Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
21
Mar '06

Hari Ini Kulminasi Matahari di Atas Pontianak


Fenomena alam berupa kulminasi matahari, yakni matahari tepat berada di lintang nol derajat, akan terjadi hari ini, Selasa (21/3). Pada saat itu semua benda yang berdiri tegak 90 derajat terhadap bumi tidak akan mempunyai bayangan selama beberapa detik. Peristiwa ini dapat disaksikan di Pontianak yang terletak di lintang nol derajat.

Titik kulminasi itu di Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, dapat diamati di lokasi khusus, yakni di Tugu Khatulistiwa, yang berjarak tiga kilometer arah timur laut dari pusat kota Pontianak ke arah Mempawah, ibu kota Kabupaten Pontianak.

”Sebenarnya peristiwa kulminasi ini dapat ’dijual’ sebagai obyek wisata. Ide itu hanya ditanggapi dengan ’dingin’ dan wisatawan pun enggan datang,” ujar Sugeng H dari Masyarakat Pariwisata Indonesia Kalbar, Senin (20/3) di Pontianak.

Peristiwa itu terjadi dua kali setahun, yaitu tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini seharusnya dapat dijadikan festival tahunan Kota Pontianak untuk wisatawan.

Tahun lalu, festival itu diadakan pada September 2005. Festival dibuka oleh Gubernur Kalbar Usman Jaffar serta dimeriahkan dengan tarian Dayak, Melayu, dan barongsai. Namun, festival itu berupa pesta lokal.

Maret ini Wali Kota Pontianak Buchary A Rachman berniat merayakannya dengan meriah, yaitu dengan mengundang rombongan Dewan Bandaraya Kuching Utara, Direktur Boscha Lembang, dan beberapa duta besar.

Kini tugu khatulistiwa itu tampak seperti bangunan tua terlupakan. Tidak ada penjaga keamanan di kompleks itu. Tugu itu pun tidak menjadi obyek wisata.

”Tugu ini sangat dekat dengan jalan raya sehingga kemegahannya tak kentara. Kami sulit mengambil sudut pemotretan karena dekatnya sisi utara dan timur bangunan dengan pagar kompleks,” ujar anggota Pontianak Fotografi, Haryono.

Buchary pernah bermaksud membangun jam matahari tertinggi di dunia di kompleks tugu khatulistiwa. Juga ada ide membangun planetarium khatulistiwa di Sungai Selamat, tetapi belum ada realisasi. Dari prasasti di kompleks tugu, pada 31 Maret 1928 datang satu ekspedisi internasional pimpinan ahli geografi Belanda untuk menentukan titik khatulistiwa.

Tahun 1928 dibangun tugu pertama berbentuk tonggak tanda panah—lalu disempurnakan tahun 1930. Arsitek Silaban tahun 1938 membangun tugu baru dengan empat tonggak menopang lingkaran dengan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Tahun 1990 dibuatkan kubah untuk melindungi tugu asli. Tugu diresmikan 21 September 1991. Pada Maret 2005 ditemukan titik lintang nol derajat ternyata sekitar 117 meter ke arah Sungai Kapuas, dari tugu itu.

Sumber : (ryo) Harian Kompas, Pontianak


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pengumuman CPNS Pemkab Pakpak Bharat
Artikel selanjutnya :
   » » Memasarkan Surabaya ke Negeri Tetangga