulus PMP dapat menjaga nama baik sekolah dan berprestasi di kampus barunya baik bidang akademik maupun ekstrakurikuler. SMA Negeri 1, Percut Sei Tuan

Program PMP sangat menolong siswa memilih jurusan dan perguruan tinggi yang diinginkannya, apalagi untuk sekolah di daerah seperti ini,” demikian kepala sekolah, Drs. M. Iqbal Ginting mengungkapkan.

Dari 17 undangan yang diberikan, yang berhasil lolos hanya dua orang. Melihat persyaratan ikut program tersebut, pihak sekolah antusias mengirimkan siswanya sekaligus unjuk kebolehan kepada masyarakat sekolah di daerah juga bisa lulus.

Pihak sekolah juga memberikan penerangan kepada siswa yang bersangkutan, untung ruginya mengikuti jalur dan apa yang diperoleh sekolah apabila anaknya lulus. Jadi, bila siswa tersebut lolos, dia dapat mempergunakan kesempatan itu sebaik mungkin sekaligus mengharumkan nama sekolah.

Siswa yang berhasil lulus di USU dalam program PMP ini adalah Sri Wahyuni (Ilmu Komputer) dan Nora Melati Nasution (Ekonomi). Kedua anak ini memang selalu memperoleh peringkat 10 besar di sekolah dan sangat senang saat ditawarkan mengikuti jalur PMP. SMA Negeri 3 Medan

Tahun ini minat siswa ikut jalur PMP sangat kurang, hanya 15 orang siswa saja,” ujar Drs. Abdul Hafiz, Staf Bagian Akademik. Namun dari 15 siswa, yang lulus di PTN hanya tujuh orang.

Mereka adalah Duma Ratnasari Nst (Kedokteran USU), RR Mutia Dwi Putri (Teknik Elektro USU), Elna Yuslaini Siregar (Psikologi USU), Ratih Widyistuti (Ekonomi USU),Dina Marlina BR.Pangaribuan (Teknik Sipil USU), Dessy Berthasari Silitonga (IPB) dan Randy Famola Anakkampun (Olahraga UNIMED).

Menurut Drs. Abdul Hafiz, para siswa kurang meminati jalur PMP dikarenakan para siswa merasa belum diterima di jurusan keinginannya, jadi kebanyakan memilih ikut SPMB. Banyak pula siswa lulus di STAN, STPDN dan AKPOL.

Ketika ditanya mengenai teknik pelaksanaan jalur PMP ini, pak Abdul mengaku seharusnya dalam penyeleksian PMP ini perlu diadakan tes bagi siswa, jangan hanya melalui nilai rapor, sebab bisa saja tidak transparan sehingga banyak kecurangan. Jadi perlu ada pembenahan dalam teknis penyeleksian pada jalur PMP. SMA Negeri 2 Medan

Drs. Masri Lubis selaku wakil kepala sekolah mengatakan terjadi kenaikan bagi siswa yang lulus di PTN baik di Medan maupun diluar kota pada jalur PMP tahun ini. Untuk USU dikirim sebanyak 27 orang dan yang lulus terdapat 14 orang, antar lain Dwi Fenny Amir, Sarah Fanya Ulfa (Kedokteran), Adinda Nurul Hida (Pertanian), Irma Zuastika (Arsitektur), Gilang Sari Permata (Kesehatan Masyarakat), Suri Mutia Siregar (Psikologi), Ely Defriyani (Ilmu Komputer), Suci Rahmalia Lubis (Analisis Farmasi), Monika Andrasari (Ekonomi Pembangunan), Ridha Hutami ( Akuntansi), Ayu Utari (Ilmu Kesejahteraan Sosial), Idil Fikri (Ilmu Administrasi Negara) dan M.Iqbal Siregar (Sastra Jepang).

Untuk IPB, dari 11 orang yang dikirim, lima siswa dinyatakan lolos, yakni Mahesa Agri PHP, Nurmalia Marpaung, Rendy Pramudya (S-1), Asih Dwi Kartika, dan Monang A. Saragi Napitu (D3).

Sedangkan STT Telkom meluluskan Derri Fani Seiregar. Sedangkan Agnes Elisabeth Tamama (Logistik Bisnis), Jane Melita Keliat, Pratiwi (Manajemen Informatika) dan Yunda Amalia (Tek.Informatika) diterima di Politeknik Pos Indonesia Bandung. SMA Eria Medan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMA ERIA juga meluluskan siswanya ke PTN melalui jalur PMP. Kepala SMA Eria, Drs. H. Khoiruddin Hasibuan mengatakan tahun ini sekolahnya mengirim 20 siswa. Di USU, tujuh orang dinyatakan lulus, yakni Sanita Sari Hsb (Farmasi), M Hamdani Parinduri (Hukum), Megaria S Putri, Azwani Sinaga (Ekonomi), Iriayani Malay, Reni Inggit Pratiwi (Sastra) dan Faurina Sari (Ilmu Komputer).

Untuk POLMED terdapat Winna Dalimunte (Teknik Telekomunikasi) dan Hestria Gusniar (Admininstrasi Bisnis). Sementara itu, empat siswa dikirim ke UNIMED, namun hingga saat ini belum ada pemberitahuan lebih lanjut.

Pak haji, demikian sapaan akrab kepala sekolah, mengatakan seluruh siswa yang lulusn adalah siswa-siswi berprestasi selama studi di Eria dan selalu memperoleh beasiswa dari pihak sekolah maupun yayasan.

Namun bukan berarti tertutup kemungkinan siswa lain, tapi dalam hal ini saya memberikan kesempatan pada setiap siswa yang prestasi baik,” tanbahnya sembari yakin siswa-siswinya akan terus berprestasi dan membawa nama baik sekolah.

Sumber : (tea/ yug/zul) (eli) Waspada Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » DPRD Medan akan Susun Perda Rayonisasi Minah

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Empat Organisasi Buruh Digugat Rp 56,66 Miliar