Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
21
Mar '06

Memasarkan Surabaya ke Negeri Tetangga


Cari Investor, Manfaatkan Kejenuhan Malaysia

Pada 16-18 Maret lalu, Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi memimpin delegasi Surabaya ke Kuala Lumpur, Malaysia. Di negeri jiran tersebut, Arif menawarkan potensi Surabaya kepada para pengusaha dan masyarakat setempat.

Konsultan ekonomi Kresnayana Yahya sempat terperangah ketiga disodori data demi data tentang tingginya angka kunjungan orang Indonesia ke Malaysia (di luar TKI). Menteri Pelancongan (Pariwisata) Malyasia Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor dalam pertemuan dengan delegasi Surabaya mengatakan, selama Januari-November 2005 orang Indonesia yang berkunjung ke negeri tersebut 893.330 orang. Sebagian besar dari mereka (60,6 persen) adalah pelancong.

“Indonesia merupakan negara ketiga terbesar dari segi pelancong yang datang ke negeri ini, setelah Singapura dan Thailand,” kata pejabat yang beristri orang Indonesia itu.

Bukan hanya sektor pariwisata yang mendorong orang Indonesia datang ke Malaysia. Pendidikan dan rumah sakit juga diminati. Dubes RI untuk Malaysia Rusdiharjo yang juga datang dalam pertemuan tersebut mengatakan, saat ini ada 26.500 pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negeri tersebut. Sebaliknya, pelajar Malaysia yang menempuh studi di Indonesia hanya 2.500 orang.

Data lain disampaikan Wakil Menteri Penerangan Malaysia Dato’ Ahmad Zahid Hamidi. Saat menerima rombongan Wawali di gedung Angkasapuri (kantor Menteri Penerangan) dia menyebutkan, selama 2005, orang Indonesia yang berobat ke Malaysia lebih dari 232 ribu. “Pasien dari Indonesia senang berobat ke sini,” katanya.

Yang lebih mencengangkan adalah banyaknya orang Indonesia yang datang ke Malaysia saat seluruh plaza dan mal di negeri tersebut menggelar mega sale. “70 persen pembeli di mega sale adalah orang Indonesia,” jelas Zahid.

Terhadap deretan data tersebut, Kresnayana meyakini bahwa orang Indonesia yang berwisata, sekolah, atau berobat ke Malaysia, terbanyak adalah orang Jatim, khususnya Surabaya. “Orang yang datang ke Malaysia, paling banyak pasti orang Jatim,” katanya.

Dengan fakta seperti itu, Kresnayana berharap Pemkot Surabaya bisa berbuat sesuatu agar angka kunjungan orang Malaysia ke Indonesia, khususnya Surabaya bisa lebih seimbang dengan kunjungan orang Indonesia (Surabaya) ke Malaysia. Entah kunjungan untuk berwisata, sekolah, atau berinvestasi. “Kita punya banyak potensi yang tak kalah menarik dibanding Malaysia,” ujarnya.

Kresnayana memang termasuk salah satu anggota rombongan Wawali dalam kunjungan ke negeri tetangga tersebut. Selain pakar statistik ITS itu, Wawali mengajak para pengusaha Surabaya. Mereka antara lain, Henky Kurniadi (pengusaha realestat), Yusak Anshori (direktur eksekutif Surabaya Tourism Promotion Board), Freddy Pangey (direktur perusahaan cat Emco), Najib A.R. Bahasuan (direktur perusahaan sarung Behaestek), Purwanto (direktur Intikom), Ketua Kadin Surabaya Muhammad Rudiansyah, dan Dirut PDAM Muhammad Selim. Untuk pejabat pemkot, Wawali hanya mengajak serta Togar Arifin Silaban, kabid fisik dan prasarana Bappeko.

Apa yang dicari di Malaysia? Arif Afandi mengatakan, saat ini banyak pengusaha sukses di Malaysia. Kondisi di sana lama-kelamaan akan jenuh. Karena, penduduk negeri tersebut hanya 24 juta jiwa atau sekitar 2/3 penduduk Jatim (penduduk Jatim 37 juta orang). “Kondisi ini akan kita manfaatkan untuk menarik mereka ke Surabaya. Kita ingin mereka berinvestasi di Surabaya,” ujarnya.

Berbagai peluang investasi ditawarkan kepada pengusaha Malaysia. Mulai rencana pembangunan terminal peti kemas baru di Teluk Lamong (Lamong Bay), properti, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga busway.

Peluang-peluang tersebut langsung disampaikan Arif dalam pertemuan formal maupun oleh para pengusaha yang banyak melakukan pertemuan informal secara face to face dengan mitranya. Selama di Kuala Lumpur, digelar dua pertemuan formal dengan para pengusaha setempat. Pertemuan pertama 16 Maret dalam forum Enhancing Malaysia-Surabaya Business, dan pertemuan kedua dikemas dalam jamuan makan malam oleh Menteri Penerangan Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor. Kedua pertemuan itu melibatkan para pengusaha setempat. Di sela-sela pertemuan juga ada pembicara khusus antar pengusaha yang menggeluti bidang sama.

Di luar pertemuan formal, para pengusaha melakukan lobi-lobi informal di tempat lain. Misalnya, Dirut PDAM Muhammad Selim secara maraton menggelar pertemuan infomal dengan sejumlah pengusaha air minum Malaysia. “Alhamdulillah, ada tanda-tanda positif. Ini yang akan kita tindak lanjuti,” ujar Selim.

Menurut Arif, dari semua bidang yang ditawarkan tersebut, pihaknya berharap bidang pendidikan, pariwisata, dan kesehatan mendapat prioritas. Dia ingin di ketiga bidang tersebut ada kerja sama lebih konkret antara pengusaha/pemerintah Malaysia dan Surabaya. “Detailnya nanti kita bicarakan lebih lajut,” ujar Arif yang juga didampingi istrinya, Tjahjani Retno Wilis, selama kunjungan di Malaysia.

Sambungannya dapat dilihat di bagian 2 dan bagian 3
Sumber : (nw/ bersambung) Jawa Pos


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Hari Ini Kulminasi Matahari di Atas Pontianak
Artikel selanjutnya :
   » » HKBP Tidak Berpolitik