Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
29
Apr '06

Pengusaha Ijinkan Hanya 2% Buruh Ikut Demo


Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Djimanto mengatakan pengusaha hanya akan memberi izin tidak masuk pada sekitar 2% dari jumlah buruh yang bekerja pada 1 Mei untuk mengikuti aksi demonstrasi yang bertepatan dengan hari buruh internasional.

“Tanggal 1 Mei bukan hari libur, rencana produksi dan bisnis tidak boleh terganggu. Yang mau berdemo silahkan sepanjang tidak ganggu rencana produksi dan bisnis kami,” katanya usai Forum Rembuk Nasional yang digelar Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, dengan 2% buruh yang tidak bekerja, maka rencana produksi tidak akan terganggu.

“Besaran 2% itu bisa ditolerir jika tidak menganggu bagian esensial seperti power dan keamanan,” katanya.

Pengusaha akan menuntut ganti rugi jika ada gerakan pemaksaan kepada buruh untuk mengikuti aksi 1 Mei.

“Kalau tidak masuk kerja, mangkir, kita keluarkan Surat Peringatan. Kita akan gugat perdata kalau demo merugikan, misalnya mesin harus mati, jam kerja hilang, kehilangan klien,”katanya.

Djimanto mengakui demo merupakan hak buruh tapi karena 1 Mei tidak dinyatakan hari libur maka tindakan terhadap buruh tergantung kesepakatan pengusaha dan tenaga kerja serta tata tertib perusahaan.

Mengenai pengkajian UU tenaga kerja, Djimanto berharap kajian lima universitas itu dilakukan secara multidisiplin, antara lain sesuai ilmu akunting, ilmu ekonomi perusahaan dan demografi.

“Kalo bisa bulan Juni sudah selesai dan kita kaji kembali,” katanya.

Pengerahan massa

Sementara itu, Ketua, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Rekson Silaban mengatakan akan mengerahkan 8.000 orang untuk aksi “pemanasan” pada 30 April, pukul 09.00 WIB dengan membagikan bunga mawar.

“Besoknya juga kita kirimkan 8.000 orang,” kara Rekson.

Selain aksi menolak revisi Undang-undang tenaga kerja, lanjut Rekson, aksi 1 Mei juga akan ditujukan untuk mendesak reformasi jamsostek dan menekankan kebebasan berserikat.

Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, Dominggus mengatakan 31 ribu anggotanya siap ikut serta pada aksi 1 Mei.

“Kami akan aksi tidur massal dan memungkinan peserta aksi bisa mencapai 40 ribu,” kata Dominggus.

Sementara itu, Ketua Forum Serikat Pekerja BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono, menyatakan tidak akan menurunkan massa karena 1 Mei bukan hari libur sehingga hanya akan mengganggu produktivitas.

“Hari buruh internasional kita rayakan dengan meningkatkan produktivitas,” katanya.

Sumber : (*/rit) KapanLagi.Com


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.