Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
9
Mei '06

ILO Selenggarakan Diskuksi Tentang Pekerja ‘Outsourcing’


Globalisasi ekonomi dan inovasi teknologi menjadikan perusahaan, yang sebelumnya terlindungi oleh batas dan kelembagaan nasional, pada tekanan persaingan yang keras dan pasar kerja harus menyesuaikan diri dengan realitas baru ini yang berujung pada terjadinya perubahan cepat di pasar kerja dunia.

Organisasi Buruh Dunia (ILO) dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, menyebutkan kendati terdapat kesepakatan bahwa fleksibilitas yang lebih besar diperlukan dalam pasar kerja, tetapi terdapat perbedaan pandangan antara pengusaha dan pekerja mengenai bentuk dan cara fleksibilitas yang diinginkan masing-masing pihak.

Di satu sisi, lemahnya perlindungan atas pekerja saat pekerjaan disub-kontrakkan (outsourcing) melahirkan persoalan kesetaraan, sementara di sisi lain harus dipikirkan perlunya fleksibilitas dan adaptasi pasar kerja. ILO menilai perlu pendekatan yang seimbang dalam hal itu.

Guna membahas permasalahan terkait dengan sub-kontrak di Indonesia, ILO akan menggelar diskusi satu hari bertajuk “Tren Internasional mengenai Hubungan Kerja termasuk Sub-kontrak” di Jakarta, pada Selasa (9/5). Diskusi direncanakan dibuka oleh Erman Suparno, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Alan Boulton, Direktur ILO di Indonesia, mengatakan tujuan dari kebijakan pasar kerja dan ketenagakerjaan harus mampu mewujudkan hak-hak setiap warga negara untuk bekerja atau masuk ke dalam pasar kerja.

“Studi-studi ILO menemukan adanya hubungan yang positif antara peraturan pasar kerja dan kondisi kerja. Karenanya, menemukan upaya untuk memastikan pengembangan kebijakan yang inovatif yang dapat mengelola pasar kerja secara lebih baik dari sudut pandang ekonomi dan sosial menjadi penting,” ujar Boulton.

Diskusi itu berupaya menyediakan kesempatan untuk saling bertukar pandangan dan pengalaman dalam penyusunan kebijakan nasional guna mengembangkan mekanisme yang tepat sebagai upaya menyikapi cepatnya perubahan dan perkembangan pasar kerja dan pengaturan kerja.

Forum itu juga menyediakan sarana berdialog bagi forum tripartit (pemerintah, pekerja dan pengusaha) berkenaan dengan kebijakan dan dampak sub-kontrak atas pekerja dan pengusaha.

Tujuan-tujuan itu sejalan dengan agenda sesi ke-95 Konferensi Perburuhan Internasional 2006 yang akan diselenggarakan pada Juni di Jenewa berkenaan dengan permasalahan hubungan kerja. Hubungan kerja merupakan pilar dari standar ketenagakerjaan nasional dan internasional, serta prinsip-prinsip Deklarasi ILO.

Konsultan ILO mengenai Hubungan Kerja, Enrique Marin, akan memaparkan tinjauan komparatif berkenaan dengan tren internasional mengenai hubungan kerja, termasuk permasalahan terkait sub-kontrak, dan perbandingan antarnegara serta pengalaman terkait mekanisme hubungan kerja.

Diskusi juga menghadirkan Myra Hanartani, Direktur Jenderal Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rekson Silaban, Presiden KSBSI dan Hasanuddin Rachman, Deputi Presiden Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Mereka akan membahas kerangka kebijakan nasional dan dampak dari sub-kontrak (outsourcing) terhadap perlindungan pekerja dan produktivitas perusahaan.

Diskusi direncanakan akan dihadiri sekitar 70 orang dari pemerintah, serikat pekerja, organisasi pengusaha, kamar dagang internasional, lembaga internasional dan nasional dan sebagainya.

Sumber : (Ant/OL-1) Media Indonesia Online


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “ILO Selenggarakan Diskuksi Tentang Pekerja ‘Outsourcing’”

  1. Tanggapan udin:

    kalau bisa informasi terbaru tentang kegiatan ilo bisa langsung di kirim ke Email.. Thanxs

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » KSPSI Tolak Dialog Dengan Apindo
Artikel selanjutnya :
   » » “Ngapain Ketemu Kalau Cuma Bahas Revisi”