Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
15
Jun '06

Melirik Potensi Wisata Simalungun


150606_karang.jpgJalan-jalan ke Kabupaten Simalungun tak akan sempurna jika tidak menikmati panorama wisata alamnya yang memukau. Satu di antaranya Danau Toba, meskipun saat ini kelihatan lesu karena minimnya pengunjung.

Tidak cukup waktu sehari untuk mengunjungi seluruh objek wisata Simalungun. Bumi Simalungun sangat kaya akan potensi wisata. Terdapat 33 objek wisata meskipun baru 10% yang sudah dikelola. Bukan tidak mungkin potensi ini akan mendatangkan aset yang tidak sedikit mengingat potensi wisata yang ada tak kalah memesona jika dibandingkan dengan panorama wisata yang ada di nusantara seperti wisata Pantai Kuta Bali.

“Adapun kendala utamanya adalah modal,” kata Kadis Pariwisata Budaya dan Seni Kabupaten Simalungun Ir Boundenth D SH. “Minimnya APBD untuk sektor pariwisata menjadi kendala utama majunya pariwisata Simalungun, khususnya Danau Toba selain minimnya minat masyarakat yang tinggal di lokasi wisata setempat untuk menarik minat pengunjung untuk datang kedua kalinya,” imbuhnya ketika dimintai komentar mengenai potensi wisata alam Simalungun yang belum digali sepenuhnya.

Parapat
150606_toba1.jpg“Kota turis” Parapat terletak di tepi Danau Toba dengan jarak 45 km dari Pematangsiantar. Beriklim tropis dengan udaranya yang sejuk merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Sumatera Utara. Danau Toba yang terjadi dari letusan Gunung Toba, terletak 905m di atas permukaan laut dengan keliling 294km dan luas permukaan danau 1.100 km² dengan kedalaman maksimum 529 m, merupakan danau terbesar di Indonesia.

Perjalanan akan semakin nyaman dengan tersedianya sarana akomodasi hotel. Namun karena jarak tempuh yang jauh memungkinkan banyak wisatawan yang datang dari luar daerah maupun mancanegara enggan berkunjung.

Rumah Bolon
Rumah Bolon Pematang Purba terletak 54 km dari Pematangsintar, merupakan istana peninggalan Kerajaan Purba yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII Tuan Rahalim. Terbuat dari kayu keras dengan dinding papan yang unik serta ditopang oleh 20 tiang penyangga. Rumah ini dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa mempergunakan paku.

Beberapa bangunan di sekitar Rumah Bolon terdiri dari 8 tipe yang memiliki fungsi tersendiri di antaranya adalah: Rumah Bolon yang berfungsi sebagai bangunan induk tempat raja dan keluarganya tinggal; Balei Bolon, tempat mengadakan rapat, Jambur sebagai para tamu menginap; Patanggan Sada, bangunan tempat permaisuri bertenun; Losung adalah tempat wanita menumbuk padi; Uttei Jungga, tempat tinggal panglima dan keluarganya, dan Balei Buttu, tempat para penjaga istana.

Raja Purba adalah seorang raja yang sangat terkenal pada zamannya, memiliki 24 istri dan salah satu di antaranya diangkat menjadi istri.

Kramat Kubah
Kramat Kubah adalah salah satu tempat keramat untuk bernazar sekaligus objek wisata. Di sini banyak terdapat bermacam-macam jenis kera yang hidup dengan bebas sebagai penghuni tetap. Banyak kalangan percaya apabila dapat bertemu dengan Raja Kera penghuni Karamat Kubah maka apapun yang dinazarkan akan terkabul. Di tempat ini juga terdapat sebuah bangunan kelenteng kecil tempat para kaum etnis Tionghoa menyampaikan niat maupun nazarnya.

Kramat Kubah terletak 48 km dari Pematangsiantar atau 2 km dari Kota Perdagangan. Fungsi lain tempat ini adalah sebagai lokasi pelestarian kera dan monyet sama halnya dengan Hutan Sibatu Loting Sibaganding yang berada di jalan lintas Parapat yang memiliki berbagai jenis kera, siamang dan lutung.

