Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
13
Jun '06

Komunike Bersama Bipartit Antara Pengusaha dan Pekerja Indonesia


Pada tanggal 9 Juni 2006, di tengah berlangsungnya Sidang International Labour Conference (ILC) ke-59 di Jenewa, Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) telah berhasil mencapai kesepakatan bipartit untuk mengupayakan penyelesaian masalah hubungan industrial di tingkat nasional. Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk Komunike Bersama. Untuk kesekian kalinya, kota Jenewa telah menjadi saksi bagi tercapainya kesepakatan antara kedua pihak tersebut. Komunike Bersama ditandatangani oleh H. Hasanuddin Rachman (Ketua Delegasi Pengusaha) dan Rekson Silaban (Ketua Delegasi Pekerja) serta beberapa anggota lainnya. Sementara I Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI di Jenewa) bertindak sebagai saksi.

Komunike Bersama tersebut antara lain memuat: Pertama, kesepakatan untuk melanjutkan tradisi pertemuan bipartit di tingkat nasional, yang melibatkan APINDO dengan SP/SB, Untuk itu Konperensi Nasional Bipartit akan diselenggarakan paling lambat akhir Juni 2006 untuk mengupayakan penyelesaian masalah hubungan industrial khususnya terkait dengan isu revisi UU no. 13/2003.

Kedua, kesepakatan mengenai perlunya perbaikan iklim investasi nasional demi pemulihan ekonomi dan penyelamatan industri nasional. Cara-cara yang perlu ditempuh antara lain: memerangi ekonomi biaya tinggi, perbaikan dan pengadaan infrastruktur, sistem perpajakan, perbaikan pelayanan di Pabean dan Bea Cukai, peninjauan peraturan perundangan secara selektif khususnya pada tingkat peraturan pelaksanaan, mereformasi Jamsostek dalam bentuk dewan wali amanah, dan memperbaiki sistem K3.

Ketiga, kesepakatan untuk mengusulkan kepada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mewakili Pemerintah Indonesia, untuk membentuk delegasi tetap RI menghadapi berbagai persidangan ILO termasuk yang menyangkut penunjukkan pimpinan masing-masing unsur.

Tercapainya Komunike Bersama ini merupakan perkembangan yang menggembirakan, khususnya untuk memperkuat upaya bagi penyelesaian permasalahan hubungan industrial di Indonesia. Hal ini juga menandakan masih kuatnya komitmen kedua pihak untuk melanjutkan dialog sosial dalam kerangka bipartit. Selanjutnya, berbagai pemangku kepentingan (stake-holders) di tingkat nasional diharapkan dapat ikut mendukung suasana yang kondusif ini guna menunjang terjadinya tindak lanjut atas isi Komunike Bersama.

Jenewa, 9 Juni 2006

Sumber : Permanent Mission of Indonesia


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.