Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Jun '06

Tunggal Panaluan


Tongkat Tunggal Panaluan oleh semua sub suku Batak diyakini memiliki kekuatan gaib untuk : meminta hujan, menahan hujan (manarang udan), menolak bala, Wabah, mengobati penyakit, mencari dan menangkap pencuri, membantu dalam peperangan dll. Ada beberapa versi mengenai kisah terjadinya tongkat Tongkat Tunggal Panaluan yang memiliki persamaan dan perbedaan, sehingga motif yang terdapat pada tongkat Tongkat Tunggal Panaluan juga bervariasi. Salah satu kisahnya sebagai berikut :

sepasang suami istri yaitu Datu Baragas Tunggal Pambarbar Na Sumurung (ahli ukir) dan istrinya Nan Sindak Panaluan, sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Mereka menanyakan hal tersebut kepada ahli ramal, ahli ramal menganjurkan agar mengganti patung-patung yang ada di rumahnya dengan yang lebih cantik. Maka pergilah Datu Baragas kehutan untuk mencari kayu yang cocok dijadikan patung, tetapi berhari-hari lamanya tidak ditemukan. Suatu saat ia (Baragas Tunggal) melihat di udara pohon melayang-layang tanpa cabang, daunnya kira-kira setinggi manusia. Baragas memohon kepada Mulajadi agar pohon tersebut diturunkan ke bumi dan ternyata dikabulkan. Pohon tersebut turun tepat ditempat peristirahatan (perberhentian) yang disebut Adian Naga Tolping. Baragas mengambilnya serta mulai mengukir sehingga berbentuk seorang gadis disebut Jonjong Anian. Setelah selesai, ia bermaksud membawa pulang, tetapi tidak dapat diangkatnya.

Beberapa hari kemudian saudagar kain dan perhiasan lewat lalu beristirahat ditempat tersebut. Saudagar melihat betapa cantiknya patung tersebut bila dikenakan pakaian dan perhiasan lengkap. Ia kemudian mengenakan pakaian, selendang, kerabu, kalung, gelang dan kancing emas. Ketika hendak pulang barang-barang tersebut tidak dapat dibuka walau dengan cara apapun. Lalu ia pulang dengan hati yang sangat kesal. Tersiarlah berita sampai keseluruh negeri dan sampai pada dukun Nasumurung Datu Pangabang-abang Pangubung-ubung yaitu dukun yang dapat menghidupkan kembali yang mati atau menyegarkan yang busuk. Sang dukun pergi ketempat patung tersebut dengan membawa obat berkhasiat, lalu meneteskannya ke mata patung, matanya langsung berkedip, ditetskan kehidung terus bersin, diteteskan ke bibir sehingga komat-kamit, diteteskan ke mulut terus dapat berbicara, ke telinga lalu mendengar, kepersendian, pergelangan tangan maupun kaki sehingga dapat bergerak dan berjalan sehingga patung tersebut menjadi seorang gadis cantik jelita, diberi nama siboru Jonjong Anian Siboru Tibal Tudosan.

Datu Nasumurung membangun rumah untuk tempatnya bertenun yang dikawal harimau, babi dan anjing, tangga rumahnya dibuat dari pisau-pisau yang tajam. Banyak pemuda yang simpati padanya tapi untuk bertemupun tidak bisa, namun seorang pemuda berhasil memikat hatinya yang bernama Guru Tatea Bulan dan sepakat untuk melaksanakan perkawinan. Berita itu tersebar luas diseluruh negeri dan sampai kepada Baragas (sipembuat patung), lalu mendatangi datu Pangabang-abang yang menanyakan hal itu. Terjadilah perselisihan antara sipembuat patung (pengukir), datu yang menghidupkan dan saudagar yang masing-masing mengatakan bahwa siboru Jonjong Anian adalah putrinya.

Perselisihan itu ditengahi oleh Si Raja Bahir-bahir (seorang penyumpit) yang menyatakan : Baragas (pengukir) pantas menjadi ayahnya, saudagar menjadi pamannya dan datu Pangabang-abang menjadi kakeknya. Pendapat itu disetujui dan perkawinanpun dilaksanakan. Beberapa lama kemudian, Siboru Jonjong Anian mulai mengandung (hamil). Selama hamil Guru Tatea Bulan senantiasa memenuhi permintaannya agar kelak tidak menjadi staknasi (halangan), walaupun permintaan tersebut terasa aneh, mis : meminta hati elang, nangka, pisang, ikan lumba-lumba, ayam jantan, dll. Ternyata kehamilannya diluar kebiasaan yaitu selama 12 bulan, setelah lahir ternyata kembar dua (marporhas), laki-laki dan perempuan, Guru Tatea Bulan melaksanakan pesta pemberian nama (martutu aek). Yang laki-laki dinamai Aji Donda Hatahutan Situan Parbaring dan adiknya si Tapi Nauasan Siboru Panaluan.

Setelah besar keduanya belajar


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Tunggal Panaluan”

  1. Tanggapan Susanto Tampuboon:

    Guru tatea bulan adalah seorang purtra batak yang terkenal
    saya ingin bertanya guru tatea bulan itu menurunkan marga apa dalam orang bataK?

  2. Tanggapan ACRI:

    TUNGGAL PANALUAN ADALAH NAMA SEBUAH SENJATA RAJA SISINGAMANGARAJA, TAPI TDK PERNAH DIJELASKAN DARI MANA DIA MEMPEROLEHNYA DAN DIMANA TERAKHIR SENJATA ITU KINI BERADA, SAYA INGIN BERTANYA APA ARTI DAN MAKNA TUNGGAL PANALUAN DAN SIAPA PEMILIK ATAU PEMEGANG SENJATA TUNGGAL PANALUAN

  3. Tanggapan Pangihutan Simamora:

    Guru Tatea Bulan adalah anak kedua dari siRaja Batak, anak pertama Raja Isumbaon (sumba).

    Marga dibawahnya ada 5:

    1.Raja biak-biak (tdk berketurunan)
    2.Raja Borbor (pasaribu, sipahutar, dll)
    3.Sagala
    4.Limbong
    5.Silau Raja (manik, malau, ambarita, gurning)

    Tunggal Panaluan adalah senjata kita (simbol raja-raja Batak)
    bukan hanya Raja Sisingamanagaraja.

    Mantan Presiden Soeharto dulu pernah memegangnya (sbg tamu kehormatan) di Tarutung, pada jaman orde baru, pada saat pesta jubileum HKBP.
    cari aja fotonya di google.

  4. Tanggapan Jagarino Pasaribu,ST:

    saya ingin menanggapi tanggapan pangihutan simamora.
    Anak Siraja Batak I ada 2 (dua) yaitu :
    1. Guru Tataebulan
    2. Raja Isumbaon (sumba)

    Anak Tateabulan ada 5 (lima) yaitu :
    1.Raja Uti /Miok-miok/Gumeleng-geleng
    2.Saribu Raja (Pasaribu)
    3.Limbong Mulana
    4.Sagala Raja
    5.Malau Raja

    Jadi inilah keturunan yang benar dari Guru Tateabulan. Bukan seperti yang diutarakan oleh Pangihutan Simamora. Dan Guru Tateabulan adalah anak pertama dari Siraja Batak I.
    Mengenai Tunggal Panaluan yang saya ketahui diturunkan Siraja Batak I kepada anaknya Guru Tateabulan. Hingga sekarang Tunggal PAnaluan itu keberadaannya tidak saya ketahui.

    Mauliate ma di hita saluhutna.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.