Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
3
Jun '06

Tim Akademis Dipertanyakan: Aksi Sejuta Buruh Disiapkan


Sejumlah konfederasi serikat pekerja kini mempersiapkan diri untuk menggelar unjuk rasa sejuta buruh, bila pemerintah tetap tidak mau peduli pada aspirasi dan pandangan mereka.
Ini terkait dengan rencana merevisi Undang-Undang No 13 Tahun 2003
mengenai Ketenagakerjaan.

Hal itu mengemuka dalam jumpa pers yang digelar Partai Buruh, Selasa (2/5) malam, di Jakarta. Pada kesempatan itu, hadir Ketua Umum DPP Partai Buruh Muchtar Pakpahan, Rekson Silaban (Ketua Umum Konfederasi Buruh Sejahtera Indonesia), Latief Nasution (Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), Iqbal (Wakil Sekjen Kongres Serikat Pekerja Indonesia), dan sejumlah tokoh gerakan buruh.
Menurut Muchtar Pakpahan, para buruh menyayangkan ucapan tak bijak dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengomentari pernyataan Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning tentang penolakan Komisi IX DPR atas usulan revisi dari Pemerintah.

“Apakah perlu buruh mendatangi lagi Istana Wakil Presiden? Kok selalu masalah buruh yang disalahkan menjadi penghambat investasi? Wapres harus mencabut ucapannya itu supaya buruh tak perlu mendatanginya. Wapres jangan memprovokasi rakyat,” kata Muchtar.
Meski aksi buruh pada Hari Buruh 1 Mei lalu berhasil menggalang ratusan ribu buruh turun ke jalan dan tetap berjalan tertib, para tokoh buruh itu tetap berpandangan bahwa kejadian itu bukanlah puncak aksi mereka, karena mereka masih menunggu dan melihat hal-hal yang akan ditempuh pemerintah, terkait dengan rencana revisi UU No 13/2003.

Informasi yang berkembang menyebutkan aksi buruh besar-besaran akan digelar lagi pada 20 Mei bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, secara terpisah, mengatakan, aksi lanjutan peringatan hari buruh tersebut tidak akan menggoyahkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kekuatan buruh dan elemen masyarakat tidak solid. Mereka terfragmentasi. Jadi, menurut saya, aksi 20 Mei tidak berbahaya,” katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
PKS sendiri, ungkapnya, dalam rapat Majelis Syuro telah menegaskan dukungan penuh pada perjuangan kaum buruh dan menolak rencana revisi UU Nomor 13/2003.
Tifatul mengatakan buruh bukanlah faktor yang terlalu membebani dunia usaha. Sebaliknya, faktor yang sangat menghambat investasi dan dunia usaha justru datang dari pemerintah seperti birokrasi yang masih korup, ketidakpastian hukum, dan proses perizinan yang lama.

Dalam siaran persnya, Partai Buruh mengutip data hasil survei World Economic Forum bahwa penghambat investor masuk ke Indonesia adalah: inefisiensi birokrasi pemerintah (21%), infrastruktur tak memadai (19%), perpajakan (15%), korupsi (11%), kualitas SDM (9%), instabilitas kebijakan (7%), perundangan ketenagakerjaan (4%).

Kajian Akademis
Sementara itu, kajian akademis revisi UU Ketenagakerjaan yang kini tengah dikerjakan oleh lima perguruan tinggi yang ditunjuk pemerintah juga dipersoalkan oleh kalangan buruh. Mereka menilai akademisi tidak kompeten di bidang perburuhan. “Kalau hal ini terus dilanjutkan, kami sedang mempersiapkan gerakan sejuta buruh,” kata Iqbal, Wakil Sekjen KSPI.

Dalam kaitan ini, Partai Buruh dan para tokoh serikat pekerja itu mendesak Presiden tetap teguh dengan pernyataan 8 April, yakni membahas revisi itu dalam forum tripartit, dan cooling down. “Jadi, hentikan membicarakan revisi UU No 13/2003,” kata Muchtar Pakpahan.
Terkait dengan hal ini, ribuan buruh yang tergabung dalam KSPSI, Rabu (3/5) ini mendatangi gedung DPR di Senayan untuk mendukung Komisi IX DPR yang menolak revisi UU No13/2003.

Sumber : (Kristanto Hartadi/ Suradi) Sinar Harapan, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » SILABAN Sang Arsitek Kesayangan Bung Karno
Artikel selanjutnya :
   » » Tapak Jejak Pelukis Besar Raden Saleh