Tinggi Raja
Tinggi Raja merupakan objek wisata cagar alam yang masih asli seluas 176 hektar, memilki sumber air panas berasal dari bukit bukit kecil di daerah itu. Air panas ini mengalir ke sungai Bah Balakbak yang bebatuan dan airnya yang jernih dan sejuk. Di sini dapat dinikmati rekreasi mandi di pertemuan air panas dan air dingin yang sangat nikmat sebagai hasil proses alam. Wisata lain yang dapat dinikmati adalah berburu suara burung, memancing di Bah Kare yang memiliki kekeyaan ikan jagung serta lintas alam. Terletak 80 km dari Pematangsiantar.

Karang Anyer

Karang Anyer merupakan tempat pemandian yang sangat mengasikkan dengan batu-batu besarnya, di mana airnya bersumber dari umbul besar yang bersih dan jernih terletak 5 km dari Pematangsiantar dan terkenal dengan buah-buahan segar yang dihasilkan di sekitar lokasi pemandian seperti rambutan, salak, durian, mangga dan manggis.

Demikian halnya dengan Bapahal yang terletak 30 km dari Pematangsiantar merupakan tempat rekreasi renang yang nyaman dengan airnya yang jernih dan sejuk dikelilingi pohon-pohon yang rindang serta kebun kelapa sawit.

Sumber : (Tonggo S-Susan Hayaku) Harian Global


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Melirik Potensi Wisata Simalungun”

  1. Tanggapan Frans Purba:

    Simalungun chususnya dan Tanah Batak pd umunya- segi potensi wisata dapat dikomentari sbb. Kita org batak sangat marah kalau disebut org goblog alias telmi. Daya tarik wisata yg menekankan point2 alamiah ,keanehan2 alamiah dan kelebihan2 sejarah dan melulu bernilai fisik sudah kuno. daya tarik wisata harus dibina secara menyeluruh dgn inti sdm-budaya -sosial ekonomi politik dan spiritual dan bahkan lebih luas lagi.ruangan ini sangat sempit utk menjabarkannya.coba kita pelajari faktor2 daya tarik dari kasus2 sbb. jakarta menarik jutaan pengunjung setiap harinya karena ..final decision formil dan official ada di JKT dan jakarta adalah pusat gula yg terbesar bagi semut2.swiss menarik 1o juta pendatang setiap tahun karena keunggulan perbankan dan moneternya.jerman menarik kira2 20 juta pengunjung setiap tahunnya karena sumber daya teknologi. mekkah kota sekecil itu menarik wisatawan 15 jutaan setiap tahunnya karena keyakinan spiritual /agama.Bahkan jerusalem yg selalu diamuk perang mampu menarik pengunjung sebanyak kira2 3jutaan pertahun.hongkong menarik pengunjung sebanyak 10 jutaan setiap tahun karena perdagangan yg tinggi.Tak satupun dari kota2 tsb diatas yg mempunyai keindahan alam yg berarti.Bali menarik karena budaya.
    Nah apa yg akan kita ketengahkan dari simalungun /batak ?
    Tokoh2 kepemimpinanlah yg harus menjawabnya .dan jangan mengharap adanya wisatawan datang ketanah batak kalau kotoran kerbau dan kotoran babi masih berserakan dihalaman ,atau ssering terjadi ban mobil pendatang tiba 2 kempes ketika pemiliknya memarkirnya sebentar buat beli rokok.

  2. Tanggapan Junaidi Karo-Karo:

    kebetulan saya tim humas di Parsadaon Mahasiswa Simalungun yang ada di bogor, jadi info yang seperti ini sangat mendukung saya buat nulis buletin setiap bulannya. makasih silaban.net

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Konferensi Nasional Pengusaha-Pekerja Digelar Akhir Juni
Artikel selanjutnya :
   » » Serikat Buruh dan Apindo Bentuk Komunike Bersama