Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
15
Mei '06

Pengusaha dan Buruh Sepakat Berdialog


Para pengusaha dan buruh bersepakat melakukan pertemuan formal bipartit pada Juni mendatang.

Para pengusaha dan buruh bersepakat melakukan pertemuan formal bipartit pada Juni mendatang. Pertemuan ini diharapkan bisa mencari jalan keluar mengatasi pengangguran dan perbaikan iklim investasi di Indonesia.

“Kami harap Presiden Yudhoyono membuka pertemuan tersebut,” kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban di Jakarta, Sabtu lalu. Pertemuan ini akan dihadiri tiga serikat pekerja yang telah diakui pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Indonesia.

Para pekerja rencananya diwakili oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, dan Serikat Pekerja BUMN Bersatu. Dua perwakilan dari serikat pekerja lainnya juga disertakan. Sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia diwakili pengurusnya dan perwakilan pengusaha.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi mengatakan pihaknya sudah bersepakat dengan serikat pekerja untuk bertemu. “Ini sebagai bentuk perbaikan iklim investasi,” kata Sofyan.

Sofyan mengatakan pekerja dan pengusaha sudah membentuk tim kecil yang membahas masalah dan mencari jalan keluar perbaikan iklim investasi. Dia mencontohkan pengusaha mengedepankan permasalahan infrastruktur, pajak, investasi, bea-cukai, pungutan liar, dan penyelundupan. Hasil kajian tim ini akan dijadikan bahan dalam dialog bipartit.

Soal revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Sofyan mengatakan, pihaknya akan menerima semua usul dengan terbuka atas masukan dari kajian perguruan tinggi yang diminta pemerintah. “Hasil tinjauan akademis itu sebagai bahan masukan kami dalam memperbaiki iklim investasi,” tuturnya.

Adapun Rekson mengatakan pekerja dan buruh sepakat untuk menerima usul kajian akademis tersebut. “Masalah kami pakai atau tidak kajian itu adalah hak kami,” katanya. Yang jelas, kata dia, serikat pekerja tetap menolak revisi Undang-Undang Ketenagakerjan karena permasalahan sebenarnya lebih luas dari undang-undang itu.

Sumber : (zaky almubarok) Koran Tempo, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mutlak Harus Berkuasa
Artikel selanjutnya :
   » » Pengusaha-Buruh Sepakat Bersatu