Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Apr '06

Depkes Belum Restui Pembangunan Puskesmas Terapung di Papua


Departemen Kesehatan RI sampai saat ini belum merestui realisasi program pembangunan Puskesmas Terapung diberbagai wilayah perairan di Provinsi Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Tigor Silaban,MPH ketika ditanya Antara di Jayapura, Sabtu membenarkan sudah bertahun-tahun ada rencana program pembangunan Puskesmas Terapung di daerah-daerah perairan dan rawa yang terpencil di Provinsi Papua.

Puskesmas Terapung itu direncanakan dibangun di daerah pesisir pantai dan daerah pesisir sungai yang berawa-rawa agar memudahkan warga masyarakat yang sakit untuk menjangkau lokasi puskesmas dan mendapat perawatan lalu kembali ke kampung masing-masing di sekitarnya ketimbang berobat ke Puskesmas yang berada jauh di ibukota distrik.

“Program Puskesmas Terapung itu akan sangat membantu masyarakat kecil di pedalaman dan pesisir pantai yang jauh dari ibukota distrik dan kabupaten,” kata Silaban. Silaban mengakui sekian lama diajukan program pembangunan Puskesmas Terapung ke pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan RI dan Bappenas di Jakarta, tetapi sampai saat ini program tersebut belum direstui.

Padahal masyarakat sangat mendambakan realisasi pembangunan Puskesmas Terapung agar membantu memeberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat berekonomi lemah yang berada di daerah terpencil di tepian pesisir pantai, alur sungai dan daerah rawa-rawa. Daerah di Provinsi Papua yang menjadi sasaran pembangunan Puskesmas Terapung yaitu kawasan sungai Mamberamo, Waropen, Teluk Wondama, Sarmi, Bintuni, Inanwatan, Kaimana, Asmat, Boven Digul, Merauke dan Timika.

Sebab, daerah itu jauh terisolasi dari laju pembangunan, sehingga penduduk yang menderita sakit sampai tingkat operasi ringan tidak bisa mendapat pertolongan karena terlalu jauh. Kalau pembangunan Puskesmas Terapung terealisasi, maka diupayakan penempatan tenaga perawat kesehatan (dokter, suster dan mantri-Red) dapat melayani masyarakat setempat,” jelas Silaban.

Dikemukakannya, rencana pembangunan Puskesmas Terapung itu sesuai sektor kesehatan termasuk dalam empat pokok program prioritas UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Bagi Provinsi Papua. Sebab, dalam program Otsus itu, sektor kesehatan dan pendidikan mendapatkan alokasi dana masing-masing 15 persen dari dana yang tersedia.

Pada tahun anggaran 2006, Pemprov Papua mendapatkan dana Otsus sebesar Rp2,9 trilyun, sementara untuk sektor kesehatan dan pendidikan masing-masing memperoleh 15 persen dari dana tersebut, maka Dinkes sebagai pelaksana, berupaya merealisasikan program pembangunan yang menyentuh langsung kepada masyarakat terutama masyarakat di pedalaman dan pesisir pantai yang terisoliasi.

Oleh karena itu, Silaban minta Menkes dan Ketua Bappenas dapat segera merestui dana pembangunan Puskesmas Terapung bagi Provinsi Papua.

Sumber : (antara/mim) Republika Online Gizi.net


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.