Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
16
Apr '06

Diare Tewaskan 32 Warga Papua


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tigor Silaban, Sabtu (15/4), mengakui 32 penduduk Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia akibat terserang wabah diare. Pengakuan ini disampaikannya membantah laporan sebelumnya yang menyatakan ada 200 penduduk pegunungan tersebut yang meninggal karena diare.

Menurut Tigor, hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi karena diare mudah diatasi dengan larutan gula garam.

“Kalau ada petugas kesehatan tidak mungkin wabah diare menelan korban lebih banyak,” tambah Tigor seraya mengakui petugas kesehatan sering tidak berada di tempat tugas.

Pada kesempatan itu Tigor membantah laporan anggota DPRD Papua, yang menyebutkan diare telah menewaskan 200 penduduk Jayawijaya. “Laporan yang resmi masuk hanya 32 orang, selebihnya tidak jelas,” ujar Tigor.

Beberapa bulan lalu, negeri ini juga dikejutkan oleh meninggalkan banyak penduduk Papua karena kelaparan. Pemerintah pusat sampai turun tangan untuk mengatasinya.

Dalam kesempatan yang sama Tigor mengatakan Departemen Kesehatan belum merestui program pembangunan Puskesmas Terapung di berbagai wilayah perairan Papua. Padahal proyek ini sudah diajukan beberapa tahun lalu.

Daerah yang menjadi sasaran Puskesmas Terapung yaitu kawasan sungai Mamberamo, Waropen, Teluk Wondama, Sarmi, Bintuni, Inanwatan, Kaimana, Asmat, Boven Digul, Merauke dan Timika.

Oleh karena itu, Silaban minta Menkes dan Ketua Bappenas dapat segera merestui dana pembangunan Puskesmas Terapung bagi Provinsi Papua.

Sumber : (ant) Banjarmasin Post, Jayapura


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Papua diarrhea outbreak & careless health officers
Artikel selanjutnya :
   » » ‘Pemkot tak ingin terlibat kelola Tg. Perak’