Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
2
Mei '06

Buruh Kaltim [Kalimantan Tengah] Didukung


Di Lampung Terjadi Bentrokan antara Buruh dan Aparat Keamanan

Gubernur Kalimantan Timur Suwarna Abdul Fatah mendukung tuntutan buruh. Hal itu dinyatakannya kepada sekitar 1.000 demonstran dari Aliansi Perjuangan Buruh Kaltim yang memperingati Hari Buruh Internasional hari Senin (1/5) di Samarinda.

Demonstrasi berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam kesempatan itu buruh menuntut tanggal 1 Mei ditetapkan menjadi hari libur nasional dan meminta agar rencana pemerintah merevisi Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan ditolak. Suwarna setuju pada penolakan revisi UU Ketenagakerjaan itu.

Gelombang unjuk rasa oleh buruh dan pihak yang bersimpati pada mereka melanda berbagai daerah di Indonesia pada Hari Buruh Internasional kemarin. Tuntutan mereka senada, yaitu menolak rencana revisi UU Ketenagakerjaan, meminta tanggal 1 Mei dijadikan hari libur nasional, meminta peningkatan kesejahteraan buruh, serta nasionalisasi perusahaan asing.

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Perkayuan, Kehutanan, dan Pertanian, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kaltim juga mengimbau agar kayu dari Kaltim hanya diolah di daerah itu untuk menyelamatkan industri kayu. Di Kaltim saat ini industri kayu terpuruk akibat sulitnya memperoleh bahan baku.

Adapun Aliansi Perjuangan Buruh meminta pemerintah fokus pada pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Dalam pandangan mereka, iklim investasi yang kondusif tidak hanya berkait dengan buruh, tetapi juga terkait dengan efektivitas dan efisiensi birokrasi. Mereka meminta pengurusan izin usaha diselesaikan dalam satu atap dan pungutan ilegal dihapuskan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltim mengatakan, tuntutan tersebut sebaiknya diserahkan secara tertulis karena akan diajukan kepada pemerintah pusat. “Saya sepakat dengan tuntutan buruh dan akan saya perjuangkan,” katanya.

Dari Batam dilaporkan, sekitar 1.000 buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Batam dan Kantor Wali Kota Batam kemarin. Pengunjuk rasa meminta pemerintah menjamin perlindungan hak-hak buruh, termasuk buruh kontrak.

Berkaitan dengan itu, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban mengungkapkan, kontrak sebenarnya berlaku untuk pekerjaan yang bersifat sementara, bukan pekerjaan pokok atau pekerjaan produksi suatu perusahaan. “Namun, sekarang ini ada perusahaan yang melakukan kontrak dengan buruh yang dipasok perusahaan pemasok tenaga kerja untuk enam bulan,” katanya.

Ia mengatakan, ada beberapa ketentuan, seperti keputusan menteri, yang bertentangan dengan UU. “Pemerintah kurang menyosialisasikan sejauh mana ketentuan seperti keputusan menteri itu sudah ditinjau ulang,” katanya.

Di Denpasar, Bali, sekitar 25 warga dari Buruh Bali Menggugat kemarin berunjuk rasa dengan mendatangi Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Bali yang semuanya berlokasi di Renon, Denpasar.

Bentrokan

Dari pemantauan di halaman depan Gedung Gubernur Lampung di Bandar Lampung, tempat dilangsungkannya unjuk rasa, terjadi bentrokan antara Satuan Polisi Pamong Praja Lampung dengan buruh pengunjuk rasa. Untuk meredam bentrokan itu, polisi melepaskan empat kali tembakan ke udara, sementara dua peserta unjuk rasa ditahan.

Di Bandung unjuk rasa dilakukan ribuan orang dari berbagai organisasi buruh se-Bandung Raya yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat. Sekitar 6.000 buruh memenuhi Jalan Diponegoro, depan Gedung Sate, dari Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kecamatan Rancaekek. Aksi didukung mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri Bandung, Universitas Pasundan Bandung, dan Institut Teknologi Bandung.

Dari Medan dilaporkan, ribuan buruh mengusung tuntutan nasionalisasi industri. Sekitar 10.000 buruh dari berbagai elemen datang dari Medan dan daerah-daerah di sekitarnya, seperti Deli Serdang dan Binjai.

Unjuk rasa serupa terjadi di Makassar, Manado, dan Palu, dan Yogyakarta. Dari Surabaya dilaporkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanggapi dingin tuntutan Koalisi Buruh dan Rakyat Jawa Timur. Sementara itu, demo buruh berlangsung damai di Kota Kudus. Di Nanggroe Aceh Darussalam, para buruh bekerja seperti biasa.

Sumber : (Tim KOMPAS) Samarinda, Kompas


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.