Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
1
Mei '06

Tank Hadang Demo Buruh


Hari ini Demo Serentak dan Besar-besaran

Moncong tank itu mengarah ke kerumunan buruh. Saat sejumlah buruh mendekat ke Istana Negara, Minggu (30/4), aparat langsung bersiaga. Senjata dikokang dan barisan langsung dirapatkan. Hari ini (Senin, 1/5), menyambut ancaman demo buruh besar-besaran, aparat juga akan melakukan hal yang sama. Sejak kemarin, sekeliling istana telah dipagari kawat berduri. Ribuan anggota pasukan Brimob dan pasukan TNI tampak membanjiri Kawasan Monas yang terletak di depan Istana Negara.

Suasananya terlihat seakan-akan Istana Negara hendak diserbu. Seolah-olah Indonesia tengah berperang sehingga istana dijaga dengan sangat ketat. Bangunan bersejarah tempat presiden berkantor, merupakan satu dari tiga titik konsentrasi aparat. Dua tempat lainnya yang dijaga ketat adalah Gedung DPR/MPR serta Bundaran Hotel Indonesia (HI). Menurut Wakadiv Humas Mabes Polri Anton Bachrul Alam, Minggu, pengamanan akan difokuskan di Istana Negara dengan kekuatan sekitar 2.000 aparat. Itu khusus untuk mengamankan istana.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun, jumlah aparat yang disiagakan di Jakarta adalah 15.000 aparat kepolisian, 5.000 aparat TNI dari berbagai unsur, serta 7.000 pasukan Trantib. Jumlah ini masih belum cukup. Masih ditambah lagi dengan 4.000 polisi pamong praja, dinas kesehatan, dan dinas perhubungan. Bahkan, TNI Angkatan Udara (AU) juga menyiapkan helikopter jenis Super Puma dan satu heli jenis Twin Pack dari Pangkalan Udara Atang Senjaya, Bogor.

Tak hanya itu, sejumlah organisasi masyarakat juga menyatakan siap mem-back-up aparat. Di antaranya adalah Forum Betawi Rembug, Forum Komunikasi Anak Betawi, Pemuda Pancasila, dan Front Pembela Islam (FPI). Mereka siap membanu aparat untuk menjaga tindakan anarkis. Jumlah aparat dan elemen masyarakat itu disiagakan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang bisa timbul akibat demo buruh. Maklum saja, di kalangan aparat beredar informasi kalau jumlah massa yang akan turun berdemonstrasi mencapai jumlah 300.000 orang.

Ancam jatuhkan SBY Sehari menjelang Hari Buruh Sedunia atau Mayday (Senin, 1/5), ribuan buruh telah mengepung Istana Negara. Mereka melakukan aksi longmarch mulai dari Bundaran Horel Indonesia (HI) hingga Istana Negara. Sepanjang jalan, mereka meneriakkan yel-yel turunkan pemerintahan SBY-Kalla.

Organisasi yang menurunkan ribuan massanya kemarin adalah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan Forum Komunikasi Buruh Bersatu. Dalam pernyataan sikapnya, mereka menolak revisi UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. “Kami menolak semua bentuk kekerasan terhadap buruh. Undang-undang Ketenagakerjaan harus segera dicabut,” kata Ketua Umum KSBSI Rekson Silaban saat orasi di Jakarta, Minggu.

Saat rekan-rekannya berorasi, mereka banyak meneriakkan yel-yel agar menjatuhkan Pemerintahan SBY-Kalla. Pemerintah dinilai tidak berpihak kepada buruh, malah cenderung mengeksploitasi buruh.

Aksi massa ini berlangsung secara damai. Sebelum aksi longmarch dimulai, dua orang perempuan di barisan massa, membagikan banyak bunga mawar merah yang dibungkus plastik tipis sebagai tanda aksi damai. Saat longmarch, kemacetan sempat terjadi di ruas jalan utama di Jakarta. Apalagi, jumlah massa yang berjalan kaki cukup panjang dan di belakangnya menyusul banyak pengendara sepeda motor yang juga mengenakan ikat kepala bertuliskan KSBSI.

Menurut Rekson, aksi ini hanyalah aksi pembuka dari serangkaian aksi besar yang akan segera mereka lakukan. “Besok (hari ini, red), kita akan menggelar aksi yang jauh lebih besar. Aksi yang akan mengguncang Jakarta,” katanya. Rekson juga menanggapi isu tentang beredarnya sejumlah penembak gelap (sniper) yang siap menembak buruh. “Kami akan melakukan aksi damai. Tolong aparat menghormati itu dan tidak asal menembak warga yang semestinya dia lindungi,” katanya.

Saat buruh melintas di Istana Negara, kemarin, mereka sempat memaksa masuk ke halaman istana. Sekeliling istana telah dipasangi kawat berduri untuk menghalangi la


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Presiden: Fasilitasi Peringatan Hari Buruh
Artikel selanjutnya :
   » » Wapres: Buruh Bergembiralah