Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
9
Apr '06

Pengusaha Cina Lirik Timah Hitam Sinar Pagi Dairi


Beberapa pengusaha Cina yang bermitra dengan pebisnis Medan di antaranya pabrik seng PT Intan — sangat berminat  mengekspansi  timah hitam yang terdapat di Dusun Sinar Pagi Desa Pamah Kecamatan Tanah Pinem. Kualitasnya dinilai sangat bagus. Sample material itu kabarnya sudah ada yang dikirim ke RRC. Demikian dikatakan Bupati Dairi DR Master Parulian Tumanggor saat observasi batuan mineral  tersebut, Rabu (5/4).

Selain investor asing, beberapa warga Jakarta di antaranya Robert Nyo dan Penasehat Presiden TB Silalahi  mengutarakan hasrat serupa. Kelihatannya, timah hitam Sinar Pagi itu sudah populer sebab  pengusaha Kanada acapkali menghubunginya untuk mendapatkan data akurat seputar  deposit dimaksud. Yang pasti, kata Tumanggor, pengusaha Medan banyak menampung. Dibeli seharga Rp 1800 per kilogram.

Namun demikian, kata Tumanggor didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup Ir Sahala Tua Manik dan Kepala Dinas Kehutanan Ir Tahan Tobing, permintaan  itu masih sulit dipenuhi. Pasalnya, kawasan sumber daya alam itu adalah bagian dari kontrak karya PT Dairi Prima Mineral. Tidak mungkin   izin serupa  terbit dalam satu lokasi.

Sementara itu, warga setempat membenarkan, beberapa tahun terdahulu, bebatuan itu sempat dipasarkan melalui pedagang pengumpul. Mereka menjual seharga Rp 300 per kilogram dengan letak barang di pinggir jalan umum. Dari dusun itu, mineral itu diangkut ke Sidikalang selanjutnya ke Medan. Pedagang lainnya berupaya menghilangkan alibi petugas dengan memilih route Tigalingga-Kutabuluh-Kabanjahe-Medan. Eksploitasi itu berhenti seiring duduknya Presiden SBY. Kini,  banyak tumpukan berserakan di sepanjang jalan. Ironisnya, timah tersebut berhamburan di badan jalan mirip pengganti batu padas. Mahal tapi tak punya nilai ekonomi. Diungkapkan penduduk, beberapa rekan mereka sempat ditahan Polres Dairi atas kasus illegal mining. Setidaknya, 300 ton barang sudah diuangkan.

Timah itu berwarna hitam mengkilat. Banyak didapati di permukaan tanah sehingga tidak sukar mencarinya. Persoalan yang dihadapi adalah batu itu sangat keras. Payah dipecahkan, bahkan martil dan linggis pun patah. Sedang per hari, maksimal tergali sebanyak 30 kilogram. Biar kecil tetapi timbangannya amat padat, kata Sarohan Silaban.

Leonard Samosir Ketua DPRD Dairi mengaku sangat prihatin atas pembatasan pengelolaan kekayaan bumi itu. Menurutnya, walaupun areal itu merupakan bagian kontrak karya PT DPM tetapi secara logika, kurang tepat bila masyarakat yang berdomisili di sana juga tak dibenarkan mengutip batuan timah yang  sudah di depan mata. Toh bila dibiarkan akan terbawa aliran air hujan atau proses lainnya.

Sehubungan itu, Tumanggor dan Leo mengatakan, akan mencari payung hukum guna memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Langkah awal yang mungkin ditempuh adalah pelepasan sebagian daerah kontrak karya kepada pemerintah pusat. Kemudian, pusat menyerahkan kepada kabupaten. Selanjutnya, masyarakat melalui  badan usaha semisal koperasi mengajukan izin kepada bupati. Pengambilan itu, kata Tumanggor hanya dengan batas tertentu misalkan maksimal 1,5 meter dari permukaan tanah.

