Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
1
Mei '06

Buruh Ikut Demo Kena Sanksi


Salah satu pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Anton Supit mengatakan, ia akan memberi sanksi kepada pekerja yang mengikuti demonstrasi pada 1 Mei 2006 dalam rangka perayaan hari buruh internasional (May Day).

“Kita harus mengacu pada kontrak kesepakatan kerja bersama, tidak lantas tidak masuk satu hari lalu dipecat. Tapi yang jelas ‘no work no pay’,” kata Anton di sela acara Forum Rembuk Nasional yang digelar Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Anton, para pengusaha tidak akan bereaksi macam-macam dan emosional menanggapi aksi besar-besaran para buruh, tapi akan mengikuti ketetapan dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menjelaskan, pemerintah tidak menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, sehingga semua aturan yang berlaku harus dijalankan sebagaimana hari kerja biasa.

Namun demikian, Anton tidak menjelaskan secara eksplisit sanksi yang akan dikenakan kepada buruh jika melakukan demonstrasi. “Kalau kesalahan ringan ya teguran, kalau tidak masuk pada hari itu (1 Mei) artinya mangkir. Tidak masuk beberapa hari kerja, berarti mengundurkan diri,” tegas Anton. Ia berharap, demonstrasi 1 Mei tidak akan diwarnai tindakan-tindakan yang anarkis, karena akan berakibat buruk terhadap citra Indonesia yang sedang berusaha menarik minat investasi.

Dua persen
Sekjen Apindo Djimanto mengatakan pengusaha hanya akan memberi izin tidak masuk pada sekitar dua persen dari jumlah buruh yang bekerja pada 1 Mei untuk mengikuti aksi demonstrasi yang bertepatan dengan hari buruh internasional.

“Tanggal 1 Mei bukan hari libur, rencana produksi dan bisnis tidak boleh terganggu. Yang mau berdemo silahkan sepanjang tidak ganggu rencana produksi dan bisnis kami,” katanya usai Forum Rembuk Nasional yang digelar Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, dengan dua persen buruh yang tidak bekerja, maka rencana produksi tidak akan terganggu. “Besaran dua persen itu bisa ditolerir jika tidak menganggu bagian esensial seperti power dan keamanan,” katanya. Pengusaha akan menuntut ganti rugi jika ada gerakan pemaksaan kepada buruh untuk mengikuti aksi 1 Mei. “Kalau tidak masuk kerja, mangkir, kita keluarkan Surat Peringatan. Kita akan gugat perdata kalau demo merugikan, misalnya mesin harus mati, jam kerja hilang, kehilangan klien,” katanya. Djimanto mengakui demo merupakan hak buruh tapi karena 1 Mei tidak dinyatakan hari libur maka tindakan terhadap buruh tergantung kesepakatan pengusaha dan tenaga kerja serta tata tertib perusahaan.

Pengerahan massa
Sementara itu, Ketua, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Rekson Silaban mengatakan akan mengerahkan 8.000 orang untuk aksi “pemanasan” pada 30 April, pukul 09.00 WIB dengan membagikan bunga mawar. “Besoknya juga kita kirimkan 8.000 orang,” kara Rekson.

Selain aksi menolak revisi Undang-undang tenaga kerja, lanjut Rekson, aksi 1 Mei juga akan ditujukan untuk mendesak reformasi jamsostek dan menekankan kebebasan berserikat.

Aksi tidur
Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, Dominggus mengatakan 31 ribu anggotanya siap ikut serta pada aksi 1 Mei. “Kami akan aksi tidur massal dan memungkinan peserta aksi bisa mencapai 40 ribu,” kata Dominggus.

Sementara itu, Ketua Forum Serikat Pekerja BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono, menyatakan tidak akan menurunkan massa karena 1 Mei bukan hari libur sehingga hanya akan mengganggu produktivitas. Sementara itu, Sekjen Serikat Buruh Nasional, Erlina mengatakan, pada 1 Mei, pihaknya akan mengerahkan sekitar 100.000 orang untuk mengikuti aksi demontrasi.

Sumber : (ant / am) Waspada Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Buruh Start Demo Minggu
Artikel selanjutnya :
   » » Demo di Batam - Hak Buruh Kontrak Harus Dilindungi