Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
27
Mar '06

60 Juta Lebih Rakyat Indonesia Bergantung di Sektor Transportasi


Sekjen DPP Organda Mayjen TNI (Purn) Drs Syarnubi Hasyim MBA MSc mengatakan, selain mendukung perekonomian, Organda sangat berperan besar dalam masalah ketenagakerjaan. Diungkapkannya, saat ini tidak kurang dari 15 juta tenaga kerja terlibat dalam Organda di seluruh Indonesia.

“Ada 30 DPD dan 350 DPC dengan kurang lebih 15 juta karyawan. Bayangkan kalau masing-masing karyawan menanggung 4 orang saja, berarti 60 juta rakyat Indonesia tergantung kepada Organda”, sebut Hasyim ketika mendampingi Ketua DPP Organda UT Murphy Hutagalung meninjau Kantor DPD Organda Sumut yang baru di Jalan Menteng VII Medan, Minggu (26/3).

Sebelumnya, Murphy Hutagalung menyebutkan, sistem transportasi di Medan maupun  Sumatera Utara masih perlu pembenahan dari pihak-pihak berwenang. Di samping itu, infrastruktur seperti ruas-ruas jalan juga dinilai masih belum sepenuhnya mendukung roda transportasi yang tentunya sangat mempengaruhi perkembangan perekonomian.

“Perlu pembenahan dari yang berwenang, di samping perlunya peranan Organda sebagai satu-satunya organisasi angkutan darat, sebut Murphy.
Selain Syarnubi, dalam peninjauan itu Murphy Hutagalung juga didampingi Ketua Departemen Hukum dan Perizinan DPP Organda Irawan SH, Ketua Umum DPD Organda Sumut HM Iskar Ismail Lubis, Sekretaris Umum Chairil Siregar, Ketua I Jumongkas Hutagaol, Ketua II Haposan Siallagan, dan Ketua DPC Organda Dairi Parlindungan Silaban.

Pada kesempatan itu, Murphy menegaskan, perlunya kesadaran dari pemerintah bahwa sektor transportasi sangat penting dan strategis, bahkan sebenarnya lebih “urgent” dari masalah sandang, pangan, dan papan, yang selama ini menjadi prioritas. Hal itu dikarenakan, angkutan umum langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah masih belum menyadari pentingnya masalah transportasi. Keberpihakan pemerintah sepertinya belum tampak. Padahal Organda dari tingkat pusat hingga daerah sudah sepakat untuk memperbaiki diri. Disinilah sebenarnya pentingnya pembinaan dari pemerintah dengan menjadikan Organda sebagai mitra, misalnya dengan ‘memangkas’ jalur birokrasi yang terkesan ruwet selama ini, menghilangkan pungutan liar dan sebagainya”, papar pemilik Arion Plaza Jakarta ini.

Menyinggung Medan dikatakannya, angkutan di kota ini tentu bakal terus berkembang. Untuk hal ini juga diharapkan pembinaan dari pemerintah, agar perkembangannya terarah sehingga sistim transportasinya sesuai dengan kebutuhan kota besar. Dia setuju, agar secara bertahap diarahkan, bagaimana misalnya supaya angkutan mikro berkembang menjadi angkutan massal atau bus.

Peninjauan itu sendiri berjalan dengan lancar, dimana Murphy menyatakan kepuasannya atas keberadaan kantor baru tersebut. Menurutnya, kantor yang berdampingan dengan kantor CV Medan Bus tersebut sudah representatif untuk menunjang roda organisasi Organda Sumut.

Sedangkan Ketua I DPD Organda Sumut Jumongkas Hutagaol menyampaikan harapan, dengan digunakannya kantor baru itu Organda Sumut bisa semakin baru dalam segala hal, khususnya dalam masalah kesolidan. Katanya, kekompakan organisasi adalah modal utama untuk mencapai kekuatan dan tujuan yang diharapkan semua anggota.

“Dengan solidnya Organda mulai dari DPP, DPD, hingga DPC, tentu organisasi akan semakin kuat dalam memperjuangkan kebutuhan organisasi dan anggota”, sebut Jumongkas.
Selain kesolidan, hal lain yang hendaknya ditingkatkan menurut Jumongkas adalah keterbukaan, sehingga  tidak ada lagi segala sesuatu  yang terkesan ditutup-tutupi seperti terjadi selama ini. Dia mencontohkan masalah jumlah kenderaan angkutan umum atau plafond yang selama ini serba tidak jelas.

Sumber : (R11/c) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » “Anakhonhi Do Hamoraon Diau” dan Orang Tua Masa Kini
Artikel selanjutnya :
   » » Lobu Sisakkak Perlu Dijadikan Objek Wisata Iman