KEBON SIRIH- Merasa tidak diperlakukan adil, Serikat Kontraktor Kecil (Skoci) memprotes proses lelang proyek di lingkungan Sub Dinas Pendidikan Dasar (Sudin Diknas) Jakarta Barat. Bahkan, Skoci menuduh ada rekayasa dalam proyek Rp 24,5 miliar tersebut.
Menurut Ketua Skoci Jakarta Gokma Ambarita, rekayasa proyek terjadi pada paket proyek berklasifikasi K3, K2, K1, dan M yang nilai totalnya Rp 24,5 miliar. Paket proyek itu terdiri atas Proyek Pendidikan Mutu dan Relevansi Pendidikan Rp 3,027 miliar, Peningkatan Pemerataan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Rp 17,4 miliar, dan Peningkatan Manajemen Pendidikan Dasar Rp 2,9 miliar.
Dijelaskan, dalam Keppres No 80 Tahun 2003, proses lelang diutamakan dengan pascakualifikasi. Artinya, perusahaan diberikan kebebasan dalam mendaftar sebagai peserta lelang. Sementara proses pemeriksaan apakah proyek itu layak atau tidak, dilakukan setelah perusahaan memasukkan surat penawaran harga (SPH).
“Namun kini justru sebaliknya. Rekanan malah disuruh untuk ikut seleksi prakualifikasi. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan terjadi rekayasa dalam prakualifikasi tersebut,” ujar Gokma.
Kejanggalan lain terlihat karena lokasi proyek untuk mengikuti prakualifikasi tidak disebutkan dalam pengumuman di media massa. Kemudian, dalam papan pengumuman tertera masa pendaftaran adalah 2-12 April 2004.
“Ironisnya, pada 8 April, pendaftaran sudah ditutup. Ini sangat merugikan para kontraktor kecil. Karena itu, sebaiknya prakualifikasi ini dibatalkan. Jika tidak, kami akan melaporkan ke pihak berwajib,” ancamnya.
Sayang, Ketua Lelang Sudin Diknas Jakarta Barat Sahudin hingga tadi malam belum bisa dihubungi. Kepala Seksi Gedung Dikdas Saud Silaban juga tidak berada di tempat.
Menurut seorang staf Dikdas, Zarie, sejak 2 April lalu kantornya memang ramai oleh para calon rekanan proyek. Mereka ikut mendaftar pelelangan. “Lewat dari 8 April yang datang tidak seramai sebelumnya, tapi tetap ada yang mendaftar kok,” ujarnya. (aro)
Sumber : Jawa Pos
[SB] Tags : -Artikel sebelumnya :
» » Ikuti Ujian CPNS Lalu Dipecat Puluhan Perawat RS Elisabeth Demo
Artikel selanjutnya :
» » Menyempurnakan Provinsi Tapanuli Melalui Dukungan Nyata dari Kab. Dairi dan Pakpak Bharat



Silahkan memberikan tanggapan !