Site manager PT DPM ditemui di Sidikalang membenarkan  lahan kontrak karya tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan eksplorasi di sana. Seputar apakah boleh penduduk mengutip timah di permukaan tanah, kata Bruce, tentu tidak terlepas dari undang-undang. Kemungkinan pelepasan  lokasi, masih harus menunggu hasil penelitian. Jika depositnya  kurang prospektif, bisa saja dikembalikan ke pemerintah pusat.
Seiring mengemukanya potensi timah itu, masyarakat  Sinar pagi diinformasikan kini sering didatangi oknum yang mengaku punya izin operasional. Mereka diminta menandatangani surat guna pendirian koperasi. Yang pasti, tidak ada izin di sini kecuali PT DPM, tandas Tumanggor.

Sumber : (D12/m) Harian SIB, Sidikkalang


Ada 36 tanggapan untuk artikel “Pengusaha Cina Lirik Timah Hitam Sinar Pagi Dairi”

  1. Tanggapan Regina:

    Beginilah negara kita yang sangat kaya akan keragaman….
    Sedih melihat hal-hal seperti diatas… Banyak barang-barang berharga yang ada di Indonesia, tetapi tak termanfaatkan dalam segi ekonomi bahkan terkadang dibuang-buang begitu saja.
    Indonesia tidak akan maju…walaupun harus menunggu 100 tahun lagi…saya jamin, kalau masyarakat tidak berubah dan paling penting adalah PEMERINTAH INDONESIA yang KAYA AKAN KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME…..

    Masyarakat kecil selalu tertindas…dan tertindas…..

    Harta masyarakat/daerah Indonesia diambil dan diolah oleh negara-negara lain yang lebih maju dan berpikiran lebih termotivasi untuk memanfaatkannya.

    Kita lihat…negara mana lagi yang akan menguasai TIMAH HITAM hasil kekayaan INDONESIA…

  2. Tanggapan Togar Silaban:

    Eksplorasi dan eksploitasi Timah hitam, harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat bahwa timah hitam adalah bahan yang berbahaya (karsinogenik)meskipun berguna. Karena itu perlindungan lingkungan dan masyarakat sangat perlu diutamakan. Mungkin sudah saatnya masyarakat di daerah lokasi diteliti kondisinya. Kalau timah hitam masuk dalam tubuh manusia, maka itu akan sangat berbahaya. Karena itu eksplorasi dan eksploitasinya harus mengikuti standar lingkungan yang teruji. Jangan dikemudian hari menjadi seperti tambang yang lain dimana “tailing”nya mencemari lingkungan dan masyarakat Dairi.

  3. Tanggapan leonardao pandiangan:

    saya selaku orang dairi ya memintalah kepada pemkab dairi bisa membicarakan tentang izin tambang rakyat di sinar pagi dengan pt dairi prima mineral karna hal itu akan membantu perekonomian masyarakat disana.
    satu lagi kepada pemkab dairi agar mengusahakan pekerja - pekerja tambang termasuk pt dairi prima mineral lebih mementingkan putra/putri dairi. trima kasih

  4. Tanggapan nando:

    saya juga memiliki penambangan timah hitam di lokasi leuwiliang bogor, dengan adanya kebutuhan pengusaha dari cina terhadap timah hitam saya setuju-setuju saja karena dapat memberikan peluang lebih besar lagi bagi para pengusaha dan para masyarakat sekitar. dan saran lain dari itu adalah saya menghimbau bagi pengusaha-pengusaha cina tersebut untuk mengadakan seminar untuk pengolahan-pengolahan batu galena. dengan ini sebaiknya pemerintah memberikan dukungan lebih. thanks

