Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Apr '06

Tersangka Pembunuhan Istri Pejabat Perusahaan Suzuki Ditangkap Polisi


Kapolres Metro Bekasi, AKBP Chairul Anwar, mengatakan, anggotanya, Jum’at sekitar pukul 04.00 WIB meringkus Wakijan alias Jhon Way Prakoso (38), tersangka kasus pembunuhan terhadap Eli Susilawati (45), istri pejabat perusahaan Suzuki warga Cimuning, Bekasi.     

Tersangka Wakijan ditangkap polisi di rumah Tono, temannya di Desa Cantilan Rt 03/02, Kelurahan Linggar Mekar, Kecamatan Cilimus, Cirebon, Jawa Barat (Jabar), kata AKBP Chairul Anwar di Bekasi, Jum’at.

Penangkapan terhadap tersangka Wakijan, mantan anggota satpam Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat itu atas informasi Cindi (5) anak korban yang nyaris tewas di tangan tersangka.

Atas informasi dari Cindi yang menyebutkan Wakijan membunuh Eli Susilawati, ibunya, akhirnya satuan Unit Jatranstas Polres Metro Bekasi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah warga sekitarnya untuk mencari alamat tersangka.
Warga ada yang mengetahui bahwa tersangka berasal dari Wonogiri, Solo, Jawa Tengah tetapi mempunyai teman di wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Selanjutnya, Satuan Unit Jatranstras Polres Metro Bekasi dipimpin Inspektur Satu (Iptu) Silaban,  menuju rumah orangtua tersangka di Wonogiri, Solo, namun keluarga tersangka mengatakan, Wakijan tidak ada.

Orangtua tersangka yang tidak disebutkan namanya mengatakan, kemungkinan Wakijan ada di rumah Tono, temannya di Desa Cantilan, Kelurahan Linggar Mekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Cirebon, Jabar.

Berbekal informasi itu, polisi menuju alamat yang dimaksud ternyata tersangka ditemukan sedang tidur lelap di rumah temannya tersebut kemudian langsung ditangkap dan menyerah tanpa perlawanan.

Selanjutnya, tersangka dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk diusut lebih lanjut atas dugaan kasus pembunuhan terhadap korban warga Perumahan Bekasi Timur Regency, Jalan Flamingo Blok F2 nomor: 12, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Bekasi, Jum’at ( 7 April 2006).

Kapolres Metro Bekasi menambahkan, korban tewas beberapa saat setelah dibawa ke RS Elizabeth, Kemang Pratama, Bantargebang dengan sembilan tusukan senjata tajam di perut dan dadanya, sedangkan Cindi (5), anak korban dalam keadaan sekarat dengan luka di kepala diduga dibenturkan ke tembok.

Namun, Cindi, setelah mendapat perawatan dokter di RS Elizabeth, Kemang Pratama, Bantargebang, Bekasi kondisi kesehatannya mulai membaik tetapi perlu menjalani perawatan intensif.

Pertama kali, korban ditemukan oleh Suparman, warga setempat beberapa saat setelah mendengar teriakan korban minta tolong dari dalam rumahnya, ternyata ketika didekati sudah ambruk bersimbah darah dan dilarikan ke rumah sakit itu, namun tewas beberapa saat kemudian.

Selanjutnya, petugas rumah sakit itu mengirimkan mayat korban ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk diotopsi, guna mengungkap penyebab kematiannya dan kasusnya ditangani Polres Metro Bekasi.

“Jika nantinya setelah tersangka Wakijan setelah diperiksa terbukti melakukan pembunuhan sadis akan dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar AKBP Chairul.

Selingkuh
Tersangka Wakijan, di Polres Metro Bekasi mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban memanggil tersangka yang tinggal bersebelahan untuk kerumah bertujuan diajak berselingkuh.

Namun, tersangka menolak dengan alasan Cindi, anak korban ada di rumah khawatir perbuatannya terbongkar membuat ibu rumah tangga itu kesal, kemudian mengancam memberitahu istri tersangka kasus perselingkuhan.

Karena kesal, akhirnya tersangka mengambil pisau lipat dari sakunya kemudian menusuk perut dan dada korban sebanyak sembilan tusukan, namun perbuatannya itu diketahui Cindi kemudian menjadi sasaran kepala anak itu dibenturkan ke tembok hingga sekarat.     

“Saya terpaksa membunuh korban karena mengancam mau membeberkan perselingkuhan ini kepada istri saya. Dari pada rumah tangga runyam maka dia saya bunuh pakai pisau lipat,” kata Wakijan.

Usai membunuh, tersangka pergi ke ruas tol Jatibening kemudian naik bus jurusan Cirebon, Jawa Barat menuju rumah Tono, temannya di Desa Cantilan, Kelurahan Linggar Mekar, Kecamatan Cilimus, Cirebon hingga ditangkap polisi.

“Saya menyesal membunuh selingkuhan saya itu, padahal sebelumnya dia itu cukup memperhatikan saya, tapi karena mengancam mau memberitahu ke istri saya ya terpaksa saya bunuh,” kata Wakijan.

Sumber : (Ant/v) Harian SIB, Bekasi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemerintah Ajak Masyarakat Manfaatkan PIN [Pekan Imunisasi Nasional]
Artikel selanjutnya :
   » » Pembunuh Eis Tertangkap