Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
16
Jun '06

Empat Organisasi Buruh Digugat Rp 56,66 Miliar


Dituding Memaksa Karyawan Melakukan Mogok Kerja

Sekira 200 karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kab. Bandung dan Cimahi, Kamis (15/6), mendatangi Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB). Mereka hadir untuk mengikuti sidang pertama antara 13 perusahaan sebagai penggugat, dan 4 organisasi buruh sebagai tergugat.
SEKIRA 200 karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kab. Bandung dan Cimahi melakukan orasi sebelum mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung di Baleendah Kabupaten Bandung, Kamis (15/6). Mereka hadir untuk mengikuti sidang pertama antara 13 perusahaan sebagai penggugat, dan 4 organsasi buruh sebagai tergugat.

Sebelum sidang dimulai, massa berorasi di depan pintu masuk Gedung PNBB. Koordinator aksi dari DPC SPSI Kota Cimahi, Robin Sihombing mengatakan, kehadiran mereka bukan untuk demonstrasi. ”Kami hanya ingin menjadi saksi di persidangan ini,” katanya.

Sidang dimulai sekira pukul 11.00 WIB dipimpin hakim Hanoeng Wijayanto. Suasana di dalam ruang sidang utama penuh sesak. Dalam sidang itu, ke-13 perusahaan diwakili kuasa hukumnya Hotma Agus Sihombing dan Harles Silaban dari kantor hukum Salide, Sihombing & Partners Law Firm.

Sementara pihak tergugat, yaitu SPSI Kab. Bandung dan Kota Cimahi, dihadiri oleh perwakilan masing-masing SPSI. Hakim menunda persidangan karena 2 tergugat lainnya, yaitu Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kab. Bandung dan SPN Kota Cimahi, tidak hadir dalam sidang pertama itu. Persidangan yang sama akan digelar pada Kamis (22/6) mendatang.

Robin menuding, gugatan yang diajukan ke-13 perusahaan tersebut, merupakan ”akal-akalan” Apindo. ”Maksudnya untuk menekan buruh secara psikologis sehingga tidak mau mogok lagi. Tujuan akhirnya, agar revisi UU No. 13 Tahun 2003 segera disahkan karena tidak ada aksi mogok lagi,” ungkapnya.

Kasus pertama

Gugatan yang diterima organisasi buruh Kab. Bandung dan Kota Cimahi dari 13 perusahaan, gara-gara melakukan aksi demo itu, baru pertama kali terjadi di Indonesia. Gugatan dari ke-13 perusahaan itu dilayangkan kepada 4 organisasi buruh, yaitu DPC SPSI Kab. Bandung (tergugat 1), DPC SPN Kab. Bandung (tergugat 2), DPC SPSI Kab. Bandung (tergugat 3), dan DPC SPN Kota Cimahi (tergugat 4).

Dalam surat gugatan No. Gtn.001/Ex.Pdt./SSP/V/2006, penggugat menuding keempat tergugat telah memaksa dan mengintimidasi karyawan untuk ikut dalam aksi mogok massal pada tanggal 23 dan 29 Maret 2006.

Para tergugat pun dituduh telah merusak beberapa bangunan perusahaan, mesin, dan melempari kaca mobil antarjemput karyawan, yang melanggar pasal 1365 KUH Perdata. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian materiil dan imateriil.

Karenanya, kuasa hukum ke-13 perusahaan tersebut menuntut Ketua PNBB menyita tanah dan bangunan milik tergugat. Para tergugat juga diharuskan meminta maaf selama 5 hari berturut-turut melalui media massa cetak dan elektronik.

Kuasa hukum penggugat meminta majelis hakim menghukum para tergugat, secara tanggung renteng, untuk membayar ganti rugi kepada para penggugat dengan total nilai Rp 56,66 miliar.

Ketua DPD SPSI Jabar, M. Husein Alwi, turut menghadiri sidang tersebut sebagai bentuk dukungan moril kepada rekan-rekannya. Menurut lelaki berusia 71 tahun itu, gugatan yang ditujukan kepada SPSI itu dinilai salah alamat.

”Kami dari DPD maupun dari pusat, tidak pernah menginstruksikan untuk melakukan demo pada tanggal 23 dan 29 Maret. Kalau tanggal 5 April dan 3 Mei memang kami turut serta,” kata Husein yang kerap dipanggil ”Abah” oleh anggota-anggotanya.

Menurut Husein Alwi, pada tanggal 23 dan 29 Maret itu, para karyawan pabrik yang tergabung dalam SPSI, dijemput paksa oleh organisasi lain untuk melakukan unjuk rasa. ”Jadi, justru kami yang dirugikan,” kata Husein pula.

Sumber : (A-128) Pikiran Rakyat, Bandung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Persiapan Masuk Kuliah
Artikel selanjutnya :
   » » Monas, Icon Jakarta Tempoe Doelo