  5. Tanggapan H.M. Sitepu:

    Bulan Spetember 2005 saya naik ke salah satu gunung yang dekat dengan Tiga Lingga, yang di atasnya sudah ada Kampung Tambang Timah. Dengan kasat mata saya melihat betapa potensinya gunung tsb (ada 2 gunung) yang batuannya menagndung pb dan zink yang begitu besar. Dari inofrmasi yang saya dapat, Australia yang kerja sama dengan Antam akan membawa bijih mineralnya untuk di lebur di Australia. Seorang teman di Pertambangan Medan mengatakan alasannya begitu kompleks sehingga peleburan perlu di Australia. Saya yang sudah sangat lama bekerja di salah satu perusahaan tambang Timah, sangat kecewa jika betul itu menjadi alasan kenapa harta karun kita tidak dioptimalkan nilai tambahnya di daerah sendiri. Setahu saya secara teknis mengolah timah hitam tersebut sangat mudah, setidaknya jauh lebih mudah dari mengolah timah putih (Sn). Di daerah di mana saya bekerja, smelter untuk Sn saja sudah menjamur, dimilki pengusaha2 swasta setempat. Tidak kompleks2 amat… Teman2 yang punya akses ke pemberi ijin, tolong kita sama2 memikirkan agar jangan nanti belakangan kita gigit jari melihat harta bumi kita lewat di depan hidung ke negara lain. Teman2 yang mau diskusi lebih jauh masalah ini saya siap. Terima kasih.

  6. Tanggapan Ir.Polmasi Simarmata:

    Pak Sitepu, kita punya pemikiran yang sama. Saya juga berasal dari Dairi di Ds Bongkaras (langsung bersinggungan dengan dgn PT. DMP). Saya juga sedang buat pilot plant pengolahan galena (batu timah hitam)di Jakarta, dgn rumus kimia PbS. Saya juga sudah lihat usaha rakyat untuk pengolahan ini di Sukabumi berdasarkan peninggalan teknologi proses pendudukan Jepang. Konon pada masa PD II, Jepang produksi Pb di Selatan Sukabumi. Saya sudah coba tapi tidak ekonomis karena harus pakai reduktor caustic soda yang mahal (Rp. 4000/kg), sedangkan harga jual Pb hanya sekitar rp. 10000. Kandungan Pb di batu galena PbS rata-rata sekitar 40%, recovery sekitar 75%, sedangkan reduktor (imbuh/flux) yang dibutuhkan sekitar 25 % dari raw material (galena) ditambah lagi biaya bahan bakar untuk bakar karena butuh temperature 1000 C ditambah lagi biaya grinding sampai mesh 80. Saya sangat senang berdiskusi dgn bapak ttg pengalaman peleburan pasir timah menjadi timah Sn. Tolong hubungi saya ke e-mail : smartsolusi [-at-] plasa [-dot-] com

  7. Tanggapan Ritwan S.AMS:

    Saya sebagai generasi muda yang lahir dibumi Dairi akan merasakan perubahan total akan struktur perubahan lingkungan dari nuansa agraria dan perhutanan hingga areal pertambangan itu sangat signifikan apabila industri ini telah diresmikan akan pengoperasiannya, hal ini sangatlah relevant dengan struktur tanah Dairi yang memiliki patahan patahan, saya bersama teman profesi muda dibidang lingkungan akan tetap mendukung akan kajian Amdal PT DPM bukan hanya dalam bentuk dokumantasi tetapi juga implementasinya.

  8. Tanggapan Christon Aritonang:

    Sebagai putra dairi yang dilahirkan di kec. Siempat nempu dan sekaran menimba karier di perminyakan -Riau sangat antusias dengan adanya sumber daya alam ini apalagi akan dikelola oleh perusahaan yang professional. Saya berharap agar semua infrastruktur dan birokrasi dapat menyikapinya dengan sangat bijak. Terutama regulasi yang jelas dan transparan.

  9. Tanggapan Rayendra L. Toruan:

    Sidang pembaca,

    saya-editor buku manajemen untuk PT Elex Media Komputindo alah satu unit usaha Kelompok KOMPAS GRAMEDIA- dan Benget B. Simbolon Tbn–mantan wartawan The Jakarta Post–mengunjungi Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pak-pak Bharat beum lama ini. Untuk mengetahui potensi ekonomi-bisnis-budaya dan keramahtamahan penduduk di kedua kabupaten itu, rasanya tidak cukup seminggu. Kami berdialog dengan pelbagai pihakm termasuk nara sumber utama seperti Bupati Dairi dan Bupati Pakpak Bharat serta masyarakat, pejabat, senat derah dan pengusaha.

    Hasil dialog akan dituangkn dalam satu buku yang akan diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo. Rencna terbit: Oktober 2007.

