Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
12
Mar '06

Monas, Monumen Berpuncak Emas


Hampir setiap negara di dunia memiliki bangunan yang menjadi ciri khas yang bisa dibanggakan. Juga menjadi objek wisata bagi turis mancanegara. Malaysia, misalnya memiliki Petronas, bangunan megah dan salah satu yang tertinggi di dunia. Amerika Serikat memiliki jembatan Golden Gate atau patung Liberty, serta Perancis terkenal dengan menara Eiffel.

Bagaimana dengan negara kita Indonesia? Ya, kita juga  memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan, yaitu monumen nasional alias Monas. Teman-teman, mungkian kalian sudah pernah mendengar bahkan melihat langsung Monas. Monas terletak di depan Istana Negara (kantor Presiden) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Bangunan Monas memiliki keunikan tersendiri dan  kini menjadi ciri khas kota Jakarta (ibu kota Negara Republik Indonesia). Monas dibangun pada tahun 1961 dengan ketinggian 132 meter. Pembangunannya merupakan ide dari presiden pertama RI, yaitu Ir Soekarno.

Kenapa disebut unik? Karena pada puncak bangunan Monas terdapat nyala obor yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton. Nyala obor ini kemudian dilapisi dengan emas murni seberat 35 kilogram.

Bangunan monas merupakan hasil karya seni arsitektur  putra banga Indonesia, yaitu F Silaban. Namun dalam pelaksanaan konstruksinya, dibantu beberapa ahli dari Jepang dan Italia.

Sekarang Monas menjadi salah satu objek wisata terkenal di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun memelihara keindahan dan kebersihan taman-taman yang mengelilingi monumen bersejarah ini.

Pada hari-hari tertentu, khususnya Sabtu, Ahad, dan liburan sekolah,  Monas dibuka untuk umum. Maksudnya, siapa pun, termasuk kalian, boleh masuk ke Monas dan naik dengan menggunakan lift sampai ke puncak tertinggi. Namun, tentu ada syaratnya, yaitu harus terlebih dulu membeli tiket masuk dan tidak diperkenankan memegang dan mengambil benda-benda yang ada di dalam Monas. Karena benda-benda yang di sana merupakan benda sejarah yang tak ternilai harganya. Misalnya ada lemari gapura  yang terbuat dari perunggu sebesar 4 ton dan dilapisi emas murni 22 kilogram.

Teman-teman, kalau kita naik ke puncak Monas, kita akan bisa melihat indahnya kota Jakarta. Dari sana terlihat bangunan-bangunan yang menjulang tinggi serta kendaraan di jalanan yang hampir menyerupai semut yang sedang berjalan.

Sumber : Republika Online 


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Monas, Monumen Berpuncak Emas”

  1. Tanggapan chicie:

    bagus lah saiia jjadi gampang nyari info..hehe

  2. Tanggapan Tacchin:

    Sama kayak chicie, aku juga lagi nyari info, buat tugas report tentang monas..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Sari Matua, Saur Matua & Mauli Bulung di Tengah Masyarakat Batak

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pengedar 10Kg Ganja Diringkus