Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
26
Mar '06

Ngatiadji Akan Diganti


Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Ir Ngatiadji akan dilengserkan. Diam-diam, pemkot sudah menyiapkan tiga kandidat yang bakal menggantikan pejabat senior itu. Mereka adalah Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko Togar Arifin Silaban, Kasubdin Perencanaan Tata Ruang Arief Dharmansyah, serta Kabag Tata Usaha Julianty Subandhiny. Dua nama terakhir tersebut juga berasal dari Dinas Tata Kota dan Permukiman.

Menurut sumber Jawa Pos, sebenarnya ketiga pejabat itu bakal di-fit and proper test kemarin. Proses uji kelayakan itu sedianya dilakukan di lantai VI gedung pemkot di Jl Jimerto. Namun, karena alasan yang tidak jelas, rencana tersebut mendadak ditunda.

Padahal, petugas protokoler telah menyiapkan ruangan dan sajian makanan. Saking mendadaknya, sejumlah anggota Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) tidak mengetahui.

Wakil Wali Kota Arif Afandi membenarkan soal rencana penggantian Ngatiadji tersebut. Dia juga membenarkan tentang penundaan fit and proper test itu. “Saya sebenarnya sudah mau berangkat, tapi dikasih tau nggak jadi karena tim penguji nggak lengkap,” ungkapnya.

Menurut dia, tim penguji juga melibatkan pihak ketiga yang independen. “Kami sengaja melibatkan pihak ketiga supaya penilaian bisa objektif. Kami ingin mendengar second opinion dari pihak independen,” ujarnya.

Arif menyatakan, ketiga nama calon pengganti Ngatiadji itu muncul atas usul Baperjakat. Meski demikian, dia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Wali Kota Bambang D.H.

Ketiga calon pengganti Ngatiadji tersebut sebenarnya bukan orang baru. Mereka cukup dikenal di kalangan pegawai pemkot. Togar Silaban dikenal sebagai pejabat yang sering dimintai masukan oleh wali kota dan Sekkota. Banyak kebijakan teknis pemkot yang diambil dari pemikirannya.

Arief Dharmansyah juga bukan pejabat kemarin sore. Sebelum pemkot merampingkan organisasi, dia menjabat kepala Dinas Tata Kota. Julianthy Subandhiny pun tergolong pejabat senior di lingkungan Dinas Tata Kota dan Permukiman.

Sebenarnya, penggantian Ngatiadji adalah wajar. Mengingat, dia pensiun pada April mendatang. Namun, menurut isu yang berkembang di lingkungan pemkot, dia diganti karena maraknya sejumlah kasus penyelewengan yang muncul di instansi yang dipimpinnya. Di antaranya, dugaan korupsi proyek pengadaan eskalator Pasar Turi serta kasus reklame.

Dua kasus tersebut kini sedang diusut kejaksaan. Selain itu, yang paling gres adalah munculnya proyek pavingisasi titipan dewan. Proyek tersebut memang dikelola Dinas Bangunan. Sumber di pemkot menyebutkan, terbongkarnya proyek titipan dewan tersebut membuat Ngatiadji terpojok. Sebab, dia dianggap membocorkan data proyek dewan yang seharusnya bersifat rahasia.

Saat kabar itu dikonfirmasikan kepada Arif, dia langsung menepis. “Nggak lah, Pak Ngatiadji kan pensiun April ini. Jadi, kami harus menyiapkan penggantinya,” tegasnya.

Meski demikian, mantan Pemred Jawa Pos itu menjelaskan, ada kemungkinan jabatan Ngatiadji diperpanjang. “Jika hasil fit and proper test menunjukkan bahwa ketiga kandidat tersebut tidak memenuhi syarat atau memiliki kemampuan di bawah Pak Ngatiadji, tidak menutup kemungkinan dilakukan perpanjangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ngatiadji tak mau berkomentar banyak. Dia hanya tersenyum ketika dikonfirmasi Jawa Pos. “Saya nggak mau berkomentar dulu. Nggak enak, Mas,” ujarnya. Namun, dia membenarkan bahwa masa kerjanya berakhir pada April mendatang.

Bagaimana jika diperpanjang? “Ah, saya nggak berkomentar. Semuanya terserah wali kota,” katanya.

Sumber : (oni) Jawa Pos, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Jaro Ready For Hard Fight
Artikel selanjutnya :
   » » “Anakhonhi Do Hamoraon Diau” dan Orang Tua Masa Kini