    Bagi pihak yang ingin memesan buku, silakan daftar mulai sekarang. Harga buku (tentatif) Rp50.000 per satu buku.

    Isi buku sangat berguna bagi Anda semua.

    Njuah-juah, horas, menjua-juah, salam hangat.
    Jika pergi ke Dairi, jangan mampirlah di Taman Wisata Iman, yang dibangun oleh DR. Master Parulian Tumanggor dan rakyat Dairi, yang diilhami Lourdes di Prancis. Nikati juga bandrek dan jus terung Belanda (orang Toba menyebut: Tiung).

    Sampai ketemu,

    Rayendra L. Toruan
    rltoruan@elexmedia.co.id

  10. Tanggapan a.wahyu:

    mohon tanggapam jika Bapak Ir.Polmasi Simarmata & dan Bapak H.M. Sitepu, berkenan memberikan informasinya lebih detil ke alamat a_why03@yahoo.com, karena saya mempunyai sumber bahan galian tetapi menurut saya perlu dilakukan value added terhadapnya agar kesejahteraan bisa diperoleh. terima kasih sebelumnya

  11. Tanggapan Ir. OFH. SIDABALOK:

    Luar biasa batu galena yang bersumber dari desa sinar pagi. Batu GALENA tersebut memiliki kadar Pb di kisaran 70%an, mungkin tidaklah sulit mencari buyernya. Bayangkan saja, dengan harga US$7 untuk 1%/ton kemungkinan akan bernilai US$490/ton (CNF-China). Ironisnya, rakyat di sana menjual batuan tersebut hanya Rp.2400/kg kepada pengusaha pengumpul yang sekaligus pengekspornya.
    Belum lagi kalau kita cermati sepak terjang Mr.ATILA & MR.RICHARDO PARDEDE sebagai petinggi2 di PT.DPM. Hasil bumi tersebut diangkut entah kemana dengan helikopter pada malam hari. Trasnparankah? Apa kontribusi terhadap pendapat negara? Rakyat kebagian apa? Jangan kita ulangi kasus Freeport, Bung!!!

  12. Tanggapan herodian silaban:

    Ada baiknya kita tidak mengganggu lahan yang telah menjadi kawasan kontrak karya PT.DPM yang kontraknya telah disepakati antara pihak perusahaan dan pemerintah pusat agar di mata dunia kita dipandang sebagai bangsa yang mengahargai keputusan pemimpinnya.Akan tetapi kita wajib memantau perusahaan tersebut agar tidak menyimpang dari kontrak yang telah disepakati.Sekedar informasi,batuan yang selalu diangkat dengan heli adalah core(sampel bantuan)yang akan di analisis.Saya bicara seperti ini karena saya adalah alumni tambang ITM(Institut Teknologi Medan) yang pernah magang di PT.DPM.Horas

  13. Tanggapan irham:

    saya sangat tertarik dengan usaha ini kalo bisa saya ingin tahu bagaimana cara menjalankannya karena di daerah saya juga banyak terdapat batu timah (galenda) kalo bisa pemerintah cepat tanggap terhadap bisnis ini. thanks….

  14. Tanggapan Ir. Usman Manurung:

    Saya sebagai putra asli Dairi lahir dan besar di Parongil Kec. Silima Pungga2 menyambut baik kehadiran PT. DPM yang kan mengolah tambang timah hitam yang ada di desa Sopokomilyg merupakan salah satu desa di kec. Silima pungga2. Saya sangat berharap agar semua masyarakat Parongil sekitarnya mendukung sepenuhnya proyek pertambangan ini dan PT. DPM juga pemerintah agar mengalokasikan keuntungan dari tambang ini untuk kemajuan daerah silima pungga2 dan kemakmuran/kesejahteraan masyarakatnya. Jangan sampai kehadiran proyek ini hanya menguntungkan segelintir orang saja atau yang kaya akan semakin kaya sementara simiskin semakin miskin, bahkan jangan sampai menimbulkan dualisme atau kontroversial antar mayarakat Parongil.Lebih jauh lagi jangan sampai menimbulkan perpecahan diantara masyarakat karena adanya konflict of interest.
    Dan kepada pimpinan PT. DPM maupun pemerintah saya berharap agar masyarakat Parongil cs dari berbagai komponen agar dilibatkan penuh dalam pengambilan keputusan dan juga sebagai tenaga terampil/ahli dalam pengembangan proyek/pabrik P. DPM ini.

