Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
8
Jun '06

Sejumlah Pejabat Papua Terinfeksi HIV/AIDS


Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Papua drh Constan Karma, saat ditemui Pembaruan di Sekretariat KPAD Dok II , Selasa (6/6) siang. Menurut dia, indikasi tersebut diketahui setelah dilakukan konseling dan tes HIV secara sukarela sebanyak tiga kali, hasilnya mereka positif terkena HIV/AIDS.

Constan menegaskan soal siapa mereka ini, tak perlu disebutkan disini. “Yang penting nama mereka ada pada kami, apabila kami sebutkan nama mereka, Papua bisa geger, “ujarnya.

Selain belasan pejabat ini, kata Constan, sedikitnya sudah terdapat lima orang tokoh agama juga telah dinyatakan positif terindikasi HIV/-AIDS. “Mereka-mereka ini telah masuk dalam masa perawatan dan pendampingan, ” katanya.

Dia mengingatkan, penyebaran HIV/AIDS di Papua, sudah sedemikian memprihatinkan. Data 31 Maret 2006 jumlah kasus HIV/AIDS di Papua sebanyak 2.199 kasus. “Perkiraan Dinas Kesehatan Provinsi Papua tahun 2005 menyebutkan sebanyak 11.660 orang di Papua sudah terinfeksi HIV. Itu pun masih masih banyak lagi orang yang belum melakukan tes darah ,” katanya.

Menurutnya, semua upaya sudah dilakukan, tetapi angkanya terus meningkat. “Mungkin lebih baik dilakukan pertobatan-pertobatan di lingkungan masing-masing agama. Sebab apa pun program yang kita susun, berapa pun uang yang kita siapkan tetap lebih cepat penyakit ini menyebar, ” katanya.

Ungkap Nama

Berkaitan dengan itu, Antara melaporkan, kalangan DPR Papua meminta pimpinan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) mengungkap secara jelas pejabat pemerintah di daerah paling ujung Nusantara itu yang telah terjangkit virus penurunan kekebalan tubuh HIV/AIDS. Permintaan itu disampaikan Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) DPR Papua, Marthinus Doga Kurisi kepada waratawan di gedung DPR Papua di Jayapura, Selasa menanggapi berita sejumlah pejabat terinfeksi HIV/AIDS.

Menurut Kurisi, Ketua Harian KPAD Provinsi Papua, Drs PS Ukung tidak hanya mengeluarkan informasi yang menyudutkan pejabat pemerintah, dalam ini eksekutif dan legislatif Papua. Pejabat KPAD Papua itu hanya mengumumkan informasi yang tidak jelas bahkan menghakimi pejabat pemerintah di Papua itu.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Tigor Silaban yang dikonfirmasi Pembaruan Rabu (7/6) pagi menyatakan tidak keberatan dengan laporan KPAD Papua itu. Menurutnya laporan KPAD itu telah di terima Dinas Kesehatan Papua dan datanya dapat dipertanggungjawabkan.

“Silakan saja diberitakan asalkan tidak mencantumkan nama pejabat dimaksud. Tidak masalah,” tegasnya Silaban.

25 Meninggal

Sementara itu, dari Jambi dilaporkan, penyakit AIDS di provinsi tersebut terus memakan korban jiwa. Jumlah pengidap AIDS yang meninggal di daerah tersebut sejak tahun 2003 hingga awal Juni ini sudah mencapai 25 orang atau sekitar 64,10 persen dari 39 orang penderita AIDS yang terdata. Kasus meninggal akibat AIDS di daerah itu mulai terjadi tahun 2003,yakni dua kasus.

Hal tersebut dikatakan Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Program Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr Kaswendi MKes kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (6/6).

Menurut Kaswendi, jumlah korban akibat AIDS di daerah itu meningkat drastis seiring meningkatnya kasus AIDS lima tahun belakangan ini. Kasus positif AIDS di daerah tersebut mulai ditemukan 2001, sebanyak dua orang.

Kasus AIDS tersebut bertambah 12 orang hingga tahun 2004. Kemudian tahun 2005, kasus AIDS di daerah itu meningkat menjadi 29 orang atau bertambah 17 orang.

Sedangkan hingga Juni 2006, penderita AIDS di Jambi meningkat menjadi 39 orang atau bertambah 10 orang. Dari 39 orang penderita AIDS tersebut, sebanyak 26 orang di antaranya (66,67 persen) pengguna narkoba. Sisanya sebanyak 13 orang adalah pekerja seks komersial (PSK).

Disebutkan, kasus HIV/AIDS di daerah itu hingga Juni ini mencapai 168 kasus atau meningkat sebanyak 156 kasus (1.300 persen) dibandingkan kasus HIV/AIDS tahun 2001 sebanyak 12 kasus. Dari sebanyak 168 kasus HIV/AIDS tersebut, 129 kasus positif HIV dan 39 kasus positif AIDS.

Menurut Kaswendi, meingkatnya kasus HIV/AIDS di Jambi dipengaruhi letak daerah tersebut yang berbatasan dengan daerah risiko tinggi HIV/AIDS seperti Batam, Kepulauan Riau dan Riau. Kemudian mobilisasi penduduk berisiko tinggi HIV/AIDS dari daerah lain ke Jambi juga semakin tinggi menyusul terbukanya Jambi saat ini melalui jalur perhubungan darat, laut dan udara.

Selain itu, kasus HIV/AIDS di Jambi juga meningkat drastis akibat berkembangnya industri perkebunan, perkayuan dan pertambangan. Kawasan sentra-sentra industri tersebut diserbu para PSK, sehingga jumlah kasus HIV/AIDS meningkat.

Sumber : (Siswono/ROB/M-15/141) Suara Pembaruan via Gizi.net


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.