Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
14
Mei '06

Perayaan Paskah Oikumene Unimed Dihadiri 3.500 Mahasiswa


Perayaan Paskah Oikumene Unimed Medan berlangsung meriah dan khidmat dihadiri sekitar 3500 mahasiswa dari berbagai fakultas, memadati gedung auditorium, Jumat (12/5).
Perayaan diawali dengan prosesi pendeta, pastor, Pembantu Rektor III dan sejumlah dosen dipandu petugas yang membawa lilin.

Acara dikemas secara oikumenis yakni paduan Katolik, Protestan serta kharismatis ditandai dengan penyampaian kidung pujian dengan iringan tepuk dan sorak, doa umat dilaksanakan secara katolik dan materi acara lainnya dengan Protestan.

Rangkaian acara sepenuhnya dipimpin para mahasiswa, diisi juga dengan pujian oleh kelompok Paduan Suara (PS) seperti PS IKBKM, PS FILADEFIA, PS MEB, PS IKBKK, PS Gloria. Responsoria dan doa pembuka dipimpin Pendeta Mahasiswa PGI Wilayah Sumut Pdt Sarlen L Tobing MA, Firman Tuhan dibawakan Pastor Louis dari Gereja Katolik Paroki Helvetia.

Thema perayaan adalah “Kiranya Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus Kristus Meneladani Kita untuk Berani Berkorban Mengembangkan Nilai-nilai Kebenaran dan Berbuat Baik Bagi Sesama”
Menurut PR III Unimed Dr Albinus Silalahi MS, perayaan Paskah Oikumene ini sepenuhnya diselenggarakan oleh seluruh mahasiswa Kristen Unimed yang tergabung dalam berbagai kelompok seperti Unit Kegiatan Mahasiswa Katolik, Unit Kegiatan mahasiswa Kristen Protestan yang didukung 10 kelompok Paduan Suara Mahasiswa yang ada di Unimed.

Dalam sambutannya, baik sebagai unsur pimpinan Unimed maupun penanggungjawab kegiatan ini, yang disampaikan sebelum acara ibadah, meminta seluruh civitas akademika Unimed dapat menghayati thema Paskah dan mengamalkannya.

Dengan pengamalan thema Paskah, diharapkannya, akan menjadi pilar fundamental membangun budaya ilmiah dalam arti membangun sumber daya manusia yang mampu berlogika dan mampu menganalisis permasalahan-permasalahan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan penghayatan dan pengamalan thema tersebut, tambah Albinus, masyarakat ilmiah juga akan bernalar mewujudkan kebenaran.
“Hanya dengan budaya seperti inilah (berani berkorban mengembangkan nilai-nilai kebenaran dan berbuat baik bagi sesama, red) pada zaman ini, sumber daya manusia kita akan dapat berkarakter, berkepribadian, bermental dan bermoral berkeimanan dalam membangun masyarakat negara kita ke arah yang lebih baik,” tutur Albinus Silalahi.

Sementara itu, Pastor Louis dalam khotbahnya memaparkan argumennya yang merasa bangga sebagai pengikut Kristus. Pertama, katanya, bangga terhadap kebenaran yang diwartakan Yesus Kristus lewat pelayanannya di dunia. Kedua, dengan ajaran tersebut ada komitmen orang Kristen baik terhadap Tuhan maupun manusia untuk menjalankan kasih.

Allah yang disembah dalam Yesus Kristus adalah Allah yang berpihak kepada orang-orang lemah, miskin, berdosa. Yesus Kristus adalah Juru Selamat yang memihak kepada umat seluruh dunia, bukan kelompok tertentu saja. Ia merangkul agama-agama, suku yang ada di dunia ini. “Karena itu banggalah menjadi orang Kristen,” kata pastor.

Tampak hadir, selain PR III Albinus Silalahi, Ketua Forum Pelayanan Kristen Unimed Dr Ramlan Silaban MS dan salah seorang dosen FMIPA Dra Martina Br Napitupulu MS.

Sumber : (C1/q) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pertemuan Bipartit - Pengusaha dan Buruh Sepakat Bersatu
Artikel selanjutnya :
   » » Pekerja-Pengusaha Sepakati Pemulihan Ekonomi