Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
30
Mar '06

Tidak Dilantiknya Sekwan DPRD Humbahas Pelecehan Terhadap Dewan


Tidak dilantiknya Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) seiring dengan pelantikan pejabat eselon II dan eselon III di Kabupaten Humbahas, Jumat (24/3) lalu, dinilai merupakan pelecehan Pemkab Humbahas kepada DPRD Humbahas yang sebelumnya telah membuat persetujuan dan menghunjuk seorang PNS untuk diangkat menjadi Sekwan di kantor legislatif tersebut sesuai dengan surat Bupati Humbahas tanggal 1 Maret 2006 lalu, tentang pergantian Sekwan DPRD.

“Pada tanggal 1 Maret 2006 lalu, Bupati Drs Maddin Sihombing membuat surat ke DPRD Humbahas mengajukan tiga nama bakal calon yang memenuhi syarat untuk mendapat persetujuan DPRD menjadi Sekwan. Sekaitan dengan surat itu, pada tanggal 6 Maret 2006 lalu, Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban SE membuat persetujuan dan menghunjuk Drs Onggung Silaban untuk diangkat dan dilantik menjadi Sekwan DPRD, namun sampai pelantikan pejabat eselon II dan III dilaksanakan, Jumat (24/3) lalu, Sekwan tidak ikut dilantik, sementara Sekwan terdahulu Palbert Siboro SE sudah dilantik menjadi Kepala Bawasda dan kini  jabatan Sekwan DPRD Humbahas jadi lowong, karena pelaksanaannya pun belum diangkat. Makanya kita bilang ini merupakan pelecehan terhadap dewan dan benar-benar  sangat membingungkan,” ujar Wakil Ketua DPRD Humbahas Kristian Situmorang, Rabu (29/3) ketika dimintai SIB pendapatnya melalui telepon seputar tidak dilantiknya Sekwan Kabupaten Humbahas.

Menurut Situmorang, dengan tidak dilantiknya Sekwan, kinerja DPRD di daerah itu jadi terganggu, sementara Pemkab Humbahas telah mengajukan beberapa rancangan Perda, termasuk draf R-APBD tahun 2006 yang seharusnya difasilitasi seorang Sekwan, termasuk administrasi dan keuangan.

“Saya sinyalir, jangan-jangan masalah ini merupakan satu trik dari Pemkab Humbahas agar DPRD di daerah ini tidak berfungsi atau mungkin ada tujuan tertentu. Bupati yang meminta kepada DPRD agar dipilih satu dari tiga calon Sekwan, tapi bupati tidak mau melantik setelah nama calon Sekwan disetujui dewan. Ini permainan apa dan apa tujuannya. Hal ini sudah menjadi pembicaraan hangat di tengah-tengah masyarakat Humbahas, khususnya para PNS di daerah ini,” tegas Kristian Situmorang.

Secara terpisah, Wakil Bupati Humbahas Drs Marganti Manullang, yang dikonfirmasi SIB di ruang kerjanya, Rabu (29/3) mengatakan, masalah pengangkatan Sekwan DPRD Humbahas akan dikonsultasikan kepada Gubsu.

Menurut Manullang, pengangkatan eselon II harus melalui mekanisme dan mengacu kepada PP No 5 bahwa setiap pengangkatan pejabat eselon II harus dikonsultasikan kepada Gubsu. Jadi jelasnya pengangkatan pejabat itu harus sesuai dengan mekanisme dan aturan.

Sebagaimana diketahui, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing mengajukan tiga nama calon Sekwan yakni Drs AP Marbun, Drs Onggung Silaban dan Drs Wilfrik Siahaan MAP untuk mendapat persetujuan dewan dan pada tanggal 6 Maret 2006, Ketua DPRD Humbahas mengeluarkan surat persetujuan atas nama Drs Onggung Silaban yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Humbahas.

Sumber : (G1/l)  Harian SIB, Tarutung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Quo Vadis Pengelolaan Danau Toba
Artikel selanjutnya :
   » » Bangkitlah, hai Guru!