Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
10
Mei '06

Dialog Oke, Asal Buruh Yang Ditahan Dilepas


Soal Tawaran Pengusaha Bertemu Serikat Pekerja

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sjukur Sarto mengaku belum memikirkan untuk bertemu dengan pengusaha.

Jakarta, Rakyat Merdeka. Alasannya, saat ini mereka masih berkonsentrasi untuk membebaskan delapan buruh anggota KSPSI yang masih ditahan di Polda Metro Jaya. “Yang paling pokok saat ini adalah agar ada pembahasan final soal revisi UU No.13/2003 tentang Ketenegakerjaan di DPR dan DPD dulu. Kalau ini nggak selesai, percuma dong ketemu pengusaha juga,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Selasa.

Sjukur menyatakan, pihaknya mau bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) jika saja persoalan revisi itu sudah selesai dengar DPR dan anggota KSPSI yang saat ini ditahan di Polda Metro Jaya dibebaskan. “Kalau pertemuan Kamis besok dengan DPR udah final, oke lah ketemu. Nah, kami juga sangat ingin kawan-kawan yang saat ini ditahan bisa segera dibebaskan,” pintanya.

Dia tidak mempersoalkan sikap Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang berbalik arah. Menurutnya, pertemuan KSBSI dengan Apindo yang akan digelar Jumat adalah hak KSBSI.

Ketua KSBSI Rekson Silaban
mengaku, akan ada pertemuan informal antara pimpinan serikat buruh dengan pengusaha untuk menyiapkan dialog bipartit secara formal pekan ini. Dengan demikian, diharapkan buruh dan pengusaha dapat menyamakan visi tentang langkah-langkah prioritas perbaikan iklim investasi dan kondisi industri.

“Besok Jumat jam 13 kita akan bertemu di Hotel Sahid. Tapi itu baru pembicaraan informal untuk menyiapkan pertemuan formal nanti,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka kemarin di Jakarta.

Menurut Rekson, dari hasil pertemuan Senin lalu dengan Ketua Apindo Sofjan Wanandi, disepakati bahwa kedua belah pihak tidak akan lagi bicara soal revisi UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dia menjelaskan, pertemuan Jumat besok adalah untuk merumuskan agenda pertemuan formal antara buruh dan pengusaha yang akan dilakukan pekan ini. “Ini soal apa yang akan kita lakukan setelah sepakat nggak bicara revisi dan soal penyamaan visi antara buruh dan pengusaha dalam menyelesaikan persoalan bangsa,” jelasnya.

Rekson menjelaskan, serikat buruh memiliki rumusan prioritas kerja yang harus dilakukan pemerintah dan Kamis besok akan disampaikan ke DPR dan DPD. “Pengusaha juga ngomongnya punya. Ini mau kita samakan. Yang beda-beda simpan dulu lah, pokoknya rumusan yang sama itu nantinya akan disatukan dan disampaikan ke pemerintah,” cetusnya.

Selain itu, kata Rekson, pertemuan itu digelar untuk mencegah upaya politisasi gerakan buruh yang sifatnya sektoral menjadi isu jatuh-menjatuhkan pemerintahan yang sah. “Kita nggak mau dipolitisasi. Anda lihat sendiri upaya ke arah itu jelas terlihat dan serikat buruh-pengusaha sepakat itu jangan sampai terjadi,” tuturnya.
Menurutnya, pengusaha dan buruh sebenarnya sepakat jika revisi itu bukan pokok persoalan. Namun ada faktor lain yang harus segera diselesaikan, yaitu soal penyelundupan, birokrasi yang berbelit-belit, biaya ekonomi tinggi, Jamsostek dan yang lainnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan, dialog bipartit dengan serikat buruh bertujuan untuk menyusun poin-poin pembenahan iklim investasi sesuai dengan skala prioritas. Selanjutnya, diupayakan dialog bipartit dengan keikutsertaan lebih banyak asosiasi pengusaha dan serikat buruh untuk pembahasan yang lebih rinci.

“Pengusaha dan buruh sama-sama memiliki kepentingan untuk iklim investasi yang baik. Oleh karena itu, kami meminta pihak lain tidak berkomentar yang bisa menimbulkan gejolak di pasar,” pinta Sofjan.

Sumber : (RM/IU) Rakyat Merdeka


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.