Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
7
Apr '06

Revisi UU Naker Masih Berupa Draft yang Bisa Berubah


Pertemuan antara pemerintah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja hari Jumat ( 7/4) siang di Wisma Negara, berlangsung sangat konstruktif dan bersahabat. Kesan itu disampaikan Rekson Silaban, Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera indonesia ( KSBSI ) di hadapan wartawan, seusai pertemuan.

Sebelumnya, Presiden SBY berdialog dengan asosiasi pengusaha dan asosiasi pekerja. Mereka yang diterima dan diajak berdialog soal isu revisi UU No.13/2003 itu adalah pimpinan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), SPSI Reformasi, Serikat Pekerja BUMN, Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Serikat Pekerja Methal, KSBSI, KSPI (Kongres Serikat Pekerja Indonesia), Serikat Pekerja BUN, SPSI dan Sarbumusi.

Sementara Presiden didampingi antara lain Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Perekonomian Budiono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menkominfo Sofyan Djalil , Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Susetta, Seskab Sudi Silalahi.

Seusai pertemuan, Menko Kesra Aburizal Bakrie memberi kesempatan kepada perwakilan asosiasi pengusaha dan pekerja untuk memberikan keterangan kepada wartawan. Kata Rekso Silaban, “Kami menghargai Presiden yang mengatakan, Indonesia tidak boleh bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim yang lain. Artinya, Indonesia tidak boleh melakukan suatu perubahan Undang – undang yang melakukan liberalisasi penuh terhadap pekerja, tetapi juga tidak boleh menjadi sebuah negara yang memiliki Undang – undang perburuhan yang sangat ketat, ” tambah Rekso.

Sementara Rusli Yunus, Sekjen KSPI (Kongres Serikat Pekerja Indonesia) mengatakan, KSPI sangat menghargai prakarsa bapak presiden untuk mendengarkan pikiran – pikiran serikat pekerja secara jujur. Bagi KSPI, yang penting apapun yang akan kita buat ke depan, mari kita bangun dengan saling mengerti dan saling menghargai, sikap yang adil dan sikap yang jujur pada semua pihak, ” kata Rusli.

H. M Rozak dari Federasi Serikat Pekerja Indonesi Reformasi juga menyatakan simpatinya atas pertemuan ini. “Pertama sekali saya menyatakan simpati kepada Bapak Presiden beserta kabinetnya yang telah memberikan perhatian khusus kepada masalah – masalah perburuhan. Kita berharap, ke depan pertemuan – pertemuan seperti ini bisa dijadwalkan secara kontinyu, apakah 6 bulan sekali, untuk kita evaluasi dan kemudian laksanakan tugas kita masing – masing, ” kata Rozak.

Sedangkan asosiasi pengusaha yang diwakili M.S Hidayat, Ketua Umum Kadin. Kepada wartawan, Hidayat menyatakan pertemuan tripartit ini sangat positif. “Dari Kadin dan anggota asosiasinya, Apindo, telah mengusulkan untuk menghidupkan kembali forum tripatit yang memang sengaja dibuat untuk musyawarah bagi kepentingan dunia usaha dan pekerja. Dan kita telah menyepakati untuk menghidupkan itu. Mengenai revisi UU No.13 itu, karena masih merupakan draft, dalam pikiran dunia usaha draft itu bisa dirubah, dan kami tentunya akan merubahnya, memperbaikinya, dan menyempurnakannya,”‘ kata Hidayat.

“Yang ideal bagi dunia usaha adalah apabila UU Tenaga Kerja itu nomer satu dia bisa mensejahterakan para pekerja. Nomer dua memberikan kemungkinan bertumbuh dan berkembangnya dunia usaha yang lebih luas, dan yang ketiga dia juga bisa memberikan kemungkinan memperluas kesempatan kerja dengan demikian membuka usaha – usaha lainnya. UU seperti ini lah yang mesti kita diskusikan, dan draft dari revisi itu merupakan referensi saja yang harus juga dilengkapi, ” lanjut Hidayat.

” Dunia usaha juga telah menyusun draft sendiri untuk revisi tersebut, dan nanti akan kita sandingkan. Begitu juga saya harapkan dari serikat pekerja dan buruh untuk menyiapkan itu, dan kemudian kita membahasnya dalam satu forum yang mungkin akan segera kita lakukan dengan difasilitasi oleh pemerintah, ” kata Hidayat menutup keterangannya

Sumber : ( nnf ) Presiden SBY, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pengusaha dan Buruh Diundang ke Istana
Artikel selanjutnya :
   » » Sabtu, Tanggapan Presiden Atas Revisi UU Ketenagakerjaan