Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Apr '06

Si Pria Marah Hubungannya Bakal Dibongkar


RABU (07/04), pukul 15.00 WIB, tubuh Eli Susilowati (45) bersimbah darah di rumah­nya, Perum Bekasi Timur Re­gency, Jal an Flamengo, RT 02/14, Cimuning, Mustika Ja­ya, Kota Bekasi.

Wanita satu anak ini meng­hem­buskan nafas terakhir se­telah dilarikan ke rumah sa­kit oleh warga sekitar. Eli ditusuk oleh Jhon Way Pra­ko­­so atau biasa dikenal de­ngan nama Wakijan, seling­kuh­annya sendiri.

Sore itu, Wakijan bertan­dang alias ngapel ke ke­­diam­­an Eli. Seperti biasa, pria ber­tubuh kecil ini mengapel di saat sang suami Eli tidak di ru­mah. Saat itu hanya ada Eli dan Cindy (4) putri bung­su­nya.

Nah, sangking asyiknya bermesraan, Eli mengajak Wakijan berhubungan intim alias ngeseks. Lantaran hari itu hari Jumat, Wakijan menolak. Sebab biasanya kalau hari Jumat, suami Eli, Bambang Sugianto karyawan Suzuki Mobil Pulogadung, Jakarta Timur pulang sore. Dan memang setiap hari itu sang suami minta jatah dilayani sang istri.

“Karena hari Jumat saya menolak. Saya khawatir suaminya biasa pulang lebih cepat. Selain sedang ada anak korban,” ungkap Wakijan. Karena permintannya ditolak, Eli yang diketahui merupakan istri kedua, Bambang itu, mengancam akan memberitahukan affair mereka ke istri Wakijan. Mendengar ancaman itu Wakijan emosi. Pisau yang memang kerap dibawanya ditusukkan ke tubuh Eli. Seketika wanita itu mengerang kesakitan dan berteriak minta tolong.

Cindy yang sedang di kamar mandi mendengar jeritan ibunya. Segera dia berlari mencari sumber suara. Saat itulah, Cindy melihat ibunya telah bersimbah darah. Melihat ibunya bersimbah darah, Cindy panik dan hanya bisa teriak-teriak. Tetangga sekitar men­de­ngar teriakan Cindy. Wakijan pun panik.

Khawatir anak itu akan cerita ke orang lain, Cindy dihajar juga. Kepala Cindy dikepruk pakai keramik hingga luka parah. Bocah tak berdosa itu tergeletak dengan darah yang terus mengocor dari kepalanya.

Wakijan yang makin panik akhirnya melarikan diri. Sementara Eli berusaha minta tolong warga. Namun belum keluar rumah, dia tersungkur kembali. Warga pun berhamburan datang. Uniknya, Wakijan yang ingin memastikan kondisi korban juga berpura-pura berusaha menolong ikut menyelusup dalam keramaian.

Setelah melihat Eli masih bernafas, lelaki yang pernah bekerja sebagai petugas keamanan Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat ini segera melarikan diri . Wakijan ini memilih bersembunyi di rumah kawannya di Cirebon, Jawa Barat.

Sementara Eli dilarikan warga ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, malang tak dapat ditolak, akhirnya dia meninggal di perjalanan menuju di RS Elizabeth, Bekasi Timur. Warga pun segera melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Metro Bekasi. Setelah mendapat laporan warga petugas Polrestro Bekasi dipimpin Kanit Jatanras, Iptu Silaban, melakukan pengejaran.

Hasilnya, setelah lima hari lari, Wakijan ditangkap di rumah temannya di Cilimus, Cirebon, Jawa Barat. Wakijan mengaku membunuh Eli karena khawatir hubungan perselingkuhannya terbongkar. Kalau takut kebongkar ya jangan selingkuh gitu lho!

Sumber : (RM/LUK) Rakyat Merdeka


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 32 Penduduk Jayawijaya Meninggal Akibat Diare
Artikel selanjutnya :
   » » Diare di Jayawijaya Renggut 32 Jiwa