    DEmikian..Horas..
    Saya adalah anak I Alumni SMA Neg. PArongil..tinggal di Jakarta..dan saat ini sebagai Ketua Ikatan Alumni SMA Neg. Parongil

  15. Tanggapan Rudi Pardede:

    Ada yang bisa memberikan kontak person dan nomor telp yang bisa dihubungi pengelola tambang ini? Mohon diemail ke: rudip [at] gamalielassitec [dot] com
    Terimakasih sebelumnya.

  16. Tanggapan erick situmorang:

    sebaiknya pemkab dairi memberikan izin secepatnya kepada pihak pengelola untuk melakukan eksplorasi secepatnya di wilayah tersebut.
    dan saya juga mohon data cadangan timah hitam dan cadangan barang tambang lainnya yang berpotensi di wilayah kabupaten dairi.

  17. Tanggapan Adi 02 Tambang ITM:

    kabar baik pastinya….
    Dengan adanya PMA yang masuk ke wilayah Indonesia,terutama daerah Sumatera Utara ini,tentunya pekerjaan rumah bagi pemerintah sedikit terbantu mengenai masalah pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Tinggal bagaimana pemerintah merespon baik adanya para investment.
    ” Bahan galian yang terkandung dalam perut bumi, bukan semata-mata HARTA KARUN, melainkan WARISAN bagi regenerasi bangsa Indonesia demi memakmurkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “.

  18. Tanggapan Erick Alfonsus Situmorang:

    syaloom….
    saya mahasisiwa teknik pertambangan universitas sriwijaya kelahiran medan ingin menanyakan kepada bapak Ir.Sahala Tua Manik selaku kepala dinas pertambangan dan lingkungan hidup mengenai data cadangan timah hitam (Sn) di daerah dairi sekitarnya..sekaligus juga saya ingin menyamaikan pendapat saya mengenai eksploitasi timah hitam tersebut.Sebaiknya pihak pemkap dairi bersama dengan pihak pengelola peninjauan yang lebih teliti mengenai dampak lingkungan yang akan terjadi apabila dilakukan eksploitasi.Saya sangat setuju kalau eksploitasi legal segera dilakukan disana sebab kualitas timah hitam tersebut sangat bagus apalagi banyak cadangannya yang berserakan di pinggiran jalan.Seperti tidak berharga timah hitam tersebut dimata kita..sebaiknya eksploitasi legal segera dilakukan..
    horas…..

  19. Tanggapan rudy pasaribu:

    saya mau eksplorasi batu galena di Dairi. Yang menjadi pertanyaan saya kenapa orang pribumi tidak diperbolehkan untuk mengeksplorasi hasil tambang batu galena tersebut ?.Kenapa harus etnis tertentu yang dipermudah untuk mengerjakannya .Kenapa kita orang Indonesia selalu diancam dan dipersulit untuk pengerjaannya ? Apakah kasta kita lebih rendah dari mereka ?. Para pemimpin yang terhormat,berapa dana yang bapak butuhkan supaya saya dapat mengerjakannya……

  20. Tanggapan rudy pasaribu:

    saya mau mengeksplorasi batu galena di Dairi. Apa aja syaratnya ?

