Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
6
Apr '06

Kasus APBD Depok Rp7,35 miliar - Siap masuk PT, memori banding 17 terpidana


Kasus korupsi APBD Depok Rp7,35 miliar yang melibatkan 17 terpidana dari kalangan elit kota ini memasuki babak baru.

PN Cibinong menyatakan segera melimpahkan memori banding dan kontra memori banding mereka ke PT Jabar. “Berkas dari kuasa hukum terpidana, kami terima beberapa waktu lalu, “ kata panitera PN ( Pengadilan Negeri) Cibinong, Saragih, kemarin.

Ia menambahkan, berkas kontra memori banding dari kejaksaan juga baru diterima. Oleh karena itu, kedua berkas itu tengah dalam persiapan untuk dikirim ke PT (Pengadilan Tinggi) Jabar.

Pastinya kapan? Saragih tak menjelaskan secara tegas, hanya disebutkan dalam waktu dekat ini. Kasus APBD Depok tahun 2002, yang menyangkut dana Rp7,35 miliar, sebetulnya telah diputus.

PN Cibinong menyatakan kepada mereka, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang didakwakan pada dakwaan subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Oleh karena itu, dalam amar putusan PN Cibinong, masing-masing terpidana kena dua tahun potong masa tahanan.

Hukuman itu disertai denda Rp50 juta, subsidair tiga bulan kurungan dan perintah membayar uang pengganti yang besarnya antara Rp176,4 juta-Rp 386,9 juta sesuai uang negara sesuai yang diterimakan kepada para terdakwa selama tahun anggaran 2002.

Tiga mantan pimpinan DPRD diminta membayar uang pengganti. Terpidana Sutadi diminta membayar Rp 386,9 juta, Naming D. Bothin (Rp378,6 juta), dan M. Hasbullah Rahmad (Rp378,9 juta).

Sementara terpidana lainnya yaitu Bambang Sutopo (Rp292,9 juta), Bambang Prihanto (Rp177,9 juta), Mazhab HM (Rp331,9 juta), Mansyuria (Rp176,8 juta), Rafi Ahmad (Rp396,7 juta), Machruf Aman (210,1 juta), Ratna Nuriana (Rp172,7 juta), Sasono (Rp165,9 juta), Damanhuri (Rp179,4 juta), Kusdiharto (Rp202,3 juta), Hiras Tony Hutapea (Rp278,7 juta), Agus Sutondo (Rp176,4 juta ), Christian Silaban (Rp165,1 juta), Haryono (Rp178 juta).

Mereka saat ini masih bebas di tengah-tengah masyarakat. Realitas ini sempat mengundang pro-kontra di masyarakat.

Satu pihak menyatakan, bahwa mereka mestinya sudah masuk ke sel penjara lantaran maling ayam yang tak merugikan uang negara saja langsung disel.

Sementara pihak lain menyatakan, mereka sah di luar penjara, karena keputusan PN Cibinong belum merupakan keputusan tetap.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Teuku Syahrizal saat dihubungi mengakui bahwa pihaknya sudah menyiapkan kontra memori banding terkait kasus korupsi APBD yang melibatkan 17 terpidana, yang umumnya mantan dan anggota DPRD Depok.

“Sudah-sudah, berkasnya sudah kami serahkan ke PN Cibinong,” tandas Teuku Syahrizal, kemarin. Tentang kasus itu, dia menjelaskan bahwa semuanya tinggal menunggu saja.

Dihubungi terpisah kuasa hukum ke-17 terpidana, Darmy Marasabesy SH juga mengakui bahwa pihaknya sudah mengajukan memori banding satu minggu setelah adanya keputusan pengadilan.

“Dua minggu lalu berkasnya sudah kami serahkan ke PN Cibinong, dan semua klien kami mengajukan memori banding,” katanya. Ia berharap memori banding itu segera dikirim ke PT Jabar.

Menurut Darmy, apa yang dilakukan olehnya sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Sumber : (row) Monitor Depok


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pelantikan Pengurus Organda Dairi Ricuh
Artikel selanjutnya :
   » » LSM PUSPAB : Aneh Pejabat Kadis Ditugaskan Menjadi Pelaksana Tugas