Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
13
Apr '06

Tak ada kasus Polio liar di Papua


Tapi rawan penyebaran penyakit Polio

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2005 telah di laksanakan dengan, dengan hasil 95,0 persen balita tercakup pada putaran pertama 97,4% balita, pada putaran kedua dan 98,1 persenbalita pada putaran ketiga , serta pelaksanaan Pin tahun 2006 dengan cakupan 97,4 persenpada Pin putaran IV. Anak-anak balita telah menerima 2 (dua) tetes vaksin polio di ratusan pos Pin di seluruh tanah air pada setiap putaran.

Keberhasilan ini tidak luput dari adanya bantuan dan dukungan semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap terlaksananya Pin ini. Peran media massa sangatlah penting dalam membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas agar Pin dapat terlaksana dengan sukses.

Demikian sambutan Menteri Kesehatan DR.Dr. Siti Fadillah Suparni, Sp.KP (K) yang di bacakan oleh Sekretaris Daerah Drs. Andi Baso Basaleng mewakili Pejabat Gubernur Papua DR. Sodjuangon Situmorang, MSi pada saat pencanangan Pin putaran V Dok XVIII di Jayapura (12/4)

Dalam pencanagan tersebut Sekda langsung menetaskan faksin polio beberapa anak yang hadir pada saat itu.

Walaupun kita beberapa kali telah berhasil melaksanakan Pin dengan baik,dikatakannya. Dan telah berhasil menurunkan jumlah penderita lumpuh akibat infeksi virus polio liar, namun kita harus terus berpacu, berusaha untuk memutuskan mata rantai penularan infeksi virus polio liar sampai tuntas dengan memberikan kekebalan kepada anak-anak balita kita.

Karena upaya kita selama ini masih belum cukup, mengingat sampai dengan februari 2006 jumlah penderita akibat virus polio liar secara kumulatif telah mencapai 305 orang anak yang tersebar di 10 provinsi dan di 48 kabupaten /kota, serta penderita terakhir di laporkan terjadi pada tanggal 15 januari 2006 di Kab. Bondowoso dan 20 Februari di Aceh Tenggara, maka kita perlu memberikan lagi imunisasi polio pada Pin putaran V yang di laksanakan pada tanggal 12 April 2006 (hari ini red), karena virus polio liar di duga masih berada di sekitar kita dan mengancam balita yang belum diimunsasi.

Ia katakan juga bahwa, vaksin polio di berikan sebanyak lebih dari 10 milyar dosis kepada anak-anak di seluruh dunia dan terbukti aman, efektif, ampun, bahkan dapat di berikan pada saat anak sedang sakit. Vaksin polio ini dapat melindungi anak seumur hidup jika di berikan secara berulang kali.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan Pin sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anak dari semua lapisan serta upaya untuk revitalisasi Posyandu guna meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan, baik di pedesaan maupun di perkotaan demi masa depan anak-anak yang kita cintai agar lebih baik dan lebih berkualitas.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Togor Silaban menegaskan bahwa bahwa Pin Putaran V di laksanakan secara serentak di seluruh Indonesia untuk mencegah berjangkitnya penyakit polio pada anak-anak kita untuk mencegah berjangkitnya penyakit Campak. Oleh karena itu saya menegaskan sekaligus melaporkan khusus untuk Provinsi Papua sampai saat ini.

‘’Tidak di temukan kasus Pilio liar”. Meski demikian untuk mencegah penyebaran kasus Polio dari daerah lain, kegiatan Pin dan Imunsasi rutin Polio pada semua bayi-balita mutlak harus di laksanakan. Sedangkan untuk penyakit Campak sudah muncul di beberapa kabupaten pada akhir-akhir ini.

Lanjut ia katakan bahwa pada Pin putaran IV bulan Februari tahun 2006 yang lalu, cakupan imunisasi Polio di Papua mencapai rata-rata 67,14%. Cakupan tersebut masih jauh dan hasil cakupan Nasional yang rata-rata di atas 90%. Hal ini menjadikan Provinsi Papua termasuk daerah yang rawan terhadap penyebaran penyakit Polio.

Untuk pelaksanaan PIN tanggal 12 April ini, yang merupakan kelanjutan dari Pin Putaran IV telah di lakukan sosialisasi dan persiapan2 yang lebih matang, sehingga di harapkan cakupan di Papua dapat mencapai target di atas 90% seperti di daerah/ provinsi lain, sehingga kekebalan yang timbul akan semakin meyakinkan.

Pada putaran V PIN tanggal 12 April 2006 di Provinsi Papua akan di berikan 2 macam vaksin, yaitu Vaksin Polio dan Vaksin Campak.

Sasaran untuk Imunisasi Polio di Papua tahun 2006 ini mencakup sebanyak 253.623 Bayi dan Balita umur 0-5 tahun. Sedangkan sasaran untuk imunisasi Campak mencakup sebanyak 383.397 Bayi dan Anak-anak umur 6 bulan - 15 tahun. Seluruh sasaran ini tersebar di 20 Kab/Kota, 188 Kecamatan , 2.393 Desa dan akan di laksanakan di kurang lebih 4.000 PosPin.

Pelaksanaan Pin terdiri dari tenaga-tenaga Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kab/Kota dan juga di bantu sepenuhnya oleh ibu-ibu kader Posyandu. Ibu-ibu PKK dan di dukung sepenuhnya oleh Organisasi Profesi dan mayarakat luas.

Pada PIN Putaran V selain mendapat tetesan vaksin Polo dan suntkan vaksin Campak, maka akan di beri tanda imunisasi berupa cap tinta pada kelingking kiri, untuk memudahkan petugas dalam melaksanakan sweeping dari rumah ke rumah untuk mencari balita yang belum diimunisasi. Dengan cara demikian di harapkan tidak ada yang lolos dari pemberian imunisasi polio dan imunisasi campak pada putaran Pin tahun 2006 ini.

Terakhir ia katakan sumber pembiayaan seluruh kegiatan PIN tahun 2006, baik operasional maupun logistic berasal dari APBN, dan bantuan dari donor-donor.namun kami sampaikan bahwa Provinsi Papua telah siap untuk melaksanakan dan mensukseskan Pin Putaran V tahun 2006. tandasnya.

Sumber : (one) Cendrawasih Post via Snup


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.