  21. Tanggapan bOEtar_boeTAR:

    Syaloom,,,,,,,,,,,,,,
    Horas,,,,,,,,,,,,,,,,
    To. PEMKAB DAIRI
    Kontroversi masyarakat Dairi mungkin tidak dapat dihindari dalam hal eksplorasi ini. Hal ini mungkin terjadi karena KEKURANGPAHAMAN masyarakat bahkan dalam internal ( maaf ) PEMKAB sendiri. Ada baiknya pihak-pihak yang lebih mengerti untuk mau membagi ilmu kepada masyarakat setempat. kalau soal untung rugi, pasti donk menguntungkan. kalau tidak buat apa mining? Yang saya harapkan ada transparansi “BAIK BURUK” nya bagi masyarakat. sadar atau tidak kita pasti rasakan kalau Dairi telah kalah jauh pertumbuhan ekonominya dibanding kabupaten tetangga (mis.Tanah Karo),
    bahkan dapat dikatakan “gitu-gitu aja”. Jadi saya berharap masyakat tetap DINOMOR SATUKAN.
    HORAS..!!!

  22. Tanggapan jhon f. sipayung:

    saya setuju aja dengan adanya investor yang mau melirik pertambangan di indonesia, dalam hal ini timah hitam. karena pertambangan memberikan konstribusi yang besar bagi pendapatan asli daerah dan devisa bagi negara. asalkan pengolahan dan penanganan penambangan ditangani secara profesional dan instansi terkait ikut proaktif dalam mengawasi penambangan, sehingga yang menjadi pusat perhatian pemerintah tentang hutan yang semakin kritis bukan berasal dari tambang, karena sistem penambangan bawah tanah tidak menimbulkan kerusakan hutan yang cukup berarti dibanding konstribusi yang diberikan tambang terhadap masyarakat dan bangsa indonesia pada umumnya.

  23. Tanggapan Antonius Fernado:

    syalom…..

    apa ada yang jual batu galena? terutama yang berkadar tinggi 60%-70%up. saya membutuhkannya 50 ton perminggu.

    klo ada yang punya tolong hubungi ke email ini shinta_mine@yahoo.com atau no hp. 08179988543

    thanks

  24. Tanggapan sujadi gultom:

    saya setuju dengan adanya investor asing untuk menanamkan modalnya dalam mengelola timah hitam tapi dengan mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan dan bila perlu rencana pengelolaannya diberitahukan kepada kalangan akademisi untuk dianalisa termasuk yang bergerak dibidang lingkungan salah satunya akademisi kehutanan disumatera utara. hal lain yang harus diperhatikan bahwa tenaga ahlinya harus orang indonesia sendiri karena juga akan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam mengelola sumberdaya alam.

  25. Tanggapan johnny vega:

    para pembaca yg terhormat saya johnny vega mempunyai surat kuasa pengolahan lahan untuk pertambangan batu galena seluas 8,5 Ha,untuk itu saya mengundang investor untuk mendanai pertambangan batu galena ini,karena dilahan yang saya kuasai ini juga terdapat kandungan emas yg cukup tinggi.thanks
    no tlp;021-99287017.

  26. Tanggapan Kevin Iken:

    Pembaca yang terhormat saya Kevin apabila ada yang mempunyai tambang batu galena kami bersedia untuk bekerja sama, terimakasih

  27. Tanggapan Didy Prasethio:

    Pembaca yang terhormat,

    Pak Kevin Iken ada no contact atau email?

    Regards,
    Didy Prasethio
    0852 6679 0022
    prasethio@hotmail.com

  28. Tanggapan firman abdi:

    Apa itu batu galena…….
    2 bulan ini hanya bisa bikin kepala sakit…..
    bisa beli gak bisa jual….
    Buyer ama makelar banyakan makelarnya….

  29. Tanggapan delvi hamdayani:

    buyer dari asia &eropa sangat membutuhkan batu galena(batu timah hitam
    )tapi sangat disayang kan kenapa orang pribumi tidak diberi izin atau dipersulit untuk mengeksplorasi hasil pertambangan batu gelana tsb,padahal kita mempunyai batu gelena berkualitas sangat bagus ,uji lab saya lakukan di rusia ,kenapa orang australia & orang cina yg di beri peluang untuk menggarap pertambangan secara legal…dibumi pertiwi ini terdapat milyaran ton batu galena yg belum terjamah tangan manusia..KENAPA KITA HARUS HIDUP MISKIN DI NEGERI YG KAYA INI .

  30. Tanggapan Michael Kho:

    Saya membutuhkan batu Gelana (Timah hitam) dengan kualitas
    50% atau lebih. Saya sudah dapatkan sumber dari Sukabumi. Saya sudah lakukan Export keCina pada tanggal 26 Ds 2007, sebanyak 24 Ton. Masalahnya harga yang saya peroleh sangat tinggi sehubungan telah melalui terlalu banyak calo/broker.
    Saya membutuhkan 2000 ton/bulan. Dengan pembayaran TT atau L/C. Bagi penambang yang memiliki bahan ter sebutsegera hubungi saya di 0811957684 atau Email michaelkho@hotail.com.

  31. Tanggapan Michael Kho:

    maaf ada kesalahan ketik terhadap alamat Email. michaelkho@hotmail.com thanks

  32. Tanggapan Samuel Manalu.BSc:

    Rencana Pertambangan sudah lama saya tahu, kebetulan saya Putra Dairi, bahkan dekat dengan Lokasi Pertambangan ( Seberang Gunung / Desa Pandiangan ), yang saya sangat sayangkan Sosialisasi Pertambangan ke Masyarakat Seputar Pertambangan sangat Minim sehingga masyarakat tidak mengatahui apa Kontribusi Pertambangan kepada mereka.
    Setiap pelaksanaan Pertambangan pasti ada Dampak Lingkungan ( Udara dan Air dll .)
    Perlu diketahui Air minum di Desa kami berasal dari puncak pegunungan yang dialirkan melalui Pipa dengan jarak puluhan kilometer, saya memprediksikan Air Debet air akan berkurang apabila dilakukan penggalian Bahan Tambang di Gunung Desa Sopo Komil yang berseberang dengan Gunung Desa kami. belum lagi Polusi Udara dll.
    Saya berharap pihak terkait agar lebih akurat dalam meneliti Dampak Lingkungan Pertambangan tersebut, sehingga masyarakat tidak menjadi Korban.

    Kepada Rekan putra Daerah yang mungkin telah membentuk Masyarakat peduli Dairi mohon Informasikan kepada saya dengan Alamat Email :
    samuel_mnl@yahoo.com
    samuel@ptpn3.co.id
    http://samuel-hardy.blogspot.com

    Salam

    Samuel Manalu. BSc
    Medan

  33. Tanggapan Isa Bachroni:

    Para pengusaha muda marilah kita pada berpikir dan bekerja keras bahu-membahu untuk mengolah lahan tambang yang kita miliki dengan berbagai cara kita mencari sumber-sumber pendanaan dari para orang tua kita yang mengaku memiliki dan di beri Amanah yang konon katanya dana yang kita miliki bermilyar-milyar USD yang ada di bank teknis maupun non teknis. marilah kita ketuk bersama beliua-beliau yang di beri dana Amanah untuk segera di kucurkan untuk anak negeri ini yang mempunyai visi dan misi ke depan untuk membangun negeri ini, jangan tidur panjang nanti negeri ini berubah dari NKRI mungkin akan jadi negeri antrah bantrah, melihat potensi negeri ini kaya akan hasil bumi. Trims

  34. Tanggapan Ancha:

    di daerah mana saja banyak di temukan batu galena,karena potensi di usaha ini sangat besar lho..
    tolong infonya ya…

  35. Tanggapan posma siagian:

    bahan galian timah hitam (galena ) saat ini lagi naik daun dan kita perlu lapangan kerja baru untuk masyarakat dairi n sekitarnya.jadi saya sangat setuju diadakannya penambangan bahan galian galena di daerah dairi.kalau ga salah metode penambangan yang dipakai jg tidak begitu riskan bagi lingkungan, karna yang saya dengar metodenya adalah metode underground mining (tambang bawah tanah)jadi tidak begitu merusak bagi hutan lindung kita.saya hanya menyarankan kepada dinas pertambangan SUMUT agar AMDALnya benar2 diperhatikan supaya tidak terjadi serti kasus buyat. JADI MAJU TERUS PERTAMBANGAN SUMUT.GOD BLESS US

  36. Tanggapan aq:

    Kalo boleh putra/i DAiri yg di utamakan utk menjadi kariyawan…….

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.